BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Blitar, Suratun Nasikhah, melaksanakan reses masa sidang ke-2 di Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Garum, pada Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat dari berbagai lapisan.
Reses tersebut dihadiri seluruh elemen masyarakat yang memanfaatkan forum dialog untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan di lingkungan masing-masing. Sejumlah aspirasi yang mengemuka di antaranya pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM), perbaikan infrastruktur jalan, hingga penguatan program sosial dan pendidikan.
Suratun Nasikhah menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat, khususnya terkait ekonomi kerakyatan, menjadi perhatian serius. “Pemberdayaan UKM ini penting, karena menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Jika UKM kuat, maka ekonomi warga juga akan ikut tumbuh,” ujar Suratun Nasikhah dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).
Terkait infrastruktur, warga menyoroti masih adanya beberapa ruas jalan yang belum tertangani. Namun demikian, Suratun menjelaskan bahwa pada tahun ini sudah banyak usulan warga yang mulai direalisasikan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum.
“Alhamdulillah, beberapa usulan perbaikan jalan sudah dikerjakan, seperti di Tawangrejo Kelurahan Tawangsari, Desa Karangrejo, hingga Dusun Sugihan Desa Pojok. Ini bukti bahwa aspirasi warga benar-benar kami perjuangkan,” ungkapnya.
Selain infrastruktur dan ekonomi, masyarakat juga mengusulkan sosialisasi kebencanaan, rehabilitasi gedung TK dan SD yang rusak, sosialisasi pencegahan penyakit, keamanan pangan, serta pelatihan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) guna menunjang potensi lokal.

Menanggapi hal demikian, Suratun menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi tersebut sesuai kewenangan DPRD. “Semua masukan ini akan kami catat dan kami bawa ke pembahasan lebih lanjut. Reses adalah jembatan antara masyarakat dan pemerintah agar kebijakan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, kegiatan reses juga ditandai dengan penyerahan simbolis hibah kepada empat kelompok kepemudaan di Kecamatan Garum, masing-masing sebesar Rp10 juta per kelompok.
Hibah tersebut diketahui telah dicairkan pada Desember 2025. Secara keseluruhan, terdapat delapan kelompok kepemudaan yang telah menerima hibah, terdiri dari empat kelompok di Kecamatan Garum dan empat kelompok di Kecamatan Gandusari.
Perempuan yang duduk di Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar ini berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan positif kepemudaan.
“Saya berharap hibah ini benar-benar digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat dan produktif, sehingga pemuda bisa menjadi motor penggerak pembangunan di wilayahnya,” pungkasnya.
Kegiatan reses berlangsung lancar, tertib, dan penuh antusiasme, mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi demi kemajuan Kabupaten Blitar. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










