BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar menegaskan komitmennya mengembangkan sektor pariwisata berbasis prinsip keberlanjutan, dengan menempatkan kelestarian lingkungan, pelestarian budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan destinasi wisata.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Blitar Rijanto saat melakukan peninjauan langsung ke sejumlah destinasi wisata di wilayah Kabupaten Blitar, Jumat (27/2/2026), sebagai bagian dari penguatan tata kelola pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Peninjauan diawali di kawasan wisata Blumbang Gede, Desa Soso, Kecamatan Gandusari. Di lokasi tersebut, Rijanto bersama jajaran perangkat daerah melakukan penanaman vegetasi sebagai implementasi gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang menjadi arah kebijakan pengelolaan lingkungan.
“Penataan destinasi wisata harus dimulai dari kesadaran menjaga lingkungan. Tanpa kebersihan dan kelestarian alam, daya tarik wisata tidak akan bertahan lama,” ujar Rijanto.
Ia menegaskan, pembangunan pariwisata tidak semata berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan keberlangsungan ekosistem dan kualitas ruang publik dalam jangka panjang.
Menurutnya, gerakan ASRI merupakan komitmen kolektif antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan kawasan wisata yang aman, sehat, bersih, dan indah.
“Kita ingin setiap destinasi menjadi ruang publik yang nyaman sekaligus lestari. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat,” katanya.
Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke Alun-Alun Lodoyo, Kecamatan Sutojayan, untuk melihat progres renovasi Sanggar Gong Kyai Pradah, salah satu situs budaya yang memiliki nilai historis kuat melalui tradisi Siraman Gong Kyai Pradah.
Dalam kesempatan itu, Rijanto menekankan bahwa pembangunan pariwisata berkelanjutan juga harus menjaga identitas budaya lokal agar tetap hidup di tengah modernisasi.
“Renovasi ini bukan sekadar mempercantik bangunan, tetapi memperkuat fungsi sanggar sebagai pusat pelestarian budaya. Tradisi harus tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sektor pariwisata memiliki efek berganda bagi perekonomian daerah apabila dikelola secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan masyarakat sekitar.
“Jika destinasi tertata baik dan berkelanjutan, kunjungan wisata meningkat dan perputaran ekonomi masyarakat ikut tumbuh. Inilah manfaat jangka panjang yang kita harapkan,” jelasnya.
Sebagai penutup, Rijanto mengajak masyarakat untuk terlibat aktif menjaga kualitas lingkungan serta fasilitas publik di kawasan wisata.
“Keberhasilan pembangunan pariwisata sangat ditentukan partisipasi masyarakat. Mari kita rawat bersama aset daerah ini agar memberi manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










