Selasa
15 September 2026 | 10 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kader Tak Bisa Menolak Jika Ditugaskan Maju di Pilkada DKI

pdip-jatim-ilustrasi-logo-pilkada-dkiJAKARTA – PDI Perjuangan tidak menutup peluang kader-kader terbaiknya, bertarung di Pilkada DKI Jakarta. Penugasan kepada kader partai sebagai calon kepala daerah di ibukota itu dimungkinkan, jika di antara para pendaftar tak ada yang memiliki elektabilitas tinggi.

Penugasan khusus itu, jelasnya, hanya berlaku bagi kader partai. Seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, atau Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

“Hampir semua kader PDI Perjuangan siap ditugaskan,” kata Komarudin Watubun, kepada wartawan di kompleks Parlemen di Jakarta, kemarin.

Pada kesempatan itu, komarudin tak memungkiri adanya peluang Risma menjadi penantang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta. “Saya bilang politik itu kemungkinan. Bisa saja terjadi,” jelasnya.

Dia mengaku memahami alasan Risma, yang beberapa kali menyatakan secara terbuka bahwa dia menolak jika dicalonkan sebagai gubernur DKI Jakarta. Kepada wartawan, Risma menyatakan punya tanggung jawab dan amanat yang diberikan warga Surabaya kepadanya sebagai wali kota sampai akhir masa jabatan.

Tapi Komarudin mengingatkan, bahwa sebagai kader, Risma tak bisa menolak manakala PDIP memutuskan untuk menugaskannya sebagai calon gubernur Jakarta. “Kalau partai memerintahkan, tidak ada bilang tidak bisa. Pasti harus dilaksanakan,” ujar dia.

Saat ini PDI Perjuangan sedang menyeleksi 35 nama yang mendaftar sebagai calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta. Selanjutnya akan ada fit and proper test terkait faktor psikologis, kepemimpinan, daya juang, hingga kemampuan dalam menyelesaikan masalah.

“Masih diverifikasi sekarang. Nanti diserahkan ke DPP, baru kita lakukan proses psikotes dan wawancara,” urainya.

Dalam menyeleksi bakal calon, PDI Perjuangan tak hanya mengandalkan hasil survei tentang elektabilitas dan popularitas. Hal ini mengacu pada pengalaman PDIP dalam memenangkan sejumlah pemilihan kepada daerah. Salah satunya adalah memenangkan Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta dan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah.

Jokowi dan Ganjar yang sebelum pilkada digelar disebut memiliki tingkat keterpilihan (elektabilitas) kecil ternyata bisa menang. Belajar dari pengalaman itulah PDI Perjuangan optimistis calon yang diajukan di Pilkada DKI bisa mengimbangi kandidat petahana, Ahok.

“Bahwa survei bukan satu-satunya parameter mengajukan calon. Bagi kami ketika ada partai politik yang mengandalkan survei elektabilitas dia akan terjebak pada pragmatisme,”  kata Wakil Sekjen PDI Perjuangan, Ahmad Basarah. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Raperda P-APBD 2026 Disepakati, Syaifuddin: Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Boleh Dicoret

SURABAYA — Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Sidak Gudang Pengepul Kentang Mitra Indofood usai Keluhan Petani Soal Panen Lambat

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan turun langsung meninjau gudang pengepul kentang di Jalan Raya ...
LEGISLATIF

Puan Kenang Jejak Bung Karno dan Bulgarian Rose dalam 70 Tahun Persahabatan Indonesia-Bulgaria

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani mengenang kunjungan Presiden pertama RI Soekarno ke Bulgaria pada 1961, saat ...
LEGISLATIF

Developer di Gresik Tak Sediakan Lahan Makam Terancam Sanksi

GRESIK – Pengelolaan pemakaman menjadi perhatian serius wakil rakyat kabupaten Gresik. Pasalnya, perumahan kian ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Air Bersih ke Tiga Desa di Sumberrejo Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro mendorong berbagai pihak untuk ...
OLAHRAGA

Hadapi Porprov 2027, Doding Dorong Semua Cabor Terus Poles Atlet dan Pelatih

TRENGGALEK — Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, KONI Kabupaten Trenggalek mendorong ...