PONOROGO – Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menargetkan pada tahun 2030 dari keseluruhan lahan sawah di Ponorogo seluas 34 ribu hektare, 25 ribu hektare di antaranya bisa menjadi sawah organik.
Hal itu disampaikan Sugiri saat menghadiri tasyakuran panen padi dan masa tanam kedua sekaligus peluncuran pupuk organik cair di areal persawahan Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo.
“Di 2030 dari 34 ribu hektare, saya rumuskan 25 ribunya harus sudah hijrah menjadi sawah organik,” ujar Sugiri, Minggu (13/4/2025).
“Kenapa organik penting? Sawah hari demi hari berkurang karena dibangun bangunan, lahan semakin tergerus. Ini PR kita bersama-sama bagaimana meluaskan area,” lanjut politisi PDI Perjuangan itu.
Sugiri juga mendorong seluruh kelompok tani (poktan) untuk beralih menggunakan pupuk organik agar hasil yang didapatkan berkualitas. Pun, penggunaan pupuk kimia turut agar bisa berkurang.
“Yang pertama sehat, kedua berpihak kepada lingkungan, ketiga murah, keempat hasil panennya menjadi mahal, akan menambah added value penghasilan. Ini penting untuk kita dorong bersama-sama,” tuturnya.
Sedangkan pada masa tanam kedua ini, Sugiri menargetkan 3 ribu hektare lahan bisa menjadi sawah organik.
Ia juga mengapresiasi Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) dan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) yang turut andil mendampingi poktan dalam mewujudkan sawah organik.
Tak hanya itu, Sugiri juga akan menggandeng Muhammadiyah dan menginstruksikan untuk dibentuk gugus Ponorogo organik.
“Kalau gercep dan gotong royong serentak menuju organik, kita juga membantu pemerintah pusat untuk tidak terlalu banyak mengeluarkan subsidi pupuk. Dari kotoran sapi, kambing, ayam, bisa diolah menjadi pupuk organik kan keren, bos. Murah dan sehat,” tandasnya. (jrs/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













