NGAWI – Pagi itu, suasana jalanan Ngawi belum terlalu padat. Di antara lalu lalang kendaraan bermotor, seorang pria dengan santai mengayuh sepeda angin menuju pusat kota. Ia adalah Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Yuwono Kartiko (King).
Tak ada pengawalan khusus, tak pula terlihat tergesa. Dengan ritme kayuhan yang stabil, legislator yang akrab disapa Pak King itu menempuh perjalanan menuju kantornya di DPRD Ngawi.
Jaraknya tak bisa dibilang dekat. Dari Desa Beran – Kelurahan Margomulyo – Kelurahan Ketanggi.
Bagi Pak King, bersepeda ke kantor bukan hal baru. Ia mengaku sudah lama menjadikan gowes sebagai bagian dari rutinitas, terutama setiap Jumat.
“Sebenarnya ini sudah kebiasaan saya. Kalau Jumat berangkat dan pulang kerja naik sepeda atau jalan kaki,” ujarnya, Jumat (10/4/2026)
Namun kali ini, kebiasaan itu punya makna lebih. Gowes yang ia lakukan menjadi bentuk nyata dukungan terhadap kebijakan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono tentang efisiensi energi di lingkungan pemerintah daerah.
“Kebetulan ada SE bupati, ya tinggal meneruskan saja,” kata Legislator PDI Perjuangan tersebut.
Surat edaran tersebut memang mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mulai mengurangi ketergantungan pada kendaraan berbahan bakar minyak. ASN yang tinggal dalam radius hingga 7 kilometer dari kantor diimbau menggunakan sepeda, kendaraan listrik, atau moda transportasi ramah lingkungan lainnya.
Di tengah isu geopolitik global dan tekanan energi, langkah kecil seperti bersepeda menjadi simbol perubahan gaya hidup yang lebih hemat dan berkelanjutan.
Bagi Pak King, bersepeda bukan sekadar soal kebijakan. Ada kenikmatan tersendiri yang ia rasakan, menghirup udara pagi, merasakan ritme jalanan, hingga menyapa warga yang ditemuinya di sepanjang perjalanan.
Tanpa disadari, kayuhan sepeda itu menjadi pesan sederhana: perubahan bisa dimulai dari hal kecil, bahkan dari perjalanan menuju tempat kerja. (amd/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












