Rabu
02 September 2026 | 2 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Reses, Hari Yulianto Panen Keluhan Kemacetan di Gedangan, Warga Minta Flyover

IMG-20251123-WA0031_copy_676x430

SIDOARJO – Kemacetan lalu lintas di perempatan Gedangan dan Jalan Raya Medaeng-Bungurasih Kecamatan Waru, menjadi keluhan warga seperti tersampaikan dalam acara serap aspirasi yang dilaksanakan anggota DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto di Desa Bohar Kecamatan Taman, Sabtu (22/11/2025).

Warga Taman bernama Hadi Suyitno, menyampaikan, dirinya yang sebagai driver ojek online kerap menghabiskan waktu saat melintas di sepanjang jalan raya Gedangan maupun Medaeng-Bungurasih.

“Kami harap ada rekayasa lalu lintas atau pelebaran jalan. Kemacetan di sana makin parah, terutama jam pulang kerja. Bila perlu di kasih jalan layang (fly over) di perempatan Gedangan,” tuturnya.

Kemacetan di Gedangan menjadi satu dari sekian aspirasi yang disampaikan warga kepada Hari Yulianto yang menggelar serap aspirasi masyarakat di enam titik, sejak 19 sampai 22 November. Yakni di Kecamatan Balongbendo, Tarik, Tulangan, Sidoarjo, Prambon, dan Taman.

Pria yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo tersebut mengatakan, reses kali ini difokuskan untuk menyerap berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan dasar warga.

“Sehari dua titik. Ini merupakan pertemuan serap aspirasi terakhir di masa reses akhir tahun ini,” ujar Hari usai kegiatan di Desa Bohar, Kecamatan Taman, Sabtu (22/11/2025).

Dalam setiap pertemuan, lanjut dia, berbagai persoalan disampaikan warga mulai dari pendidikan, pertanian, air bersih, lapangan pekerjaan, hingga infrastruktur lingkungan.

Di Tarik, Alfi, warga Desa Janti, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk cair serta belum optimalnya pengolahan sampah dan penanganan hama tikus di area persawahan.

“Sekarang bantuan pupuk cair susah didapat, Pak. Hama tikus juga makin parah,” ungkapnya.

Sementara itu, Siti, warga lain, di Balongbendo menyampaikan persoalan-persoalan di bidang pendidikan.

“Masih banyak yang belum bisa mengambil ijazah dan sulit mencari pekerjaan layak. Mohon diupayakan agar ada solusi, terutama bagi anak-anak lulusan sekolah swasta,” pintanya.

Dari Prambon, warga bernama Amin menyampaikan keluhan soal ketersediaan air bersih.

“Di Desa Kajartrengguli, butuh air bersih pak. Lingkungan kami banyak pabrik. Butuh Pamsimas pak,” ujarnya.

Di Tulangan, Senadi, warga Desa Padangan, meminta adanya pelatihan kerja bagi masyarakat desa.

“Kami butuh pelatihan yang bisa meningkatkan kemampuan dan membuka peluang kerja bagi warga,” katanya.

Sedangkan dari Prambon, Misbakun menyoroti masalah infrastruktur, seperti gapura batas kabupaten dan pengerukan kanal sungai yang mulai dangkal.

“Kanal sungai sudah banyak endapan, perlu segera dikeruk supaya aliran air lancar,” ujarnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Hari Yulianto menegaskan bahwa seluruh aspirasi warga akan dihimpun dan disampaikan kepada pemerintah provinsi untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Juga akan dikoordinasikan dengan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sidoarjo manakala terkait kewenangan pemkab.

“Setiap masukan dari warga menjadi bahan penting bagi kami dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan reses bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata kedekatan wakil rakyat dengan masyarakat.

“Saya tidak ingin reses hanya berhenti di seremonial. Setiap titik saya datangi agar bisa benar-benar mendengar langsung kebutuhan warga. Apa yang mereka sampaikan akan saya kawal sampai ada tindak lanjutnya, baik di tingkat provinsi maupun koordinasi dengan pemerintah kabupaten,” tegasnya.

Dengan selesainya enam titik reses di Sidoarjo, Hari berharap hasil serap aspirasi kali ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran di tahun mendatang.

“Harapan saya, hasil reses ini menjadi panduan agar pembangunan di Sidoarjo dan Jawa Timur bisa semakin merata dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat,” pungkasnya.(hd/ian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Antisipasi Karhutla saat Kemarau, Bupati Fauzi Terbitkan SE Larangan Bakar Lahan

SUMENEP – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kekeringan 2026 menjadi perhatian serius ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Minta Proyeksi Pembiayaan Pilgub Jatim dan Dasar Dana Cadangan Rp600 M Diperjelas

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta Pemprov Jatim memperjelas proyeksi keseluruhan kebutuhan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang: Perubahan APBD Jangan Sekadar Geser Angka, Harus Berdampak ke Rakyat

MALANG — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mengingatkan Pemerintah Kabupaten Malang agar Perubahan APBD ...
HEADLINE

Dua Ambulans DPC Sidoarjo Bantu Evakuasi Ratusan Santri Keracunan Makanan 

SIDOARJO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo menerjunkan dua tim ambulans dalam peristiwa keracunan massal ...
LEGISLATIF

P-APBD 2026 Disahkan, Ketua DPRD Ngawi Ingatkan 5 Program Prioritas RKPD

NGAWI – Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Yuwono Kartiko (King) mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi agar ...
KRONIK

Bupati Fauzi Minta KONI Sumenep Perkuat Pembinaan Atlet Muda

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini untuk ...