Selasa
28 Juli 2026 | 9 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Bisa Menang di Pemilu 2029, Ini Kekuatan Social Capital-nya

pdip-jatim-251122-yohan-wahyu-3

SURABAYA – Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu mengupas tuntas tantangan dan strategi yang bisa diterapkan PDI Perjuangan, khususnya di Jawa Timur, dalam menghadapi Pemilu 2029.

Dia memaparkan social capital PDI Perjuangan selama ini menjadi kekuatan partai, sekaligus tantangan menjelang kontestasi politik lima tahun mendatang.

Berdasarkan survei Litbang Kompas terbaru, jelas Yohan Wahyu, secara loyalitas pemilih, PDI Perjuangan Jatim memimpin dengan 85 persen. Menurutnya, ini lebih tinggi dari nasional yang sekira 65 persen.

70 Persen publik, ungkapnya, sesuai survei Litbang Kompas, juga masih percaya pada rekam jejak partai yang menang hattrick pada 3 pemilu sebelumnya tersebut.

Namun ada beberapa catatan yang menjadi evaluasi. Pasalnya sekira 65 persen pemilih PDI Perjuangan Jatim pada pemilu masih merupakan generasi tua, sedangkan milenial dan Gen-Z hanya 35 persen lebih.

Hal ini, sebutnya, cenderung kurang proporsional untuk kontestasi 2029. Terlebih kedepan 60 persen pemilih akan diisi oleh para anak muda, yakni kalangan milenial dan generasi Z.

“Mestinya pemilih PDI Perjuangan juga menggambarkan piramida terbalik sementara postur pemilih kita adalah yang muda yang banyak,” ujarnya saat menjadi pembicara talkshow RedTalks: Suara Muda untuk Jatim Keren, sebagaimana live streaming Youtube @TribunnewsSurya, dari gedung Dyandra Surabaya, Sabtu (22/11/2025).

Untuk itu, papar Yohan Wahyu, ada beberapa catatan yang perlu dilakukan untuk menjembatani gap tersebut. (Baca juga: Said Abdullah: RedTalks Fasilitasi Anak Muda Jatim Bicara Masa Depannya)

Pertama, kenali karakter pemilih muda. Anak muda era sekarang memiliki ciri 5 C, yakni critical, change, communicative, creative, connexted. Mereka cenderung rasional dan menjadikan media sosial sebagai kanal utama.

Partai, lanjutnya, harus masuk ke wilayah itu. Menawarkan hal konkret yang bisa dijangkau anak muda. Partai politik juga harus turun langsung ke rakyat, menjaga integritas, dan memenuhi janji kampanye.

“Lalu harapan publik pada parpol yang paling tinggi adalah turun langsung ke rakyat dengan 24,6 persen, memenuhi janji 20,9 persen, dan jaga integritas 18,3 persen,” ucapnya.

Dari hal tersebut, PDI Perjuangan bisa memaksimalkan upaya lewat 3 hal berikut. Pertama merawat loyalitas para pemilih lama (generasi X-baby boomer) yang dimaksimalkan dengan menggandeng pemilih baru.

Lalu transformasi identitas. PDI Perjuangan yang sebelumnya bertumpu pada ideologi harus berkembang bersama market oriented. Dan terakhir, masifkan digital campaign bersama success story.

Menurutnya PDI Perjuangan perlu menggabungkan strategi digital berbasis segmentasi generasi dengan program-program yang berhasil diinisiasi PDI Perjuangan. Seperti BPJS, dana desa, dan lainnya.

“Jadi tidak stuck ke pemilih lama tapi harus terjun ke orientasi market untuk menarik pemilih baru nya,” tuturnya.

Sementara itu, influencer Natasha Keniraras atau yang biasa dipanggil Natkeni, sebagai gen-Z yang terjun langsung ke dunia media sosial, dia menceritakan bagaimana pengaruh dunia maya dan kedekatannya dengan netizen lewat konten-kontennya.

Menurutnya, saat ini masyarakat sudah lebih cerdas. Dibanding membangun citra pidato dan birokrasi, publik akan lebih tertarik pada ketulusan.

Dari media sosial, mereka langsung bisa menilai konten tersebut tulus atau sekadar pencitraan.

“Jadi skill sekarang bukan lagi soal pidato karena mereka tahu ini setingan, jadi gimana supaya terlihat tulus,” ucap Natasha.

Untuk itu, dia menilai penting membangun soft skill, memanfaatkan teknologi, tidak anti pada artificial intelegent, dan membuat konten yang berasal dari hati.

“Kalau yang saya lihat sebenarnya generasi milenial dan di atasnya melihat AI itu negatif, padahal 50 persen dari kami itu pengguna AI. Ini potensinya besar banget. Jadi gimana kita mempergunakan hal itu untuk jadi senjata kita,” ujarnya.

Sekadar informasi, Red Talks bertajuk “Suara Muda untuk Jatim Keren” merupakan talkshow kolaborasi PDI Perjuangan Jatim dengan Tribun Jatim Network yang lahir dari kesadaran pentingnya peran anak muda dalam membangun Jawa Timur. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Nganjuk Gelar Khataman dan Sarasehan Peringati 30 Tahun Kudatuli

NGANJUK – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk menggelar rangkaian kegiatan doa bersama ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Siapkan Lomba SWK, Dorong Pengelolaan Kuliner Lebih Profesional dan Transparan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan lomba SWK untuk mendorong pengelolaan yang lebih profesional, transparan, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Jember Desak APBD 2027 Prioritaskan PPPK, Pengelolaan Sampah, dan Infrastruktur Desa

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember menyampaikan empat catatan strategis dalam pembahasan ...
LEGISLATIF

Renny Pramana: Keberhasilan Reses Diukur dari Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan keberhasilan reses ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Malang: Kudatuli Ingatkan Demokrasi Harus Terus Dijaga

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menegaskan Kudatuli menjadi pengingat penting agar demokrasi terus dijaga ...
KABAR CABANG

Renungan 30 Tahun Kudatuli, PDI Perjuangan Ponorogo Nyalakan Lilin Demokrasi

PONOROGO – Ruangan aula Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo mendadak temaram, pada Senin (27/7/2026) ...