Selasa
26 Mei 2026 | 2 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Merayakan Natal dalam Keberagaman, dan Menghormati Toleransi untuk Mewujudkan Persatuan

pdip jatim 251225 dodi purwanto

DI tengah berbagai agama, kepercayaan dan budaya, Natal menjadi momen yang berharga untuk merenungkan toleransi, saling pengertian, dan kebersamaan. Namun, bagaimana kita merayakannya dengan memperkuat keberagaman serta menjaga kesatuan?

Perkenankan saya mengutip tema Natal 2025 Kemenag-RI : “C-LIGHT: Christmas – Love in God, Harmony Together”. Tema ini menegaskan pentingnya cinta kasih dalam Tuhan dan harmoni bersama sebagai nilai universal yang menjembatani semua lapisan masyarakat di tengah keberagaman Indonesia.

Tema yang menggugah pikiran dan dapat menjadi inspirasi bagi umat manusia untuk berbuat kebajikan di dunia.

Kebajikan dalam berperilaku, beragama, berbangsa, dan bernegara. Kebajikan akan mendorong umat manusia di muka bumi ini untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik, lebih adil, dan lebih bermartabat. Kehidupan yang harmonis dalam kesetaraan, kedamaian, dan persaudaraan di antara sesama umat manusia, serta kehidupan yang bermartabat dan beradab.

Tema ini juga mengingatkan kita semua akan nilai-nilai universal ajaran agama. Setiap agama sangat mencintai kehidupan yang aman, tentram, dan damai. Kehidupan yang jauh dari kekerasan, kebencian, dan fitnah. Kehidupan yang diwarnai oleh insan berbudi luhur, berakhlak mulia, penuh toleransi, dan saling mengasihi. Universal ajaran agama ini, harus menjadi motivasi dan inspirasi dalam memperkokoh kerukunan umat beragama di seluruh dunia, khususnya di Kabupaten Kediri.

Kita patut bersyukur bahwa perayaan Natal tahun ini berlangsung dalam suasana tenang, aman dan damai. Oleh karena itu, umat Kristiani bersama-sama elemen masyarakat lainnya, untuk terus memperkuat kebersamaan yang tulus dalam membangun negeri tercinta ini.

Dengan cara itu dapat membangun sebuah bangsa yang besar, bangsa yang memiliki peradaban unggul dan maju, bangsa yang mulia, bermoral dan dihormati oleh bangsa-bangsa lain di dunia.

Inilah esensi dari kehidupan bangsa kita yang bermartabat. Kemajemukan bangsa harus menjadi kekuatan. Kemajemukan harus disikapi dengan penuh rasa syukur, yang diimbangi oleh perbuatan positif. Keragaman yang dimiliki, harus diterima sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Kita semua umat manusia harus terus berkomitmen menjaga kemajemukan dan sendi-sendi kebebasan beragama, juga terus menjaga agar tidak ada pihak lain yang menyakiti saudaranya karena berbeda agama, paham politik, dan identitas sosial lainnya.

Kebebasan dan kerukunan beragama bukanlah semata-mata tekstual konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Tetapi lebih dari itu, masyarakat harus menumbuhkan nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan saling menghormati satu dengan lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Inilah hakekat prinsip hidup berdampingan dalam perbedaan, dan prinsip kebebasan beragama dalam bingkai Pancasila.

Dengan semakin tumbuhnya kesadaran akan perbedaan, keragaman dan toleransi, kita telah memiliki modal sosial utama dalam menatap masa depan dengan penuh harapan dan optimisme. Letakkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan. Hormati konstitusi dan tatanan kehidupan bernegara yang demokratis, melalui perilaku nyata dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

Perayaan Natal kali ini hendaknya juga disikapi sebagai memotivasi pembaharuan iman, cinta kasih, kesetiakawanan, dan solidaritas sebagai cerminan kepatuhan. Semangat ini hendaknya dapat diabdikan, tidak hanya untuk umat Kristiani saja, akan tetapi bagi umat lain di muka bumi ini.

Tema Natal tahun ini menjadi renungan, sekaligus sebagai spirit untuk maju. Menjadikan kasih Tuhan sebagai penerang hati sanubari dan umat manusia di muka bumi, melalui karya-karya nyata yang terbaik.

Ajaran agama sebagai pedoman untuk selalu bersikap optimis dan berfikir positif, bukan bersikap pesimis dan berfikir negatif, hanya dengan cara itulah cahaya terang yang besar ditengah-tengah kegelapan akan nampak jelas terlihat.

Natal bukan hanya perayaan satu kelompok, tetapi momen global yang melintasi batas-batas agama dan budaya. Dalam perayaan ini, kita dapat menemukan cara untuk menghormati perbedaan dan merayakan kesatuan.

Mari bersama-sama merayakan Natal dalam semangat toleransi dan cinta kasih yang mewarnai setiap tradisi. Selamat dan salam bahagia kepada saudara-daudaraku umat Kristiani, selamat merayakan hari Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026.

Semoga rasa cinta kasih dan damai selalu menyertai kita semua. Amien… (*)

Dodi Purwanto
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Genjot Produktivitas Petani, Rijanto Tekankan Pentingnya Peremajaan Lahan Tebu 

Bupati Blitar Rijanto menekankan pentingnya peremajaan lahan tebu melalui program bongkar ratoon untuk meningkatkan ...
HEADLINE

PDI Perjuangan Jatim Tebar 468 Ekor Sapi Kurban ke Pesantren dan Panti Asuhan

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyalurkan 468 ekor sapi kurban ke berbagai daerah sebagai bentuk kepedulian dan ...
SEMENTARA ITU...

Stadion Ketonggo Ngawi Bersiap Jadi Tuan Rumah Liga 4 Nasional

NGAWI – Stadion Ketonggo di Ngawi bersiap menyambut gelaran putaran 64 besar Liga 4 Nasional yang akan berlangsung ...
EKSEKUTIF

Tingkat Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Bupati Lukman Resmikan Kanal Pengaduan

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih ...
KRONIK

Festival Perempuan Pesisir, Ruang Solidaritas dan Aspirasi Perempuan Kawasan Pantai

SUMENEP – Ratusan pengunjung memadati Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Sumenep, menyaksikan Festival Perempuan ...
KRONIK

Hadapi Ancaman El Nino dan Degradasi Sosial, Wiwin Sumrambah Desak Penguatan Kemandirian Warga

JOMBANG – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, mengeluarkan peringatan keras terkait kondisi sosial ...