Jumat
09 Oktober 2026 | 1 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Penilaian Kota Sehat Nasional 2025, Tim Verifikasi dari Kemensos Kunjungi Surabaya

pdip jatim 250925 tim verifikasi kemensos

SURABAYA – Tim Verifikator Kabupaten Kota Sehat (KKS) Tingkat Pusat mengunjungi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam rangka melakukan validasi lapangan penilaian Kota Sehat Tingkat Nasional 2025.

Adapun indikator penilaian mencakup berbagai tatanan. Antara lain perlindungan sosial, kesehatan mandiri, kebudayaan, pasar, sekolah, hingga perkantoran.

Selama kunjungan, tim verifikator akan meninjau lokasi-lokasi untuk memvalidasi data yang disampaikan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan berbagai program yang telah dilakukan untuk mewujudkan kota sehat. Di antaranya adalah mewajibkan kepemilikan jamban dan pengelolaan sampah.

Nantinya Pemkot akan berupaya agar 700 RW di Kota Surabaya mampu memilah sampahnya dari rumahnya masing-masing terlebih dahulu sebelum dibuang. Selain itu Kota Surabaya telah mencapai cakupan 100 persen untuk kepemilikan jamban.

“Sampah tidak boleh lagi langsung dibuang ke TPA. Setelah dipilah, harus diolah di komposter atau TPS 3R yang ada di 12 lokasi sebelum akhirnya dibawa ke TPA Benowo,” papar Eri Cahyadi, di ruang sidang wali kota, Kamis (25/9/2025)

Dia menegaskan komitmennya dalam mewujudkan kota sehat bagi seluruh warga Kota Pahlawan.

“Untuk itu, kami akan terus bergerak bersama untuk mewujudkan kota yang sehat di Kota Pahlawan ini,” ujarnya.

Berbagai progam juga digencarkan Pemkot Surabaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Harapannya mampu menekan pengeluaran kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit.

“Jika semakin banyak warga yang sakit, artinya kita gagal dalam tindakan preventif. Kami ingin biaya-biaya itu bisa dialokasikan untuk hal lain yang lebih produktif, seperti menekan angka kematian ibu dan anak,” ungkapnya.

Sementara itu, Analis Kebijakan Kementerian Sosial yang juga merupakan anggota Tim Verifikator KKS Pusat, Ahmad Sobirin menjelaskan bahwa penilaian kota sehat mencakup sembilan tatanan.

Konsep “sehat” tidak hanya terbatas pada masalah medis, tetapi juga menyangkut perubahan perilaku masyarakat dari tingkat pribadi, keluarga, hingga lingkungan.

“Kami akan melihat apakah dokumen dan program yang disampaikan Pemkot Surabaya betul-betul dilaksanakan di lapangan atau hanya sekadar teori,” ujar Sobirin. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Banyuwangi Tuntaskan Musran dan Musanran, 217 Ranting serta 840 Anak Ranting Terbentuk

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi telah menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah ...
LEGISLATIF

Puan di Forum IPU: Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Haruslah Adil

Puan Maharani menegaskan di Sidang Umum IPU ke-153 bahwa tata kelola pemerintahan yang baik haruslah adil, ...
LEGISLATIF

Desak PSU Perumahan Vaganza Segera Diserahkan ke Pemkab Malang, DPRD Siap Kawal

MALANG – Komisi III DPRD Kabupaten Malang mendesak Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Vaganza segera ...
SEMENTARA ITU...

Prof Kyungyon Moon Apresiasi Inovasi Bupati Trenggalek, Siapkan Program Pemberdayaan Pemuda

TRENGGALEK – Inovasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi dari Prof. Kyungyon Moon dari Jeonbuk ...
LEGISLATIF

DPRD Banyuwangi Ajukan Raperda Inisiatif Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Dibahas

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mengajukan Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif tentang ...
UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...