Jumat
09 Oktober 2026 | 5 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Atasi Krisis Iklim, Pemkab Trenggalek Kembangkan Sistem Pertanian Hemat Air di Lahan Kering

pdip-jatim-240725-pertanian-hemat-air

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek mengembangkan sistem pertanian hemat air di lahan kering. Langkah ini untuk mengantisipasi perubahan iklim yang tidak menentu selama beberapa tahun terakhir.

Bupati Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) mengatakan, uji coba sistem pertanian hemat air telah dilakukan di sejumlah lahan pertanian Trenggalek dalam kurun dua musim tanam terakhir.

Salah satu uji coba dilakukan Kelompok Tani Sinar Harapan di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, yang hasilnya telah dipanen dua kali sejak uji coba pada 2023.

“Kami melakukan panen pada uji coba pertanian hemat air dan juga hemat pupuk. Ini sudah dua kali panen,” kata Mas Ipin, Rabu (24/7/2024).

Politisi PDI Perjuangan ini mengaku puas dengan hasil panen padi pada sawah demplot (demonstration plot) di Desa Gandusari, beberapa hari lalu.

Dia menyebut hasil dari sistem itu baik. Hal itu merujuk perbandingan hasil panen antara sawah lahan basah dengan sawah lahan kering yang dilakukan treatment atau perlakuan khusus tersebut.

Menurutnya, hasil dari lahan kering yang mendapatkan treatment itu jauh lebih baik. “BPS (Badan Pusat Statistik) sudah datang dua kali dan membandingkan, hasilnya lebih baik ini,” ungkapnya.

Untuk itu, Trenggalek berencana memperluas sistem tersebut. Melihat hasil demplot itu, Mas Ipin optimistis target empat kali panen dalam satu musim tanam dengan sistem hemat air di lahan kering itu dapat terwujud.

Dengan demikian, ketahanan pangan Trenggalek dapat terus stabil. “Kalau ini bisa terjadi maka insya Allah di Trenggalek nanti kita bisa mengatasi krisis iklim ini dengan pertanian seperti ini,” ucap Mas Ipin.

Sementara itu, inovasi sistem tanaman yang tidak tergantung pada cuaca tersebut berawal dari kegelisahan para petani. Mereka pusing karena dengan kondisi cuaca yang tidak menentu mengakibatkan minim panen, atau bahkan gagal panen.

“Sekarang iklim tidak bisa ditebak. Ketika menanam padi ternyata hujan tidak turun. Kemudian menanam jagung ternyata setelah tanam hujan turun tidak berhenti-henti,” kata Ketua Kelompok Tani Sinar Harapan, Isnanto.

Menjawab tantangan itu, Mas Ipin mengamanahkan untuk membuat sistem pertanian hemat air. Dengan pendampingan pemerintah daerah, mereka membuat sistem itu.

Dia menyebut cara membuatnya mudah. Pertama adalah menggali tanah sedalam 50 cm. Tanah galian itu kemudian diberikan lembaran plastik UV, yang diharapkan bisa bertahan 8 -10 tahun.

Bekas galian itu kemudian dicampur dengan pupuk organik dan ditimbun. Setelah itu diberikan aliran air dan dilakukan penanaman.

“Lembaran plastik UV itu fungsinya untuk menahan air sehingga sawah nantinya memiliki kecukupan air. Dengan begitu sawah itu tidak lagi tergantung hujan turun atau tidak,” terang dia.

Perpaduan pupuk dan suplai air yang cukup itu menghasilkan produktivitas apik. Sejak awal 2023, uji coba menggunakan sistem itu sudah menunjukkan hasil positif dengan panen dua kali.

Dengan lahirnya inovasi itu, pihaknya berharap target IP 400 di lahan kering dapat terwujud. “Kami berharap bisa mencapai IP 400. Dalam satu tahun benar-benar bisa panen empat kali,” harap Mas Ipin. (put/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Luncurkan Teman Lansia, Bupati Ipuk Pastikan Warga Senior Rentan Tak Luput dari Layanan

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus memperkuat perhatian kepada warga lanjut usia (lansia), ...
LEGISLATIF

Amithya Soroti Urgensi Retreat Kepala Sekolah Kota Malang di Tengah Efisiensi Anggaran

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita meminta Pemerintah Kota Malang mengkaji ulang ...
EKSEKUTIF

Pungli di Akses Stadion GBT Disorot, Eri Cahyadi Tegaskan Jalan Umum Gratis

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Satgas Anti-Preman dan kepolisian membongkar gardu yang diduga ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Pemerintah Tetapkan Batas Usia Pakai Galon Guna Ulang

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong pemerintah segera menetapkan batas usia pakai maksimal ...
LEGISLATIF

Puan Maharani: Parlemen Punya Empat Tanggung Jawab Wujudkan Pemerintahan yang Adil

TANZANIA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan parlemen memikul empat tanggung jawab utama untuk mewujudkan tata ...
LEGISLATIF

Basarah Dorong Penanganan Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan dari Hulu hingga Hilir

JAKARTA – Anggota Komisi XIII DPR RI Ahmad Basarah meminta penanganan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan ...