Jumat
17 Juli 2026 | 4 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Silo dan Mimpi yang Dirajut dari Bilah-Bilah Bambu

pdip jatim 260601 syivak

Di kaki Gunung Gumitir, Jember, anak muda bernama Syivak Ariel Hidayatur Rahman melihat masa depan kampungnya tak hanya dari kopi, tetapi juga dari anyaman bambu dan industri kreatif warga yang menunggu sentuhan pendampingan dan pasar yang lebih luas.

JEMBER – Pagi selalu datang dengan cara yang sama di kaki Gunung Gumitir.

Udara dingin turun perlahan menyelimuti hamparan perkebunan kopi yang membentang di Kecamatan Silo, Jember.

Kabut tipis menggantung di antara pepohonan, sementara kehidupan warga mulai bergerak mengikuti irama alam yang telah diwariskan turun-temurun.

Di wilayah seluas hampir 310 kilometer persegi itu, kopi memang menjadi identitas yang paling dikenal. Dari Mulyorejo hingga Sidomulyo, dari Harjomulyo hingga Sempolan, aroma kopi seolah menjadi bagian dari keseharian warga.

Namun bagi Syivak Ariel Hidayatur Rahman, ada cerita lain yang selama ini belum banyak terdengar.

Anak muda berusia 20 tahun yang kini menjadi Bendahara PAC PDI Perjuangan Kecamatan Silo itu melihat kampungnya memiliki kekayaan yang jauh lebih besar daripada sekadar biji kopi.

Di balik rumah-rumah warga, di sudut-sudut desa yang tenang, banyak tangan terampil bekerja setiap hari. Ada yang mengolah hasil perkebunan menjadi produk rumahan, ada yang membuat panganan tradisional, dan ada pula yang tekun merangkai bilah-bilah bambu menjadi berbagai kerajinan bernilai ekonomi.

Menurut Syivak, kerajinan anyaman bambu menjadi salah satu potensi terbesar yang dimiliki masyarakat Silo.

Produk-produk tersebut lahir bukan dari mesin pabrik modern, melainkan dari keterampilan yang diwariskan lintas generasi. Setiap anyaman membawa cerita tentang budaya, ketekunan, dan identitas kampung yang tak bisa ditiru oleh produk massal.

“Potensinya besar sekali. Bahkan sebenarnya bisa masuk pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional,” ujar Syivak, Senin (1/6/2026).

Namun jalan menuju pasar yang lebih besar tidak selalu mudah.

Di balik ketelatenan para pengrajin, tersimpan berbagai persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Modal usaha yang terbatas, akses pemasaran yang sempit, minimnya pemanfaatan teknologi digital, hingga kurangnya pelatihan dan jaringan distribusi menjadi tantangan yang terus dihadapi.

Akibatnya, banyak produk berkualitas hanya berputar di pasar lokal dengan nilai jual yang belum sepenuhnya mencerminkan kerja keras para pembuatnya.

Padahal, di tengah tren dunia yang mulai menghargai produk ramah lingkungan dan karya berbasis budaya lokal, anyaman bambu memiliki peluang besar untuk berkembang.

Yang dibutuhkan bukan sekadar pujian atas potensinya, melainkan pendampingan yang berkelanjutan.

Syivak percaya, ketika kualitas produk terus ditingkatkan, desain diperbarui, kemasan diperbaiki, dan pemasaran digital dimanfaatkan secara maksimal, kerajinan warga Silo bisa menjadi wajah baru ekonomi kreatif Jember.

“Kami berharap pemerintah hadir dan mendampingi para pengrajin secara lebih dekat,” katanya.

Harapan itu terdengar sederhana. Namun dari desa-desa di lereng Gumitir, harapan sederhana sering kali menjadi awal perubahan besar.

Sebab kemajuan sebuah daerah tidak selalu lahir dari gedung-gedung tinggi atau kawasan industri yang megah. Kadang ia tumbuh dari bilah-bilah bambu yang dirajut dengan sabar, dari tangan-tangan warga yang bekerja tanpa banyak sorotan, dan dari anak-anak muda yang masih percaya bahwa kampung mereka layak dikenal dunia.

Di Silo, mimpi itu sedang dirajut pelan-pelan.

Seperti anyaman bambu yang dikerjakan setahap demi setahap, harapan untuk melihat produk lokal menembus pasar yang lebih luas terus tumbuh di tengah dinginnya lereng Gunung Gumitir. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Wabup Lumajang Pastikan P-APBD 2026 untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Publik

LUMAJANG – Setiap perubahan anggaran harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Prinsip tersebut ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Birokrasi Proaktif, Aduan Warga Harus Tuntas Maksimal 1×24 Jam

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta seluruh jajaran Pemkot bekerja proaktif menyelesaikan persoalan masyarakat ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang Dorong Digipay, Tutup Celah Mark-Up Anggaran

MALANG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mendukung penerapan sistem digital payment (digipay) di ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Madiun Percepat Penataan Ranting, Perkuat Organisasi hingga Akar Rumput

MADIUN – DPC PDI Perjuangan Kota Madiun mempercepat penataan kepengurusan ranting di seluruh wilayah sebagai bagian ...
KRONIK

Raperda Minol Siap Ditetapkan, Ketua Bapemperda DPRD Tulungagung Beber Urgensinya

TULUNGAGUNG – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Tulungagung tentang Pengendalian dan Pengawasan ...
RUANG MERAH

Kesumat yang Dituntaskan di Menit ke-92

Oleh Diana Sasa* INGGRIS sudah merasa cukup. Mereka unggul 1–0. Anthony Gordon mencetak gol pada menit ke-55. Waktu ...