SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Agatha Retnosari, menggelar pelatihan barista untuk warga Surabaya. Menggandeng Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim, Agatha berharap muncul 1.000 bos kafe baru selama 5 tahun ke depan.
”Saya berharap mereka tidak hanya menjadi karyawan kafe, tapi juga menjadi bos kafe baru,” ujar Agatha di Surabaya, Minggu (26/11/2023).
Menurut Agatha, tren bisnis kopi belakangan menjadi bisnis yang menjamur dan memiliki potensi ekonomi tinggi untuk terus dikembangkan.
Ia juga menegaskan, pasarnya juga sangat luas, dari laki-laki dan perempuan, pada gemar minum kopi. Segmennya juga luas dari usia muda, remaja, hingga usia tua masih gemar minum kopi. ”Minum kopi saat ini sudah menjadi gaya hidup,” jelasnya.
Karena itu, dalam setiap kali paket pelatihan, Agatha menggandeng puluhan pengusaha muda untuk mengenal lebih dekat tentang bisnis kopi sekaligus bagaimana meracik kopi yang layak untuk dipasarkan.
Tidak hanya memberikan materi dan praktik, usai pelatihan 60 peserta dari wilayah Surabaya dan sekitarnya juga mendapatkan sejumlah alat penyumbang bisnis kopi seperti cangkir dan alat pengaduk kopi.
Di sisi lain, lanjut politisi PDI Perjuangan itu, Jawa Timur merupakan salah satu sentra produsen kopi nasional. Data Departemen Pertanian Amerika menyebut Indonesia menempati posisi keempat sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia.
Salah satu daerah penyumbang kopi terbesar di Indonesia adalah Jawa Timur. Menurut data Kementerian Pertanian, Jawa Timur memproduksi kopi hingga 48.675 ton sepanjang 2021. Di Jatim setidaknya ada 6 daerah penghasil kopi. Di antaranya, Malang, Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Lumajang, dan Pasuruan. (set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













