BLITAR – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mendapat kado istimewa pada moment peringatan Haul ke-54 Bung Karno. Presiden ke-5 RI tersebut menerima sebuah hadiah berupa karya seni artistik dari seniman Batam, Kepulauan Riau (Kepri), bernama Sofian atau yang biasa dikenal sebagai “Abang Seni”.
Lukisan tersebut bergambar Presiden pertama RI, Soekarno. Lukisan ini nampak berbeda dari biasanya, karena bahan bakunya dari material jarum pentul.
Karya seni rupa itu diserahkan Sofian usai Megawati Soekarnoputri ziarah makam ayahandanya. (Baca juga: 54 Tahun Wafatnya Presiden Pertama RI, Megawati Nyekar Makam Bung Karno)
Secara simbolis lukisan Bung Karno tersebut kemudian diserahkan Megawati Soekarnoputri kepada Wali Kota Blitar Santoso untuk kemudian dipajang di Museum Bung Karno.
“Haul ke-54 Bung Karno kali ini istimewa, selain Ibu Megawati, keluarga Ibu Sukmawati juga hadir. Sekaligus ada kado istimewa berupa lukisan Bung Karno yang dibuat dari jarum pentul kepada Ibu Megawati,” kata Santoso, (21/6/2024).
Rencananya, lukisan itu akan dipasang pada pigora dan nantinya akan dipajang di Museum Bung Karno agar semua masyarakat atau pengunjung yang datang bisa melihat karya tersebut.
“Lukisan Bung Karno, memiliki makna yang dalam, terkesan kuat dari nilai art-nya yang kental. Mengingatkan bahwa Bung Karno adalah sosok yang memiliki sense of art yang tinggi,” tambah Santoso.
Menurutnya, hadiah lukisan Bung Karno ini diberikan pada momentum yang tepat sehingga memberikan kesan istemewa di hari Haul ke-54 Bung Karno tahun ini.

Sementara itu, Sofian, pembuat karya Lukisan Bung Karno itu menjelaskan, ia sengaja membuat karya lukisan dari jarum pentul dengan jumlah 11.969 (sebelas ribu sembilan ratus enam puluh sembilan) dan dengan benang wol 7 (tujuh) warna.
Jumlah jarum pentul tersebut, kata Sofian, memiliki makna tersendiri. Yakni 69 adalah umur dari presiden pertama, Ir. Soekarno. Kemudian, pada tanggal 11 bulan 9 tahun 69 diyakini olehnya terjadi sesuatu terhadap Bung Karno.
“Dari saya sendiri merasakan bahwa di tanggal 11 bulan 9 tahun 69 apakah ada terjadi sesuatu dengan Bung Karno, karna itu dimasa beliau sedang sakit-sakitnya,” kata Sofian.
Lanjutnya, ada yang unik dari lukisan itu, ia merasa bahwa pada bagian tertentu terlihat Bung Karno sedang bersedih. Sementara ia sebagai pencipta karya tidak merasa dengan sengaja membuat kesan demikian.
Kemudian untuk jumlah jarum pentul yang ia pakai, Sofian mengaku menghitungnya secara detil satu persatu. Tujuannya agar karya lukis tersebut dapat didaftarkan untuk hak paten dan hak cipta atas nama dirinya.
“Jarum pentul itu kita ketuk satu persatu, kemudian kita lilit dengan benang, itu bagaikan dari sabang sampai merauke, bersatu menjadi indonesia,” jelas pria asal Batam yang lebih dikenal dengan nama Abang Seni itu.
Sofian menyebut, lukisan itu dibuatnya pada tahun 2020 selama dua bulan. Ia mengaku jika pembuatan lukisan tersebut karena adanya panggilan hati dan tanpa ada niat untuk diperjual-belikan.
“Lukisan Bung Karno ini bukan pesanan dari siapapun melainkan bukti ketulusan cinta saya buat Bapak Bangsa Indonesia, Insinyur Soekarno,” tandasnya. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










