Senin
03 Agustus 2026 | 7 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Target PAD Sektor Pariwisata  Tidak Tercapai, Komisi B DPRD Magetan Bakal Panggil Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

TELAGA-SARANGAN-scaled-1_copy_781x504
Telaga Sarangan. Foto: Magetan.go.id

MAGETAN – Komisi B DPRD Magetan berencana memanggil pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyusul tidak terpenuhinya target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Magetan, Rita Haryati, Rabu (1/1/2025).

Menurut Rita, target PAD dari sektor ini pada tahun 2024 adalah sebesar Rp 21,68 miliar. Namun realisasi hingga akhir tahun hanya Rp 20,16 miliar atau sekitar 92,99 persen.

Data menunjukkan capaian pendapatan tertinggi terjadi pada April 2024, yakni sebesar Rp 3,38 miliar. Sementara pendapatan terendah tercatat pada Maret 2024, hanya Rp 720 juta.

Untuk defisit akhir tahun mencapai Rp 1,5 miliar, diduga disebabkan oleh berbagai faktor.  Termasuk cuaca ekstrem selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta persaingan dari destinasi wisata di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Rita Haryati pun mengaku terkejut dengan capaian PAD wisata yang tidak mencapai target. Ia menyebut hal ini sebagai penurunan yang signifikan, mengingat biasanya sektor ini surplus.

Karena itu, lanjut dia, Komisi B DPRD Magetan berencana memanggil Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk mengevaluasi kinerja sektor wisata pada 2024.

Legislatif berharap langkah strategis dapat diambil untuk memastikan target PAD sektor wisata tercapai pada 2025.

Rota menambahkan, ada beberapa hal yang sebetulnya telah diusulkan pihaknya untuk mencapai target. Seperti pemberlakuan e-ticketing.

“Tahun 2025, sistem ini harus diterapkan,” tegas Rita Haryati yang juga bendahara DPC PDI Perjuangan Magetan.

E-ticketing, kata dia, sebetulnya sudah berulang kali disarankan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. “Tetapi sampai sekarang belum diterapkan,” cetusnya.

Lanjutnya, Dinas Pariwisata beralasan jika Telaga Sarangan, destinasi andalan Magetan, bukan hanya kawasan wisata, tetapi juga pemukiman penduduk.

Hal ini menyulitkan penerapan e-ticketing untuk membedakan pengunjung lokal dan wisatawan. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

HUT ke-11 Asosiasi BPD, Erma Harap Semakin Solid dan Inspiratif

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengucapkan selamat HUT ke-11 ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Temui Sopir Angkot Malang, Dewanti Dorong Dialog Cari Solusi Trans Jatim Koridor II

DPRD Jatim akan menemui sopir angkot Malang Raya yang menolak Trans Jatim Koridor II. Dewanti Rumpoko mendorong ...
LEGISLATIF

Anton Kusumo Minta Penilaian Desil Bansos Berdasarkan Kondisi Ekonomi Riil Keluarga

MADIUN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun, Anton Kusumo, meminta pemerintah mengevaluasi mekanisme ...
SEMENTARA ITU...

Fatatoh Ajak Pemuda Muhammadiyah Bangun Budaya Politik Berbasis Integritas

Anggota DPRD Kabupaten Blitar Fatatoh Hironi Ulya mengajak Pemuda Muhammadiyah membangun budaya politik yang ...
LEGISLATIF

Andy Firasadi Minta Langkah Luar Biasa Putus Peredaran Narkoba di Jawa Timur

SURABAYA – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Andy Firasadi, mendesak pemerintah bersama aparat penegak hukum ...
KRONIK

Bupati Lukman Sambut Gembira Peluncuran STAIM Bangkalan, Momentum Tingkatkan IPM

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, meresmikan peluncuran Sekolah Tinggi Agama Islam Al Muhsiny (STAIM) di ...