Minggu
08 November 2026 | 2 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Anak Tidak Sekolah di Jember Masih Tinggi, Ipung Minta Pemerintah Jemput Bola

pdip-jatim-240604-edi-cahyo--jember

JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo menyayangkan kondisi tingginya angka anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Jember.

Dia menyebut, jika masih ada anak-anak yang tidak bisa bersekolah atau tidak bisa menikmati pendidikan di sekolah, ada kemungkinan karena dua faktor. Pertama faktor keluarga dan kedua dari pemerintah daerah.

Menurutnya, faktor keluarga sangat dominan memengaruhi tingkat partisipasi anak bersekolah. Misal anak-anak yang sudah terbiasa membantu orang tuanya di kebun.

“Jadi, bukan keluarga tidak mampu, tapi memang karena budaya yang dibangun orang tua,” jelas Ipung, sapaan akrab Edi Cahyo, dilansir dari radarjember, Senin (3/6/2024).

Dia meyakini, kondisi tersebut banyak terjadi di Kabupaten Jember. Meski sudah digalakkan program wajib belajar 12 tahun, dan sekolah yang sudah lama digratiskan, namun tak cukup mampu menaikkan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya.

“Program beasiswa untuk anak-anak sekolah sampai ke perguruan tinggi juga ada. Tapi, kembali ke minat anak dan dukungan keluarganya,” imbuhnya.

Namun demikian, lanjut Ipung, faktor keluarga tak bisa disalahkan sepenuhnya. Sebab, di sisi lain, budaya keluarga yang tidak menyekolahkan anaknya juga merupakan dampak dari lemahnya upaya pemerintah dalam menyosialisasikan program wajib belajar kepada masyarakat.

Oleh karena itu, Ipung menyarankan pemerintah daerah setempat tidak hanya terfokus pada program rutinitas. Namun, menjangkau pada problem-problem yang selama ini menyelimuti wajah pendidikan Jember. Termasuk soal ATS tersebut.

“Jangan hanya menunggu bola. Tetapi, ya harus menjemput bola, sehingga tahu masalahnya seperti ini dan langkah yang harus dilakukan seperti ini. Jadi, semuanya perlu kehadiran pemerintah,” jelas pria yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Jember itu.

Ipung dalam beberapa kali kesempatan bertemu dengan Dinas Pendidikan Jember, terakhir sempat membahas perihal program-program pemerintah di bidang pendidikan. Namun, belum menyentuh soal ATS tersebut.

“Karenanya segera, nanti kita bertemu dengan Diknas, akan kami pertanyakan. Karena, cukup disayangkan juga jika Jember cukup besar ATS-nya,” tutupnya. (rio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Soekarno Run Blitar Tembus 5.000 Pelari, Hotel Penuh dan UMKM Ikut Bergerak

BLITAR — Soekarno Run Blitar 2026 melampaui target awal 4.200 peserta. Antusiasme masyarakat membuat jumlah pelari ...
KRONIK

Pagelaran Campursari Tombo Ati Bojonegoro, Merawat Seni Tradisi dan Penggerak Ekonomi

BOJONEGORO – Alunan musik campursari dan gelak tawa warga membahana di Lapangan Desa Sambongrejo, Kecamatan ...
KRONIK

Soekarno Run Lewati Istana Gebang dan Makam Bung Karno, Eri Cahyadi: Tanamkan Semangat Berdikari

BLITAR — Lintasan Soekarno Run 2026 yang melewati kawasan Istana Gebang dan Makam Bung Karno bukan sekadar rute ...
KRONIK

Candra PDIP Dorong Watu Ulo Jadi Penggerak Ekonomi, Bukan Sekadar Destinasi Wisata

JEMBER – Potensi wisata bahari Pantai Watu Ulo, Kecamatan Ambulu, dinilai belum tergarap maksimal untuk ...
SEMENTARA ITU...

Prajurit TNI Asal Trenggalek Gugur dalam Misi Karhutla, Bupati Arifin: Kami Bangga sekaligus Berduka

TRENGGALEK — Pengabdian Sersan Satu (Sertu) Anumerta Heri Prasetyo kepada negara berakhir dalam misi pemadaman ...
HEADLINE

Antusiasme Soekarno Run Membeludak, PDI Perjuangan Jatim Buka Polling Tentukan Kota Berikutnya

BLITAR — Antusiasme masyarakat mengikuti Soekarno Run di Jawa Timur bakal menjadi penentu lokasi penyelenggaraan ...