Rabu
13 Mei 2026 | 1 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bersama Unisla, DPRD Lamongan Dukung Desa Tunggul Jadi Laboratorium Ekonomi Hijau Pesisir

IMG-20250807-WA0019_copy_591x411

LAMONGAN – Komitmen Universitas Islam Lamongan (UNISLA) dalam membangun desa berkelanjutan kembali dibuktikan melalui kolaborasi strategis bertajuk “Unisla Berdampak: Kolaborasi Kampus untuk Ekonomi Hijau, Wirausaha, dan Pesisir Berdampak” bersama warga Desa Tunggul, Kecamatan Paciran. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk field trip ini berlangsung di kawasan Pantai Tunggul dan Tuwung Café,
Kamis (7/8/2025).

Turut hadir Anggota DPRD Lamongan Fraksi PDI Perjuangan, Achmad Umar Buwang, yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif kampus dan desa dalam merintis ekowisata berbasis konservasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi hijau.

“Pendidikan dan masyarakat harus berjalan bersama. Kampus seperti Unisla harus terus terlibat dalam upaya perubahan sosial, apalagi di wilayah pesisir yang rentan,” ujar Buwang anggota DPRD Lamongan

Tanam Mangrove hingga Digitalisasi UMKM

Di tengah tantangan perubahan iklim dan isu transisi energi nasional, Desa Tunggul menyuguhkan harapan baru. Warga bersama mahasiswa dan dosen FEB UNISLA aktif menanam mangrove, menyusun program berkelanjutan, dan mengelola potensi alam untuk kesejahteraan dan edukasi.

Tak hanya aksi tanam 100 pohon mangrove dan 10 pohon pule sebagai simbol pelestarian.  Kegiatan juga diramaikan diskusi terbuka lintas generasi. Mahasiswa belajar langsung dari warga, berdialog dengan perangkat desa, dan menggali potensi lokal untuk dirancang menjadi program nyata.

Sejumlah rencana tindak lanjut pun disiapkan, mulai dari pelatihan branding produk UMKM, digitalisasi promosi wisata, hingga penyusunan dokumen pembangunan berbasis potensi lokal.

“Kami ingin para pemuda desa dan mahasiswa tidak ragu menjadi penggerak. Kolaborasi ini harus bisa membangun peradaban desa yang tangguh,” tegas Buwang.

MoU dan MoA Jadi Fondasi Kolaborasi

Kegiatan diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) antara UNISLA, FEB UNISLA, Pemerintah Desa Tunggul, dan Pokmaswas MASKOT sebagai bentuk komitmen jangka panjang.

Kepala Desa Tunggul, H. Moh. Yasin, menyambut antusias kerja sama tersebut. “Kami merasa bersyukur Desa Tunggul dipercaya menjadi mitra pembangunan berdampak oleh Unisla. Ini peluang emas untuk membangun desa dari berbagai aspek,” ungkap Yasin.

Ia juga berharap, keterlibatan kampus tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tapi berlanjut menjadi pendampingan konkret dalam proses pembangunan yang berkelanjutan.

Mahasiswa Belajar Langsung, Bangun Solusi dari Bawah

Wakil Rektor II UNISLA, Dr. Nurul Badriyah menekankan pentingnya mahasiswa untuk bersentuhan langsung dengan realitas sosial.

“Unisla ingin berkontribusi dalam pembangunan yang berkelanjutan. Mahasiswa harus mengalami langsung kehidupan masyarakat dan ikut membangun solusi dari bawah,” tuturnya.

Sementara itu, Dekan FEB UNISLA, Dr. H. Abid Muhtarom menegaskan komitmennya menjadikan Desa Tunggul sebagai laboratorium ekonomi hijau. “Ekonomi hijau perlu diwujudkan melalui kolaborasi. Mahasiswa harus belajar sambil mengabdi, menggali potensi desa, dan mendukung kemandirian masyarakat,” katanya.

Menurut Abid, kegiatan ini merupakan bagian dari portofolio Unisla Berdampak yang akan diperluas ke desa-desa pesisir lainnya di Lamongan.

“Menanam pohon itu menanam harapan. Kami percaya, perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama,” pungkasnya.(mnh/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Inisiasi “Sekolah Sampah”, Dorong Warga Surabaya Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Eri Irawan menginisiasi “Sekolah Sampah” untuk mendorong warga Surabaya memilah dan mengelola sampah dari rumah. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Pemimpin Bukan Dinilai dari Penghargaan, Tapi Dampaknya bagi Rakyat

Eri Cahyadi menegaskan pemimpin sejati tidak diukur dari penghargaan, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan ...
KRONIK

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Memberikan Data yang Benar dan Jujur

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut baik Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Minta Pengawasan Daycare Diperketat usai Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

Novita Hardini meminta pengawasan daycare diperketat usai kasus dugaan kekerasan anak di Yogyakarta menjadi sorotan ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Kurangi Undangan Reses dari 250 Jadi 200 Orang per Titik

DPRD Surabaya mengurangi jumlah undangan reses dari 250 menjadi 200 orang per titik demi efektivitas dan efisiensi ...