Jumat
24 Juli 2026 | 3 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Whisnu Wacanakan Kartu Warga Surabaya

PDIP-Jatim-Wisnu-SB-24052021

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menyoroti buruknya pelayanan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan. Sebab, dalam penerapannya di lapangan, masih banyak warga yang tak bisa berobat dengan leluasa akibat rumitnya pelayanan.
Menurut Whisnu, kendala yang dialami pemegang BPJS Kesehatan di antaranya untuk operasi tidak bisa, obatnya tidak ada, dan tidak bisa digunakan untuk semua rumah sakit. Terbaru, ungkapnya, sebanyak 13 personel Satpol PP yang mengalami kecelakaan tergulingnya kendaraan dinas, dalam pengobatannya ternyata tak bisa menggunakan BPJS.
“Mobil Satpol PP numplek, dan 13 petugasnya luka, gak bisa diobati pakai BPJS. Dulu langsung bisa dirawat di kelas tiga rumah sakit dan gratis,” kata Whisnu, kemarin.
Pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini menambahkan, dengan adanya berbagai persoalan itu, serapan dana BPJS yang dibayar Pemerintah Kota Surabaya tak optimal. Padahal, pelayanan kesehatan melalui BPJS tersebut, seluruhnya gratis.
Pihaknya telah mengusulkan ke pemerintah pusat agar mengevaluasi kinerja BPJS. Dia juga menyatakan, jika BPJS tidak bisa profesional mengelola asuransi, sebaiknya dilakukan lelang terbuka melibatkan pihak swasta yang kompeten namun menawarkan biaya yang murah daripada BPJS.
Untuk mengefektifkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, dengan menggandeng BPJS Whisnu mewacanakan  untuk mengeluarkan kartu kesehatan yang diberi nama Kartu Warga Surabaya. “Lewat BPJS, Pemkot bisa keluarkan kartu kesehatan. Dan itu tidak langgar aturan,” terangnya.
Dia mengatakan, saat ini pihaknya masih mengonsep pembuatan kartu kesehatan masyarakat tersebut bersama DPRD. “Sebenarnya  sudah lama. Tapi kita konsep kembali dengan DPRD,” ujar Whisnu.
Pemkot Surabaya, imbuh Whisnu, memiliki anggaran yang cukup untuk pelayanan kesehatan masyarakat. “Anggarannya cukup, kita punya Rp 400 miliar dan bisa ditambah di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan),” tuturnya.
Dia menambahkan, karena program pelayanan dasar pemerintah kota di bidang kesehatan dan pendidikan, Kartu Warga Surabaya juga bisa digunakan untuk pelayanan bidang pendidikan. “Program dasar kita kan kesehatan dan pendidikan gratis,” kata dia. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Pedagang Pasar Baru Magetan Kadung Cemas Tergusur Bioskop, Jeketek Investor Masih Wacana

MAGETAN – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna menyelesaikan polemik dan ...
KRONIK

Kunjungi PT BSI Tumpang Pitu, Sonny PDIP Dorong Investasi Berpihak pada Masyarakat

BANYUWANGI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menegaskan pentingnya memastikan ...
EKSEKUTIF

Pemkab Lamongan Siapkan 10 Ribu PJU di Jalur Pantura untuk Keamanan Pengendara Malam

​LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menyiapkan pemasangan 10 ribu titik Lampu Penerangan Jalan Umum ...
KABAR CABANG

Musran PDIP Kanigoro Percepat Regenerasi, 30 Persen Pengurus Diisi Kader Muda dan Perempuan

Musran PDI Perjuangan Kecamatan Kanigoro mempercepat regenerasi kepemimpinan dengan memenuhi keterwakilan 30 persen ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Dorong BUMD Trenggalek Berinovasi, PDAM Diminta Manfaatkan Energi Surya

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mendorong BUMD berinovasi. PDAM diminta memanfaatkan energi surya untuk ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Pastikan Pemkab Kediri Dukung Penuh Koperasi dan UMKM, Dorong Go Digital

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan dukungan penuh Pemkab Kediri kepada koperasi dan UMKM serta ...