Sabtu
06 Juni 2026 | 3 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hardiknas 2024, Untari Nilai Penerapan Sistem Zonasi Belum Ideal di Jatim

PDIP-Jatim-Sri-Untari-04032024

SURABAYA – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap tanggal 2 Mei merupakan momentum bagi semua pihak untuk melakukan refleksi dan evaluasi demi mewujudkan kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Timur.

Menyambut Hardiknas, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh murid di Jatim yang berhasil diterima di banyak perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik di Indonesia. Capaian tersebut menempatkan Jatim sebagai peringkat pertama peserta didik paling banyak diterima di PTN.

“Kita masih patut berbangga karena banyak anak Jatim diterima di PTN yang bagus-bagus. Kita ranking pertama se-Indonesia. Itu merupakan bagian dari apresiasi kita,” ujar Untari di Surabaya, Kamis (2/5/2024)

Pada momentum yang sama, anggota Komisi E DPRD Jawa Timur tersebut juga turut mengapresiasi guru serta tenaga kependidikan yang telah membaktikan diri untuk membimbing anak-anak murid mereka.

“Saya bangga akan kehadiran guru serta tenaga kependidikan yang membaktikan diri kepada murid-murid mereka, sehingga anak-anak ini bisa belajar dengan efektif untuk memperoleh nilai bagus dan diterima di PTN terbaik di Indonesia,” tuturnya.

Di sisi lain, Untari tidak lupa memberikan catatan evaluasi terhadap proses penyelenggaraan pendidikan di Indonesia, khususnya di Jatim, terutama perihal sistem zonasi.

“Zonasi yang saat ini dikembangkan oleh pusat, saya lihat belum ideal penerapannya di Jatim, utamanya karena di tiap kecamatan kita belum punya sekolah negeri,” jelasnya.

Untari menilai, masih banyak masyarakat di Jatim yang orientasinya harus menyekolahkan anak-anaknya di sekolah negeri, padahal dalam kurikulum merdeka itu kedudukan negeri dan swasta setara.

Untuk itu, ia mendorong kepada pemerintah untuk lebih giat mensosialisasikan zonasi kepada masyarakat dan ikut melibatkan pihak swasta, mengingat swasta selalu hadir di kala pemerintah tidak memiliki anggaran untuk membangun sekolah negeri.

“Perlu dipikirkan adanya upaya membangun kerja sama antara negeri dan swasta. Semuanya sama-sama mendapatkan support dari pemprov agar tidak ada kesenjangan antara negeri dan swasta,” tandasnya. (yols/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Untari Dorong Penguatan Regulasi Disabilitas untuk Menjamin Hak Kelompok Rentan

Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mendorong penguatan regulasi perlindungan penyandang ...
LEGISLATIF

Yordan Batara Goa Soroti Banyak Perda Belum Efektif, DPRD Jatim Dorong Evaluasi Menyeluruh

Ketua Bapemperda DPRD Jawa Timur Yordan M. Batara Goa mendorong evaluasi menyeluruh terhadap perda yang telah ...
LEGISLATIF

Ony Setiawan Minta Pemerintah Lebih Serius Lindungi Peternak Ayam Petelur

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan meminta pemerintah lebih serius memperhatikan nasib peternak ayam ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Soroti Ketimpangan DBHCHT, Minta Daerah Penghasil Dapat Porsi Lebih Berkeadilan

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur membawa isu strategis DBHCHT, kinerja BUMD, dan penyesuaian program ...
KABAR CABANG

Mencari Mereka yang Tercecer dari Bansos, Kerja-kerja Kerakyatan dari PAC PDIP Mumbulsari

Kisah pendampingan warga prasejahtera di Mumbulsari, Jember. Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan turun ...
LEGISLATIF

Diana Sasa: Ketahanan Ekologi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Anggota DPRD Jawa Timur Diana Sasa menegaskan ketahanan ekologi harus menjadi prioritas pembangunan daerah. ...