Rabu
02 September 2026 | 3 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

SMPN 3 Banyuwangi Sulap Sampah Jadi Produk Ekonomi, Bupati Ipuk: Ini Bisa Jadi Role Model

PDIP-Jatim-Ipuk-Fiestiandani-08042026.

BANYUWANGI – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mengelola sampah secara sirkular diimplementasikan hingga ke level sekolah. Salah satunya SMP Negeri 3 Banyuwangi yang tidak berhasil mengolah sampah secara terstruktur dan berkelanjutan, sekaligus memiliki bank sampah yang dikelola siswa.

Memasuki SMPN 3 Banyuwangi, akan terasa suasana tengah hutan kota. Pohon-pohon besar menjulang tinggi nan rimbun menaungi bangunan-bangunan sekolah. Daun-daun dan ranting dari pohon tersebut yang dulunya menjadi sampah, kini menjadi aset ekonomis bagi para pengelola sampah sekolah.

Para siswa dan pendidik di sana mengelola daun dan ranting menjadi produk bernilai ekonomis. Tak hanya itu, sisa makanan dari siswa juga dikumpulkan mereka untuk diolah bersama.

Bertempat di belakang bangunan utama sekolah, para “pejuang lingkungan” tersebut memproses sampah-sampah yang berhasil dikumpulkan setiap harinya.

Prosesnya dilakukan secara bertahap, mulai dari pengumpulan daun kering, kemudian diolah menjadi kompos setengah matang, hingga menjadi kompos siap panen yang selanjutnya dikemas sebagai pupuk organik berkualitas premium.

Pupuk hasil olahan siswa tersebut bahkan telah dipasarkan dengan harga sekitar Rp7.500 per kemasan. Selain kompos, siswa juga memproduksi eco enzyme dan pupuk organik cair (POC) yang dimanfaatkan untuk kebutuhan tanaman di lingkungan sekolah.

“Sisa makanan dari MBG juga kami kelola sebagai pakan maggot. Hasilnya kemudian digunakan untuk pakan ikan nila yang ada di kolam sekolah,” cerita M. Fadil, siswa kelas 8, pada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang mengunjungi sekolah tersebut, pada Selasa (7/6/2026).

Fadil mengatakan telah mengikuti kegiatan pengelolaan sampah sejak kelas 7. Ia mengaku tertarik karena memiliki minat pada kegiatan pertanian.

“Sejak kelas 7 sudah ikut mengelola sampah. Di rumah juga suka tanam-tanam, jadi senang bisa praktik langsung di sekolah,” terangnya.

Bupati Ipuk mengaku sangat mengapresiasi sekolah yang dipimpin Kepala Sekolah Holilik tersebut. Dia berharap program serupa dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.

“Ini sangat bagus, anak-anak sudah belajar mengelola sampah dengan benar dan bisa menghasilkan produk yang bermanfaat. Tinggal terus dikembangkan agar lebih optimal dan berkelanjutan,” ujar Ipuk.

“Ini bisa menjadi role model. Sekolah lain bisa meniru dan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing,” imbuh Wakabid Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPD PDI Perjuangan Jatim itu.

SMPN 3 Banyuwangi dikenal sebagai sekolah yang syarat prestasi. Salah satunya meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri, predikat tertinggi dalam program sekolah berbudaya lingkungan.

“Sekolah kami juga sebagai sekolah pelopor yang mengintegrasikan edukasi Geopark Ijen ke dalam kurikulum pembelajaran. Kami juga memiliki fasilitas “Geopark Corner,” Duta Geopark, dan modul pembelajaran khusus, serta pernah dikunjungi asesor UNESCO dan Badan Geologi,” ujar Kepala Sekolah SMPN 3 Banyuwangi, Holilik. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

P-APBD 2026 Disahkan, Ketua DPRD Ngawi Ingatkan 5 Program Prioritas RKPD

NGAWI – Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Yuwono Kartiko (King) mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi agar ...
KRONIK

Bupati Fauzi Minta KONI Sumenep Perkuat Pembinaan Atlet Muda

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini untuk ...
LEGISLATIF

Baru 26 dari 190 Titik Punya ZoSS, Dewanti Minta Sekolah Rawan Kecelakaan di Malang Segera Dipetakan

SURABAYA — Fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di Kabupaten Malang dinilai masih jauh dari kebutuhan. Dari 190 ...
LEGISLATIF

Puan Sambut Gus Kikin dan KH Miftachul Akhyar Pimpin PBNU, Harap NU Makin Baik

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim ...
KRONIK

Ketua Pansus 2 DPRD Tulungagung Tekankan Perda Kesejahteraan Sosial Harus Berdampak Nyata

TULUNGAGUNG – Ketua Panitia Khusus (Pansus) 2 DPRD Kabupaten Tulungagung, Joko Tri Asmoro, menekankan bahwa Perda ...
KRONIK

Novita: Semangat Kebersamaan Hari Jadi Trenggalek Harus Jadi Energi Percepat Pembangunan

TRENGGALEK — Semangat kebersamaan dan gotong royong yang tercermin dalam peringatan Hari Jadi ke-832 Kabupaten ...