Kamis
17 September 2026 | 3 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Irawan: Pelebaran Boezem Simomulyo Baru Jangan Abaikan Hak Warga

pdip jatim 260306 ei

SURABAYA – Rencana perluasan Boezem Simomulyo Baru oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendapat sorotan dari DPRD Surabaya. Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menegaskan bahwa proyek pengendalian banjir tersebut tidak boleh mengabaikan hak warga yang telah lama tinggal di kawasan itu.

Hal tersebut disampaikan Eri saat memimpin rapat dengar pendapat (RDP) Komisi C DPRD Surabaya bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), Lurah Simomulyo Baru, serta perwakilan RT dan RW setempat, Kamis (5/3/2026).

Menurut Eri, rencana perluasan boezem bertujuan meningkatkan kapasitas tampungan air hingga 181 ribu meter kubik dengan menyambungkan dua boezem yang saat ini berada di sisi timur dan barat kawasan tersebut. Perluasan itu direncanakan memanfaatkan lahan di tengah yang merupakan aset Pemkot Surabaya dan selama ini ditempati warga melalui skema Izin Pemakaian Tanah (IPT).

“Saat ini terdapat 106 IPT di lokasi tersebut. Dari jumlah itu, 32 sudah dicabut karena penelantaran tanah. Sementara dari sisa 74 IPT, sebanyak 60 masih berlaku dan 14 sudah tidak memiliki izin yang sah,” jelas Eri.

Meski lahan tersebut merupakan aset pemerintah kota, Eri menegaskan bahwa proses penataan harus tetap memperhatikan warga yang telah tinggal puluhan tahun di kawasan tersebut. “Kita tidak bisa hanya melihat jumlah warga yang terdampak. Yang terpenting adalah memastikan hak mereka tetap terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan infrastruktur yang bertujuan mengurangi risiko banjir tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keadilan sosial bagi warga terdampak.

Dalam rapat tersebut, Pemkot Surabaya menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat lahan alternatif lain yang dapat digunakan untuk pengembangan boezem. Karena itu, perluasan di lokasi tersebut menjadi opsi yang dipertimbangkan untuk meningkatkan kapasitas pengendalian banjir di wilayah hilir.

Komisi C DPRD Surabaya berencana melanjutkan pembahasan melalui pemaparan kajian pada pekan depan serta kunjungan lapangan setelah Lebaran. “Pekerjaan perluasan boezem ini kemungkinan belum dimulai tahun ini karena masih memerlukan proses pembebasan lahan,” kata Eri.

Sementara itu, Ketua RW 04 Kelurahan Simomulyo Baru, Sumarto, mengatakan rencana perluasan boezem memang bertujuan mengatasi persoalan banjir di wilayah hilir. Namun kebijakan tersebut juga berpotensi berdampak pada sejumlah rumah warga.

“Pemerintah kota merencanakan menyatukan dua boezem yang ada di Simo untuk menanggulangi banjir di daerah hilir. Tapi rencana ini juga bisa berdampak pada pemukiman warga,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui pembangunan boezem sebelumnya telah memberikan dampak positif dalam mengurangi genangan air di wilayah tersebut.

“Yang di boezem sebelah barat sudah terlihat hasilnya. Dulu genangan bisa sampai 80 centimeter, sekarang hampir tidak ada. Mungkin pemerintah ingin memaksimalkan lagi, meski yang di sebelah timur memang masih belum,” katanya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Tulungagung Soroti Tingginya Silpa dan Perjuangkan Kelayakan Gaji PPPK

TULUNGAGUNG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung menyoroti tingginya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan ...
SEMENTARA ITU...

Kediri Bidik Emas Senam Porprov 2027, Atlet Dibina Sejak Usia SD

KEDIRI — Kabupaten Kediri mulai mematangkan target prestasi cabang olahraga senam untuk menghadapi Porprov Jawa ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Dorong Perda Pesantren dan Madin Mulai Berlaku Maksimal 2027

TRENGGALEK – Peraturan daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pesantren dan Madrasah Nonformal atau Madrasah ...
EKSEKUTIF

Terbukti Pungli Retribusi Sampah, Dua PPPK Paruh Waktu DLH Surabaya Diberhentikan

SURABAYA — Pemkot Surabaya memberhentikan dua pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu ...
SEMENTARA ITU...

Tradisi Keduk Beji, Upaya Warga Tawun Melestarikan Sumber Air Jadi Wisata Budaya

NGAWI – Warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, terus melestarikan tradisi Keduk Beji sebagai bentuk ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Bantu Air Bersih di 5 Desa Kecamatan Sumberrejo Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – Dampak musim kemarau panjang yang memicu krisis air bersih terus meluas di wilayah Kabupaten ...