Minggu
31 Mei 2026 | 1 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Zona I TPA Selopuro Ngawi Overload, Slamet Riyanto Perjuangkan Zona II

pdip-jatim-dprd-ngawi-121121-slamet-riyanto-b

NGAWI – Tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Selopuro Ngawi makin menggunung. Bahkan di beberapa sisi, sampah meluber di jalan.

Selain tak sedap dipandang, bau busuk juga tercium di sekitar areal pembuangan. Akibatnya, warga yang tinggal di sekitaran TPA mengeluh lantaran indera penciuman mereka terganggu.

Ketua Komisi IV DPRD kabupaten Ngawi, Slamet Riyanto, saat melakukan tinjauan di TPA Selopuro Ngawi mengatakan, lokasi pembuangan sampah itu sudah melebihi kapasitas. Menurutnya, sudah tidak mungkin membuang sampah di lokasi yang sama.

“TPA Selopuro ini sudah over capacity, tidak memungkinkan lagi untuk membuang sampah di sini,” katanya, Kamis (11/11/2021).

Anggota fraksi PDI Perjuangan itu menjelaskan, dalam satu hari, 40 ton sampah dibuang di lokasi TPA. Sampah-sampah itu berasal dari 7 kecamatan yang berada di seputaran lokasi TPA.

Kebutuhan tempat pembuangan baru, dikatakan Slamet, sebagai kondisi obyektif untuk saat sekarang. Mengingat ruang kosong areal pembuangan lama yang makin menipis.

Namun, kebutuhan pembangunan zona baru tersebut sepertinya belum segera terlaksana. Malahan, Slamet menyebut, realisasi rencana tersebut masih belum ada kejelasan.

“Berdasarkan hasil hearing P-APBD tahun 2022, diinformasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup, bahwa rencana bantuan pembangunan zona dua TPA Kabupaten Ngawi itu di-cancel, entah sampai kapan kita tidak tau,” katanya.

Pihaknya menuturkan, persyaratan yang diberikan pemerintah untuk membangun zona dua TPA Selopuro sudah terpenuhi semua. Dia menyebutkan mulai dari Detail Engineering Design (DED), pengadaan lahan, Andalalin, UKL-UPL, sudah terpenuhi.

“Tinggal pencairan dana, tapi di-cancel atau di-pending oleh pusat,” tutur Slamet.

Kendati demikian, dirinya memastikan akan tetap memperjuangkan pembangunan zona dua TPA Selopuro agar bisa terealisasikan.

“Tinjauan kita di sini sebagai referensi untuk memperjuangkan apa yang sudah dijanjikan oleh pemerintah pusat. Karena kebutuhan ini sangat mendesak sekali,” ujarnya.

Rencana pembangunan zona dua TPA Selopuro Ngawi, diungkapkan Slamet, akan memiliki luas lahan 2,5 hektar. Selain itu, kapasitas tampung sampah akan tahan hingga 20 tahun lamanya. (mmf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

PDI Perjuangan Ponorogo Target Pertahankan Kemenangan dan Tambah Kursi di Pemilu 2029

PONOROGO – Wakabid Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Bambang Yuwono, menegaskan pentingnya ...
EKSEKUTIF

Rijanto Akui Infrastruktur Jalan Jadi Pekerjaan Rumah Besar Pemkab Blitar

Bupati Blitar Rijanto mengakui perbaikan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar Pemkab Blitar. ...
KRONIK

Tari Bujang Ganong Buka Pelantikan PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Ponorogo

PONOROGO – Tari Bujang Ganong tampil memukau sebagai pembuka dalam acara pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI ...
KRONIK

Harga Bahan Pangan Naik, Wiwin Sumrambah Sebut Faktor Global hingga Cuaca Ekstrem

JOMBANG – Kenaikan harga sejumlah bahan pangan di Jawa Timur menjadi sorotan DPRD Jawa Timur.Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Deni Wicaksono Minta Kader PDIP Aktif di Medsos, Pertarungan Politik Terjadi di Dunia Maya

PONOROGO – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, meminta seluruh kader Partai untuk aktif ...
KRONIK

Deni: PDI Perjuangan Memberi Anak Muda Ruang dan Tanggung Jawab Berjuang Bersama

PONOROGO – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengingatkan kader PDI Perjuangan untuk tidak ...