Rabu
15 Juli 2026 | 4 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Jember Soroti Bau Menyengat TPS3R Baratan, Minta Pengelolaan Maggot Dievaluasi

pdip jatim 260528 tps baratan jember 1

DPRD Jember menyoroti bau menyengat dari TPS3R Baratan yang diduga berasal dari pengolahan maggot. Warga mengeluh hampir enam bulan terakhir.

JEMBER — Warga di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Baratan, Kabupaten Jember, mengeluhkan bau busuk menyengat yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan maggot di lokasi tersebut.

Keluhan warga disebut telah berlangsung hampir enam bulan terakhir dan dinilai semakin mengganggu lingkungan permukiman sekitar.

Salah seorang warga Kelurahan Baratan yang juga anggota DPRD Jember, Wahyu Prayudi Nugroho atau akrab disapa Nuki, mengatakan bau tidak sedap muncul akibat menumpuknya sampah basah yang masuk ke TPS3R dan dikelola pihak ketiga pengusaha maggot.

“Jumlah sampah basah yang masuk sangat banyak. Akhirnya baunya sangat mengganggu warga sekitar TPS3R,” ujar Nuki.

Keluhan warga tersebut kemudian mendapat perhatian Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto. Keduanya melakukan inspeksi langsung ke TPS3R Baratan pada Rabu, 27 Mei 2026 sekitar pukul 11.27 WIB.

Saat berada di lokasi, Candra mengaku mendapati bau menyengat berasal dari area pengolahan maggot milik pihak ketiga yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember.

Selain itu, ia juga menemukan tumpukan sampah basah yang hendak diangkut truk DLH. Berdasarkan informasi pengelola, limbah tersebut berasal dari SPPG wilayah Baratan dan Patemon.

“Ini sudah tidak benar. Volume limbah SPPG sangat banyak dan tidak ada pemilahan. Akhirnya menumpuk dan menimbulkan bau busuk,” kata Candra.

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan pengelolaan limbah seharusnya dilakukan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Menurutnya, sampah organik dan anorganik wajib dipilah sebelum diproses pihak ketiga.

“Pihak SPPG wajib mengelola residunya dengan benar dan tidak boleh melepas tanggung jawab begitu saja. Ini tidak ada pemilahan; plastik, sayuran, dan sampah lain bercampur menjadi satu,” ujarnya.

Candra meminta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember segera mengambil langkah tegas agar persoalan tersebut tidak terus berlarut dan memicu keresahan warga sekitar.

Ia bahkan meminta aktivitas usaha maggot di TPS3R Baratan dihentikan sementara karena dinilai telah mengganggu lingkungan permukiman masyarakat.

“Keluhan masyarakat tidak boleh diabaikan. Jangan sampai pengelolaan sampah justru menciptakan persoalan baru,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan sampah di TPS3R Baratan agar persoalan bau menyengat tidak terus berulang dan kualitas lingkungan permukiman tetap terjaga. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gen Z dan Karang Taruna Motor Ekonomi Kreatif Kampung, Anas: Beri Kesempatan Seluas-luasnya

SURABAYA – Generasi muda dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Karang ...
KRONIK

Empat SD Negeri di Ponorogo Nihil Siswa Baru, Riyanto Minta Dindik Siapkan Solusi

PONOROGO – Empat sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Ponorogo tidak mendapatkan satu pun siswa baru pada ...
LEGISLATIF

Mia Desak Pemkot Malang Evaluasi Data Kemiskinan agar Bansos Tepat Sasaran

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak Pemkot Malang mengevaluasi data kemiskinan agar ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Surabaya Ajak Anak Muda Kikis Stigma Negatif Politik

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, menegaskan bahwa lembaga legislatif selalu ...
LEGISLATIF

Puan Minta Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memperkuat kesiapsiagaan nasional menyusul meningkatnya aktivitas ...
LEGISLATIF

Widarto Serap Aspirasi Warga, Perbaikan Jalan Desa Jadi Prioritas Pembahasan DPRD Jember

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menegaskan perbaikan jalan desa menjadi prioritas pembahasan setelah menyerap ...