KONI Trenggalek langsung geber pemusatan latihan atlet peraih medali untuk memburu prestasi di Porprov Jatim 2027.
TRENGGALEK — Doding Rahmadi langsung tancap gas usai dilantik sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Trenggalek dengan menyiapkan pemusatan latihan (training center/TC) bagi atlet peraih medali sebagai langkah awal memburu prestasi di Porprov Jatim 2027.
“Pemusatan latihan segera kita jalankan. Ini penting untuk menjaga performa atlet agar tetap siap sebagai duta daerah,” tegas Doding, Kamis (23/4/2026).
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa kepengurusan baru tidak ingin menunggu, tetapi langsung membangun fondasi pembinaan sejak awal.
TC difokuskan pada atlet yang sudah terbukti menyumbang medali, dengan target menjaga konsistensi sekaligus mendongkrak capaian di ajang Porprov mendatang.
Doding menyadari, tanpa pembinaan berkelanjutan, performa atlet rawan menurun. “Prestasi tidak bisa instan. Harus dijaga ritmenya lewat latihan yang terukur,” ujar Ketua DPRD Trenggalek tersebut.
Untuk memperkuat strategi, KONI Trenggalek memetakan 35 cabang olahraga ke dalam tiga kategori: unggulan, prestasi, dan harapan.
Pemetaan ini bukan sekadar klasifikasi, tetapi menjadi dasar pengambilan kebijakan, termasuk alokasi anggaran pembinaan.
“Kalau prestasi naik, dukungan juga harus naik. Ini sistem yang kita bangun,” jelasnya.
Tahun ini, sekitar Rp1 miliar disiapkan untuk mendukung pembinaan atlet dan pelaksanaan TC.
Tak hanya itu, peningkatan bonus atlet juga tengah disiapkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi.
Doding juga menyinggung fenomena perpindahan atlet ke daerah lain. Menurutnya, hal itu sering terjadi karena kurangnya komunikasi dan kejelasan pembinaan.
“Dengan TC, status atlet jelas. Kita ingin mereka merasa diperhatikan dan tetap loyal,” tegas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek itu.
Ketua KONI Jatim, Mochamad Nabil, menilai langkah cepat tersebut sebagai sinyal positif. Ia menekankan pentingnya konsistensi latihan dan jam tanding agar atlet mampu bersaing di level provinsi.
“Kalau ritme latihan terjaga, adaptasi atlet akan lebih baik dan peluang prestasi terbuka lebar,” ujarnya. (aris/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











