Jumat
24 April 2026 | 11 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Basarah: Megawati Tetap Hormati Jokowi Sebagai Presiden RI

pdip-jatim-231113-tpn-gama

“Sampai detik ini ibu Mega melarang kader-kader PDI Perjuangan, siapapun dia, untuk melakukan tindakan, perkataan, ucapan-ucapan yang menyerang kewibawaan pak Jokowi sebagai seorang presiden”

JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan bahwa Ketua Umum (Ketum) DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tetap menghormati Presiden Joko Widodo sebagai pemimpin negara Indonesia.

“Dalam konteks masalah kenegaraan sampai dengan detik ini, ibu Mega tetap memosisikan bapak Joko Widodo sebagai Presiden RI yang memegang kekuasaan pemerintahan negara, kepala pemerintahan, panglima tertingginya TNI, dan lain lain,” kata Basarah di Jakarta, Minggu (12/11/2023).

Dia menegaskan bahwa Megawati selaku Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, secara tegas melarang anggota partainya melakukan tindakan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

“Sampai detik ini ibu Mega melarang kader-kader PDI Perjuangan, siapapun dia, untuk melakukan tindakan, perkataan, ucapan-ucapan yang menyerang kewibawaan pak Jokowi sebagai seorang presiden,” ungkapnya.

Menurut Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud tersebut, dengan kondisi politik saat ini, Presiden Ke-5 RI itu mampu membedakan antara masalah politik dengan kenegaraan.

Basarah menyampaikan bahwa Megawati sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, tetap berpegang teguh pada aturan konstitusi yaitu urusan calon presiden dan wakil presiden merupakan wewenang dari partai politik.

Hal itu tertuang dalam Pasal 6A ayat 2 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang mengatakan bahwa calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik sebelum pemilu dimulai.

Oleh karena itu, Basarah menyatakan bahwa ketika Presiden Joko Widodo yang juga merupakan kader utama di PDI Perjuangan menginginkan calon presiden dan wakil presiden di luar preferensi partainya, langkah etika yang tepat adalah menyampaikan hal tersebut terlebih dahulu kepada Ketum PDI Perjuangan.

“Maka ketika pak Jokowi kemudian menginginkan calon presiden dan wakil presiden yang lain harusnya secara etika organisasi beliau menyampaikan dahulu hal ini kepada bu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, karena itulah aturan mainnya berpartai,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Pasok 5 Ton “Keripik Sampah” untuk Bahan Bakar Alternatif Pabrik Semen

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan pengiriman perdana 5 ton produk ...
KRONIK

Gas Porprov 2027, KONI Trenggalek Geber TC Atlet Peraih Medali

KONI Trenggalek langsung geber pemusatan latihan atlet peraih medali untuk memburu prestasi di Porprov Jatim 2027. ...
EKSEKUTIF

Pemkab Lamongan Perkuat Komitmen Penurunan Stunting Melalui Program Genting

LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menunjukkan langkah konkret dalam mencetak generasi emas yang bebas ...
KRONIK

Ratusan Kasus Narkoba Menghantui Lumajang, Desa Tunjungrejo Perkuat Ketahanan Lewat Penyuluhan Hukum

LUMAJANG – Memajukan desa tak sekadar membangun infrastruktur. Juga bagaimana pembangunan sumber daya manusia (SDM) ...
KABAR CABANG

Ficky Septalinda: Sinergi Tiga Pilar Partai, Strategi Mencapai Kemenangan Kontestasi Politik

BANYUWANGI – Menjaga soliditas dan kekompakan tiga pilar Partai menjadi strategi dan kunci utama PDI Perjuangan ...
KRONIK

Erma Inisiasi Program Nelayan Ramah Lingkungan di Pantai Sidem Tulungagung

TULUNGAGUNG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, menginisiasi program nelayan tanah ...