PONOROGO – Sebanyak 13 dari 29 pekerja di warung kopi prostitusi di Kabupaten Ponorogo terindikasi positif HIV/AIDS. Karena itu, 14 warung yang berlokasi di sepanjang Jalan Raya Siman, Desa Demangan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, itu resmi ditutup secara permanen oleh Satpol PP dan masyarakat setempat.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengatakan bahwa hampir seluruh pekerja berasal dari luar Ponorogo.
“Dari 29 orang, hanya 2 yang dari Ponorogo. Yang lain dari luar kota; ada yang dari kabupaten tetangga,” ujarnya, Rabu (7/5/2025).
Kang Giri, sapaan akrabnya, sengaja tidak menyebut daerah asal pekerja tersebut karena alasan privasi dan hak asasi manusia (HAM).
Meski demikian, politisi PDI Perjuangan itu akan mengambil langkah dengan memulangkan para pekerja itu ke daerah asalnya masing-masing. Pun, akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) setempat.
“Kami akan pulangkan segera. Pulangkan di mananya tidak usah saya jelaskan, tapi kami berikan pemberitahuan kepada pemda setempat,” terangnya.
Selain itu, dia juga meminta pemda setempat untuk tetap memberikan kesempatan pada para pekerja itu untuk tetap produktif agar memperoleh penghasilan. Namun harus tetap dalam pengawasan.
“Mohon diawasi jangan sampai keluar (rumah). Tapi juga tidak boleh terganggu hak asasinya, tapi diganti penghasilannya diberikan mesin jahit diajari apa di rumah, biar nggak jadi penyebar,” tandasnya.
Seperti diketahui, sebanyak 14 warung kopi yang digunakan sebagai lokasi prostitusi di sepanjang Jalan Raya Siman, Desa Demangan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo resmi ditutup secara permanen.
Penutupan dipicu setelah adanya temuan dari Dinas Kesehatan Ponorogo yang menyebutkan bahwa sekitar 35 persen atau 13 dari 29 pekerja terindikasi positif HIV/AIDS.
Lahan yang ditempati warung itu pun merupakan lahan milik PT KAI. Pemerintah masih berupaya berkoordinasi dengan PT KAI terkait rencana pembongkaran belasan warung prostitusi itu. (jrs/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













