Selasa
11 Agustus 2026 | 8 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pertama di Jatim, Upgrading Kader Penggerak Koperasi di Sidoarjo

IMG-20250627-WA0062_copy_717x471

SIDOARJO – Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) DPC PDI Perjuangan Sidoarjo menggelar acara peningkatan kapasitas kader penggerak koperasi, di salah satu hotel di kawasan kota Sidoarjo, Jumat (27/6/2025).

Acara diikuti 250 peserta yang sebelumnya telah mengikuti pendidikan dan pelatihan perkoperasian yang digelar Badiklatda Jatim di Kecamatan Waru, pada 1 Juni 2025. Peningkatan kapasitas kader penggerak koperasi ini merupakan yang pertama kali diadakan dari 38 kabupaten dan kota se-Jatim.

Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sekaligus pengampu DPC Sidoarjo, Hari Yulianto menyampaikan perhatiannya terhadap koperasi karena peranannya sebagai penggerak ekonomi berbasis kerakyatan yang dapat memperkuat bangsa.

“Koperasi sebagai jalan perkonomian bangsa, jalan perekomian rakyat, adalah bentuk pengejawantahan kemandirian ekonomi bangsa dan negara sebagaimana disebut Bapak Pendiri Bangsa, Bung Karno sebagai tri sakti. Dalam hal ini, yakni Berdikari di Bidang Ekonomi. Berdikari, berdiri di atas kaki sendiri, sejatinya adalah karakter khas asli bangsa Indonesia,” ujar Hari.

Hari Yulianto yang juga Anggota DPRD Jawa Timur ini menambahkan jika ditengah situasi ekonomi sedang tidak stabil, koperasi mampu bertahan dengan semangat gotong-royongnya.

“Ditengah situasi ekonomi dunia dan nasional yang sedang tidak baik-baik saja, koperasi menjadi jalan keluar, menjadi pertahanan perekonomian yang tidak terbantahkan dari waktu ke waktu.”

Pria yang akrab disapa Keceng ini berharap agar forum peningkatan kapasitas kader penggerak koperasi mampu memberikan pengetahuan, keterampilan, dan kecakapan para peserta dalam berkoperasi.

“Kami harapkan juga kepada peserta, dengan segenap hati dan  bersungguh-sungguh menyerap pengetahuan yang disampaikan dalam forum ini. Juga lebih penting dari itu, sekembalinya dari forum ini, ilmu-ilmu dan berbagai jurus perkoperasian bisa diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat di lingkungan masing-masing,” kata Hari.

Sementara itu, pada upgrading perkoperasian kali ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidangnya. Drs. Wusono MT menyajikan materi kepengurusan koperasi dan Hendrik Effendi, SE menyajikan materi usaha dan keuangan koperasi.

Pemateri Wusono menyampaikan jika materi yang ia tekankan kali ini berfokus pada tahap kepengurusan koperasi. Bagaimana koperasi ini dapat berjalan dengan baik sehingga sesuai dengan arah dan tujuan para anggotanya.

“Nah inikan untuk upgrading, kalau yang pertama waktu itu sudah diajari tentang dasar-dasar perkoperasian, maka materi kali ini menekankan bahwa setelah terbentuk koperasi selanjutnya apa yang akan dilakukan oleh pengurus, oleh pengawas, oleh anggota ini.”

“Agar kemudian tidak vakum dan nanti menentukan untuk usahanya, apakah itu usaha retail, atau apa yang cocok nanti yang dikehendaki oleh anggota,” kata pemateri Wusono.

Hal yang sama dikatakan pemateri kedua, Hendrik mengatakan bahwa peningkatan kapasitas kader koperasi ini dilakukan guna memberikan gambaran atau arah yang jelas bagi jalannya sebuah koperasi. Kali ini, yang dijelaskan oleh pemateri kedua adalah berfokus pada neraca.

“ini fokus ke keuangan, jadi yang saya tekankan terkait neraca, arus kas, dan laba-rugi. Kenapa kita harus memberikan wawasan kepada para pengurus, pengelola ini karena pentingnya mengelola keuangan yang masuk maupun keluar ini harus jelas dan tercatat.

“Bagian pelaporan juga tercatat, sehingga ada sinkronisasi antara bukti transaksi antara kas masuk, kas keluar, bukti transaksi harus rasional,” kata Hendrik.

Seorang peserta pelatihan, Lilik Idarwati menyampaikan jika pelatihan koperasi seperti ini sangat bermanfaat baginya. Lilik berharap jika pelatihan ini nantinya akan ada lagi sehingga dapat memperdalam ilmu dalam bidang perkoperasian.

“Sangat bagus sekali, sangat senang sekali, karena ini kan suatu ilmu, bisa menambah wawasan, dan kebetulan saya juga nantinya akan menjadi pengurus koperasi sehingga ini menjadi manfaat bagi saya. Harapannya, agar nanti ada pelatihan lagi seperti ini biar ilmunya nambah-nambah terus,” ujar Lilik.(hd/ian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...