Minggu
11 Oktober 2026 | 9 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Akan Bangun Tanggul Laut Sepanjang Pesisir Kota Pahlawan

pdip-jatim-241130-ec1

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana membangun tanggul laut di pesisir Kota Pahlawan. Tanggul tersebut akan dibangun di sepanjang wilayah pesisir Romokalisari hingga Gunung Anyar.

Walikota Eri Cahyadi menyatakan, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) akan membangun tanggul laut dalam upaya mengantisipasi banjir rob. Tujuannya, memudahkan nelayan menyandarkan perahunya, dan berguna sebagai pemecah ombak.

“Tanggul laut ini untuk memecah (ombak) sebenarnya, jadi sehingga tidak sampai ke pesisirnya,” kata Eri, kemarin.

Pemkot Surabaya saat ini tengah menyiapkan konsep dan penghitungan jumlah anggaran yang diperlukan dalam pembangunan tanggul laut.

Eri menegaskan, pemkot akan melakukan perhitungan anggaran secara maksimal agar pembangunan tanggul tidak mengganggu program lain yang sudah dirancang sebelumnya.

“Pokoknya anggarannya jangan sampai mengganggu kegiatan yang memang sudah kita rencanakan, misalnya program pendidikan dan kesehatan gratis. Apalagi, kan sekarang anggaran pemkot dalam satu tahun ke depan ini ada Rp 1 triliun yang digunakan untuk makan siang gratis. Makanya nanti akan ada persiapan-persiapan lagi untuk pencocokan anggaran di tahun 2025,” paparnya.

Eri menjelaskan, Pemkot Surabaya saat ini masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pembangunan tanggul laut. Selain itu, pemkot juga akan melakukan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam pembangunan proyek tanggul laut.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menyampaikan Pemkot Surabaya menggunakan cara KPBU karena anggaran yang dikeluarkan lebih murah dan hemat. Selain itu, anggaran yang telah disiapkan untuk program lain tidak sampai dialihkan untuk proyek pembuatan tanggul laut.

“Karena itu uangnya besar kita juga konsentrasi dahulu, karena tanggul laut itu akan menyedot banyak uang ke depannya. Yang kedua kita juga berusaha melakukan KPBU, karena KPBU ini lebih ringan, contoh ketika membangun rumah sakit Rp 500 miliar, daripada setahun Rp 500 miliar hilang, nah ini cukup Rp 100 miliar nyicilnya (per tahun), sehingga yang Rp 400 miliar bisa digunakan untuk yang lainnya,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Beber Jalur Koreksi Desil Bansos, Warga Kediri Bisa Ajukan Pemutakhiran Data

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mengingatkan warga agar memeriksa data kesejahteraan yang ...
KRONIK

RSUD Blambangan Raih Tiga Penghargaan NHR, Bupati Ipuk: Tolok Ukur Berbenah Tingkatkan Layanan

BANYUWANGI – RSUD Blambangan Banyuwangi meraih tiga penghargaan dalam ajang National Hospital Ranking (NHR) yang ...
KRONIK

Bupati Fauzi Upayakan Pemulangan 9 Nelayan Sumenep yang Ditahan di Australia

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengupayakan pemulangan sembilan ...
HEADLINE

HUT ke-81 Jatim, Deni: Pembangunan Berhasil Jika Rakyat Ikut Maju dan Merasakan Manfaatnya

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono menegaskan keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari ...
KRONIK

Ratusan Kendaraan Dinas “Raib”, Andi PDIP Sebut Pemda Berpotensi Tanggung Kewajiban Pajak

BONDOWOSO – Sebanyak 409 kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab0) Bondowoso tidak diketahui ...
LEGISLATIF

Wiwin Minta Pemerintah Hitung Pasokan Bahan Baku Sebelum Bangun Pabrik Pakan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Wiwin Sumrambah mengingatkan pemerintah agar mengkaji kesiapan bahan ...