Selasa
27 Oktober 2026 | 4 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pragmatisme Politik Merajalela di 2024, Hasto: PDI Perjuangan Tetap Akan Setia dengan Jalan Ideologi

pdip-jatim-240427-sekjen-majalengka

“Pesan Ibu Mega, berpolitik membumi. Inilah yang akan membuat PDI Perjuangan bisa berdiri kokoh menghadapi gempuran”

MAJALENGKA – Pragmatisme politik dalam berbagai bentuk yang terjadi nyata di Pemilu 2024 lalu tak akan membuat PDI Perjuangan, yang dipimpin Ketua Umum Prof.Dr.(HC) Megawati Soekarnoputri mengubah haluan dan sikap setia kepada ideologi kerakyatannya.

Dalam pidatonya di hadapan peserta rapat koordinasi PDI Perjuangan Majalengka, Sabtu (27/4/2024), Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengakui kondisi demokrasi Indonesia sedang terguncang akibat pragmatisme politik berlebihan di pemilu 2024.

Sebagai contoh, wajar bila saat ini ada perasaan khawatir bahwa rakyat kecil takkan punya harapan bisa menjadi pemimpin hanya karena tak ada koneksi ke aparat berkuasa dan oligarki pemegang modal.

“Mengkhawatirkan kalau ke depan syarat jadi pemimpin adalah harus punya uang, punya koneksi dengan aparat berkuasa dan investor politik,” kata Hasto.

Meski demikian, dia menekankan bahwa PDI Perjuangan akan tetap setia dengan jalan ideologinya. Godaan pragmatisme takkan melunturkan berbagai program pendidikan politik kerakyatan yang selama ini telah dilakukan.

Karena pada akhirnya, PDI Perjuangan percaya bahwa kunci utama tetaplah kebersatuan dengan rakyat. Artinya, PDI Perjuangan lebih memilih selalu tetap hadir bersama rakyat, menjadi solusi bagi rakyat, dibanding hanya hadir di saat akhir jelang pemilihan dengan menebar uang.

Sebagai contoh, PDI Perjuangan telah sejak lama mengampanyekan program menanam 10 tanaman pendamping beras. Program dilakukan sejak sebelum ada krisis pangan seperti yang sedang terjadi pada saat ini, yang dipicu oleh perang Rusia-Ukraina dan terakhir konflik Israel dan Iran.

“Kenapa dulu Ibu Megawati mendorong gerakan menanam itu. Karena didasari ideologi, bahwa pangan itu terkait perut rakyat. Bu Mega mengingatkan bahwa Bung Karno berangkat dari falsafah petani, falsafah marhaen. Maka dedikasi dari PDI Perjuangan adalah mengangkat harkat dan martabat Wong Cilik, martabat para petani,” urai Hasto.

Hal itu akan juga menjadi bagian dari pembahasan di Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan yang akan digelar pada 24-26 Mei mendatang. Tema utamanya adalah Satyam Eva Jayate yang berarti pada akhirnya kebenaran akan menang.

“Maknanya, kita menang apabila PDI Perjuangan selalu bersatu dengan kekuatan rakyat. Kita akan menang jika jiwa kita selalu menyatu dengan perjuangan rakyat,” ujar Hasto.

Di rakernas itu, akan dibahas dinamika politik nasional maupun dunia yang menyangkut kehidupan rakyat.

Kata Hasto, Megawati berpesan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi krisis. Yang pertama terkait perang di Eropa dan krisis di Timur Tengah. Semua itu, mau tak mau akan berpengaruh pada konstelasi politik dan ekonomi.

Saat ini, misalnya, terjadi tekanan pada mata uang rupiah, disertai penurunan pendapatan negara akibat turunnya permintaan akan bahan baku yang kerap diekspor Indonesia.

Di sisi fiskal, beban subsidi BBM akan menjadi sangat berat. Kata Hasto, beban itu belum ditambah beban akibat progam makan siang gratis.

“Maka kita harus kencangkan ikat pinggang kita. Apa yang bisa kita lakukan? Kita harus pastikan menanami makanan pendamping beras. Karena beras dan cabe mahal. Maka setiap kader harus mau bergotong royong bersama membantu masyarakat. Politik itu juga bicara pangan, bagaimana partai harus berusaha menjadi solusi bagi masyarakat,” urai Hasto.

“Pesan Ibu Mega, berpolitik membumi, inilah yang akan membuat PDI Perjuangan bisa berdiri kokoh menghadapi gempuran,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kawal Kasus Kekerasan Anak Medokan, Armuji Dukung Evaluasi UU Perlindungan Anak

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Anti-Perundungan ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Wira Wiri Kenpark–Purabaya Naik Kelas, Kapasitas Armada Perlu Ditambah

SURABAYA – Tingginya keterisian penumpang dan panjangnya jarak perjalanan menjadi alasan Ketua Komisi C DPRD ...
MILANGKORI

Mbah Jenggot, Penjaga Langen Tayub Tuban yang Bertahan di Antara Panggung dan Perjuangan Hidup

Sejak 2001, Suparminto setia menjadi cucuk lampah seni Langen Tayub. Ketika tanggapan ramai, ada penghasilan untuk ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Rider Trail Perkuat Gotong Royong, Bantu Pembangunan Masjid di Trenggalek

TRENGGALEK – Hobi memacu adrenalin di jalur perbukitan dan hutan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. ...
KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...
KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...