Minggu
03 Mei 2026 | 7 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jelang Musim Giling, Petani Tebu Magetan Minta Pemerintah Segera Tetapkan HPP Gula

IMG-20250501-WA0020_copy_1280x862

MAGETAN – Menjelang masa produksi tebu menjadi gula (giling), sejumlah petani tebu tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Magetan dan puhak pabrik gula berkumpul di salah satu angkringan di Kawedanan, Selasa (30/4/2025).

Kedua pihak membahas sejumlah hal, termasuk harapan naiknya harga pokok penjualan (HPP) gula pada tahun ini.

Penasehat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Magetan, Hendrad Subiyakto, menyampaikan, musim giling bakal berlangsung tak lama lagi. Di Pabrik Gula Redjosarie, misalnya, Hendrad memperkirakan dimulai pada 14 Mei 2025.

Untuk kelancaran proses giling, Hendrad meminta kepada pemkab untuk memperbaiki sejumlah titik ruas jalan yang rusak di jalur angkut tebu dari ladang ke pabrik.

Dijelaskan Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini, pengangkutan tebu dari jalur utara, seperti Karangrejo, Kartoharjo, Karas melalui jalur Maospati-Bendo-Kawedanan.

“Ada ruas jalan yang rusak di Bendo – Kawedanan. Ini harus segera dicarikan solusi bersama, diantaranya pemkab agar segera memperbaiki jalan yang rusak,” kata Hendrad.

Selain itu, lanjut dia, agar ada perhatian terhadap timbangan tebu. “Jangan sampai truk pengangkut tebu mengantri berjam-jam bahkan sampai meluber ke jalan raya seperti tahun lalu,” katanya.

Hal tak kalah penting, Hendrad berharap pemerintah segera menetapkan HPP gula. Termasuk, kenaikan nominal pada tahun ini dibandingkan tahun lalu.

“HPP Gula tahun 2024 sebesar Rp 14.500 per kilogram, dan tahun ini kami mengusulkan 15.000 per kilogram,” kata Hendrad.

“Minimal dibeli Rp 15.000, karena kenaikan biaya produksi di lahan,” imbuhnya.

Usul kenaikan HPP didasari kekawatiran petani tebu karena pemerintah tidak membatasi kuota impor. Tanpa ada pembatasan, maka stok dalam negeri akan menumpuk sehingga bisa menjatuhkan harga gula.

Sementara itu, General Manager  PG Rejosarie, Andris Dahono Saroyo menyatakan kesiapannya pada musim giling tahun ini.

“Semangat tahun ini semoga sukses, harapannya petani dapat untung banyak, dan pabrik tidak rugi,” kata Andris Dahono Suroyo.

Andris menyampaikan dalam waku dekat, ketel akan dinyalakan untuk steam test. Dan jika pada tahun lalu tidak ada pertunjukkan wayang, maka tahun ini bakal diadakan, sehingga bisa berdampak baik pada musim giling tahun ini.

Andris memperkirakan musim giling tahun ini di PG Redjosarie,  akan menggiling sekitar 3 juta ton tebu. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Cak Eri Ajak Gen Z Karah Jadi Motor Ekonomi Kampung

Eri Cahyadi dorong Kampung Pancasila di Karah Surabaya, libatkan Gen Z, UMKM, dan ekonomi warga berbasis ...
HEADLINE

Hasto Tekankan Gotong Royong dan Persatuan Buruh Kunci Perjuangan Kesejahteraan

Hasto Kristiyanto tekankan gotong royong dan persatuan buruh sebagai kunci perjuangan kesejahteraan pada May Day ...
KABAR CABANG

Sanggar Cantik Merdeka Jadi Ruang Sehat Warga Tuban

TUBAN – Di tengah kepungan gaya hidup digital yang serba cepat, upaya mengembalikan kesadaran masyarakat akan ...
RUANG MERAH

Kartini yang Bekerja

Oleh Mahendra Cipta DALAM kosmologi Madura, konsep tentang perempuan dan semangat Kartini (emansipasi/pendidikan) ...
KRONIK

Sonny Tinjau Pantai Bimo Banyuwangi, Soroti Sampah Pesisir dan Dorong Wisata Fishing Center

BANYUWANGI – Anggota DPR RI Komisi IV, Sonny T. Danaparamita, melakukan kunjungan serap aspirasi ke kawasan pesisir ...
LEGISLATIF

Untari Dorong Kejar Paket A, B, C untuk Tingkatkan Lama Sekolah di Jatim

Sri Untari dorong program kejar paket A, B, C untuk tingkatkan lama sekolah di Jawa Timur yang masih 13,44 tahun. ...