Selasa
15 September 2026 | 12 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati Raih Profesor Kehormatan ke-3 di Uzbekistan, PDI Perjuangan Surabaya Bangga!

pdip-jatim-240922-msp-uzbekistan-1

SURABAYA – Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, kembali mendapat pengakuan global atas kiprahnya untuk Indonesia dan dunia. Megawati menerima penganugerahan gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Silk Road Internasional di Samarkand, Uzbekistan, Sabtu (21/9/2024).

Megawati dianugerahi gelar Profesor Kehormatan di Bidang Pariwisata Budaya Berkelanjutan (Sustainable Cultural Tourism), diserahkan langsung oleh Rektor Universitas Silk Road Internasional sekaligus Menteri Pariwisata dan Warisan Budaya Republik Uzbekistan, Aziz Abduhakimov.

Megawati menyampaikan pidato ilmiah bertema “Jalan Kebudayaan dan Titik Temu Peradaban” di hadapan sivitas akademika Universitas Silk Road Internasional.

Tercatat ini merupakan gelar profesor kehormatan ketiga yang dianugerahkan kepada Megawati, setelah sebelumnya menerima gelar serupa dari Seoul Institute of The Arts (SIA), Korea Selatan, pada 2022, dan dari Universitas Pertahanan (Unhan) pada 2021.

Ketua DPC PDI Perjungan Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, menyampaikan bahwa keluarga besar PDIP Surabaya menyampaikan selamat dan turut berbangga dengan pencapaian Megawati tersebut.

“Selamat kepada Ibu Megawati atas penganugerahan profesor kehormatan. Kami bangga dan terinspirasi dengan kiprah Ibu Megawati yang terus berkontribusi bagi demokrasi, kebudayaan, dan kehidupan sosial-kemasyarakatan di tanah air dan dunia,” ucap Adi Sutarwijono di Surabaya, Minggu (22/9/2024).

Adi mengatakan, perjalanan Megawati ke Samarkand, Uzbekistan, untuk menerima penganugerahan gelar profesor kehormatan sekaligus berziarah ke makam Imam Bukhari menunjukkan bagaimana Megawati sangat memahami dan menghargai upaya-upaya mewujudkan peradaban dunia yang lebih baik.

Megawati mencetuskan pemikiran tentang pentingnya jalan kebudayaan di tengah kebuntuan hukum internasional akibat berbagai konflik geopolitik dunia dewasa ini.

“Ibu Megawati meyakini bahwa jalan kebudayaan sebagai jembatan dialog yang tepat antar bangsa demi terwujudnya perdamaian dunia dan peradaban dunia yang lebih baik,” jelas Adi.

Megawati, lanjut Adi, dalam pidato ilmiahnya juga menyinggung soal Jalur Sutra yang merupakan jejak sejarah peradaban dunia yang sangat berpengaruh dalam membentuk dunia modern di masa kini.

“Ibu Megawati menyebut jalur sutera bukan sekadar mata rantai perdagangan, tetapi juga visi dan daya kepeloporan untuk membangun peradaban dunia,” ungkapnya.

Dalam sejarah, Jalur Sutra dikenal sebagai rute perdagangan global pertama yang menjangkau begitu banyak kawasan dunia. Jalur Sutra menjadi bagian peradaban yang mengembangkan perdagangan, seni, keagamaan, budaya, ide, dan teknologi.

“Uzbekistan, negara yang dikunjungi Ibu Megawati sekaligus tempat dimana beliau menerima gelar profesor kehormatan, adalah salah satu pusat utama Jalur Sutra ribuan tahun lalu,” sebut Adi.

Di Uzbekistan, Megawati juga berziarah di makam Imam Bukhari, yang kitabnya dikenal luas di Indonesia dan seluruh dunia serta menjadi rujukan utama soal hadits. Makamnya terletak di Samarkand, sebuah kota yang sangat tua di Asia Tengah, kini masuk wilayah Uzbekistan.

Indonesia mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat Samarkand dan Uzbekistan secara umum, karena peran Presiden Sukarno dalam menemukan makam tersebut.

Berdasarkan sejumlah literatur sejarah, saat akan berkunjung ke Uni Sovyet saat itu, Bung Karno memberi syarat kepada pemimpin Uni Sovyet agar makam Imam Bukhari “ditemukan”, kemudian ditindaklanjuti dengan pencarian hingga ditemukanlah di Samarkand, yang ketika itu masih menjadi bagian dari Uni Sovyet.

Setelah dorongan Bung Karno tersebut, makam Imam Bukhari diberi atensi, dari dulunya relatif tidak terawat, lalu diperbaiki secara berkelanjutan. Dan kini menjadi kompleks yang lebih representatif dengan masjid berkapasitas ribuan jamaah, museum, hingga pusat kajian hadits.

“Rentetan sejarah ini menunjukkan bagaimana Bung Karno mampu memainkan peran penting dalam peradaban dunia melalui jalan kebudayaan,” tutupnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Raperda P-APBD 2026 Disepakati, Syaifuddin: Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Boleh Dicoret

SURABAYA — Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Sidak Gudang Pengepul Kentang Mitra Indofood usai Keluhan Petani Soal Panen Lambat

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan turun langsung meninjau gudang pengepul kentang di Jalan Raya ...
LEGISLATIF

Puan Kenang Jejak Bung Karno dan Bulgarian Rose dalam 70 Tahun Persahabatan Indonesia-Bulgaria

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani mengenang kunjungan Presiden pertama RI Soekarno ke Bulgaria pada 1961, saat ...
LEGISLATIF

Developer di Gresik Tak Sediakan Lahan Makam Terancam Sanksi

GRESIK – Pengelolaan pemakaman menjadi perhatian serius wakil rakyat kabupaten Gresik. Pasalnya, perumahan kian ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Air Bersih ke Tiga Desa di Sumberrejo Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro mendorong berbagai pihak untuk ...
OLAHRAGA

Hadapi Porprov 2027, Doding Dorong Semua Cabor Terus Poles Atlet dan Pelatih

TRENGGALEK — Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, KONI Kabupaten Trenggalek mendorong ...