Senin
27 Juli 2026 | 1 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Puan Minta Pemerintah Segera Bantu Warga Terdampak Bencana di Sumut, Termasuk Layanan Trauma Healing

pdip-jatim-251105-pm-4

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Menurut Puan, bencana ini bukan saja meluluhlantakkan rumah dan psikis warga, tapi juga melumpuhkan sendi kehidupan masyarakat yang daerahnya terdampak.

“DPR RI menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam atas bencana alam di sejumlah daerah di Sumatera Utara. Kita harap proses evakuasi yang masih dilakukan tim SAR berjalan dengan lancar,” kata Puan, Rabu (26/11/2025).

Seperti diketahui, 4 wilayah di Provinsi Sumatera Utara, yang meliputi Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, dilanda bencana akibat cuaca ekstrem secara bertubi-tubi pada hari Senin dan Selasa (24-25/11/2025).

Di Kota Sibolga, banjir mengalir deras dan menghantam rumah, menyeret kendaraan, hingga merusak sejumlah infrastruktur. Akibat banjir dan longsor di Sibolga ini, 5 orang meninggal dunia dan empat orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Kemudian di Tapanuli Selatan (Tapsel), banjir bandang menghantam dua desa di Batangtoru, yakni Aek Ngadol dan Huta Godang. Informasi sementara, 4 orang dilaporkan meninggal dunia dan ribuan rumah terendam banjir.

Bencana alam banjir dan tanah longsor juga melanda dua desa di Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (25/11/2025), yakni Desa Sitolubahal dan Desa Robean, Kecamatan Purba Tua. Selain banjir, tanah longsor juga terjadi yang mengakibatkan dua rumah dilaporkan tertimbun.

Banjir bandang akibat cuaca ekstrem juga melanda Kabupaten Tapanuli Tengah yang menghadap ke Samudera Hindia. Menurut informasi, empat orang meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor di Tapteng.

Terkait hal ini, Puan minta pemerintah segera melakukan langkah-langkah nyata. Dia mengingatkan pemerintah untuk memastikan masyarakat terdampak segera mendapat bantuan. Termasuk masyarakat yang berada di tempat pengungsian.

“Setiap kebutuhan masyarakat terdampak harus menjadi perhatian pemerintah. Pemberian bantuan logistik jangan sampai terlambat, dan area tempat pengungsian harus dipastikan kenyamanannya,” pesan Puan.

“Dan Pemda beserta stakeholder terkait perlu juga menyiapkan layanan trauma healing bagi warga. Bencana alam tidak pernah mudah untuk dilalui, apalagi bagi mereka yang kehilangan,” sambung mantan Menko PMK itu.

Puan juga menekankan pentingnya koordinasi antar instansi yang saling bersinergi. Terutama saat penanggulangan bencana yang masih memerlukan evakuasi bagi warga.

“Hindari ego sektoral, pastikan keselamatan masyarakat yang paling utama,” tuturnya.

Lebih lanjut, Puan mendorong dilakukannya rekonstruksi jalan nasional dan jembatan yang rusak berat, dengan sistem ‘build back better’ agar tahan bencana, untuk penanggulangan infrastruktur.

“Segera relokasi sementara sekolah dan jalur alternatif logistik, agar pemulihan pendidikan dan ekonomi tidak tertunda,” sambung dia.

Menurutnya, bencana alam di Sumut telah menghentikan arteri kehidupan masyarakat di daerah terdampak. Untuk itu, Puan mendorong disiapkannya kebutuhan sosial ekonomi masyarakat dalam waktu dekat.

“Sekali jalan terputus, sekolah tak bisa diakses, petani dan UMKM tak bisa angkut hasil,” ujar Ketua DPP PDI Perjuangan itu.

Puan juga minta pemerintah membuat skema bantuan pemulihan ekonomi bagi petani dan pelaku UMKM yang kehilangan akses pasar, termasuk sarana transportasi darat.

“DPR akan mengawal setiap meter jalan, setiap anak kembali ke sekolah, setiap petani bisa angkut lagi hasil panen,” ujarnya.

Puan menegaskan bahwa tanggung jawab negara pasca-bencana tidak hanya menyediakan bantuan darurat, tapi memulihkan infrastruktur vital yang menopang aktivitas sehari-hari masyarakat.

“Jalan dan jembatan nasional yang rusak harus diprioritaskan karena mereka memfasilitasi akses pendidikan anak-anak yang tertunda belajar dan menjaga aktivitas perekonomian daerah,” sebutnya.

Puan memastikan DPR akan mengawasi realisasi pemulihan infrastruktur dan memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang merasa ditinggalkan saat bencana. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Lumajang Gelar Dialog Interaktif Peringati 30 Tahun Kudatuli

LUMAJANG – Mengenang Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli), DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang menggelar ...
KABAR CABANG

Refleksi Kudatuli, DPC Bojonegoro Ajak Mahasiswa dan Budayawan Tak Takut Bersuara

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro menggelar acara refleksi untuk ...
KABAR CABANG

Cahaya Lilin dan Ingatan Kudatuli yang Tak Pernah Padam di DPC PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI – Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi pada Minggu malam (26/7/2026) tampak lebih sunyi dari ...
KABAR CABANG

Peringati 30 Tahun Kudatuli, DPC Magetan Nyalakan 27 Lilin dan Gelar Doa Bersama

​MAGETAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menggelar acara renungan dan silaturahmi ...
KABAR CABANG

30 Tahun Kudatuli, DPC Kabupaten Pasuruan Gelar Renungan dan Sarasehan Sejarah

KABUPATEN PASURUAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan menggelar renungan dan sarasehan untuk mengenang ...
KRONIK

Deni Wicaksono Ajak Kader PDI Perjuangan Pegang Teguh Prinsip ‘Jas Merah’

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Deni Wicaksono mengajak seluruh kader memegang teguh prinsip Jas Merah dalam ...