MAGETAN – Ribuan Warga Magetan napak tilas sejauh 15 kilometer dari Ngunut – Parang – Magetan, Sabtu (18/10/2025).
Acara gerak jalan mengenang perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Magetan di era agresi militer Belanda tahun 1948, menjadi tradisi rutin yang dilaksanakan tiap tahun, bertepatan momen hari Jadi Magetan.
Acara diikuti para pegawai pemkab, jajaran forkopimda, pelajar, dan warga masyarakat sekaligus menyambut hari jadi Magetan ke-348 yang jatuh pada tanggal 12 Oktober 2025. Tampak ikut serta, Wakil Ketua DPRD Magetan, Suyatno.
“Napak tilas ini sebagai wujud refleksi generasi sekarang meneladani para pendahulu di masa lalu,” kata Sujatno di sela acara napak tilas.
Gerak jalan itu untuk mengenang peristiwa sejarah perpindahan pusat pemerintahan kabupaten dari Magetan ke Desa Ngunut Kecamatan Parang akibat agresi militer Belanda tahun 1948.
Napak tilas sekaligus sebagai pengingat bahwa Magetan mempunyai sejarah perjuangan yang heroik. Ini kita jadikan momentum menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan, berkesadaran mengenang sejarah dan meneruskan semangat perjuangan pemimpin kita dahulu, terutama bagi generasi muda Kabupaten Magetan.
Perpindahan dilakukan guna menghindari kekosongan kekuasaan dan meneruskan perjuangan. Pemerintah Kabupaten Magetan kemudian mengambil langkah strategis dengan memindahkan pusat pemerintahan ke Desa Ngunut, Kecamatan Parang.
“Masyarakat dapat berpartisipasi sebagai wujud nyata mengenang peristiwa bersejarah sembari berolah raga,” tambah sekretaris DPC PDI Perjuangan ini. (rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













