oleh

Warga Sidodowo Anggap Najis Pasien Covid-19, Ketua DPRD Jatim Upayakan Kebijakan Edukatif

-Headline-95 kali dibaca

LAMONGAN – Sebuah fakta yang menjadi akar masalah tidak maksimalnya penanganan Covid-19 klaster Desa Sidodowo Kecamatan Modo, diungkapkan Ketua DPRD Jatim, Kusnadi SH MHum, usai turun langsung di desa tersebut, Senin (14/6/2021).

Menurut Kusnadi berdasarkan keterangan dari sejumlah perangkat dan warga desa setempat, warga yang terinfeksi Covid-19 rata-rata mengalami pengucilan oleh para tetangga.

“Masyarakat tidak takut untuk di swab. Cuman mereka takut hasilnya positif, karena ada perasaan para tetangga akan mengucilkan mereka. Jadi seolah-olah mereka yang terpapar Covid-19 ini menjadi najis, membawa aib yang luar biasa. Nah, inilah yang kita temukan di sini,” ungkap Kusnadi di Lamongan.

Berdasarkan fakta itu, Kusnadi menyatakan dirinya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk secara bersama-sama membuat sebuah kebijakan yang bersifat edukatif kepada masyarakat perihal pandemi Covid-19. Kebijakan edukatif tentu saja beriringan dengan upaya penyembuhan atau pemulihan pasien.

Ihwal edukasi, Ketua DPD PDI PJawa Timur ini menambahkan, adalah bagaimana kemudian menumbuhkan rasa empati warga untuk turut memberikan dukungan kepada sesama mereka, para tetangga, yang terpapar Virus Corona. Intinya, bagaimana antar tetangga secara bersama-sama menghadapi pandemi ini.

“Bagaimana kemudian antar warga membantu yang sakit hingga sembuh, dan dia sendiri tidak tertular. Kegotongroyongan seperti ini yang perlu dihidupkan kembali,” tandas Kusnadi.

Oleh sebab itu, Kusnadi mendorong sinergitas penanganan pandemi mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur hingga masing-masing pemerintah daerah. Serta pelibatan aktif jajaran TNI dan kepolisian untuk turut aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tetap tenang dan kondusif, dan laju persebaran Covid-19 dapat kembali terkontrol.

“Saya kira bahwa ketenangan hati itu adalah 50 persen obat bagi penderita penyakit. Ketika dia nyaman, itu menjadi obat. Lima puluh persen lainnya yaitu obat-obatan itu sendiri,” pungkasnya.

Diberitakan media ini sebelumnya, Cegah Klaster Sidodowo Meluas, PDI Perjuangan Jatim Turunkan Tim Medis Baguna. Ketua DPD Jatim, Kusnadi, datang bersama sejumlah dokter dan perawat dari Tim Medis Baguna untuk menggelar tes swab antigen kepada warga. Tim medis dibekali dengan berbagai obat-obatan, vitamin, seribu PC swab antigen yang disiapkan untuk warga.

Namun, baksos dari para relawan Baguna tak berjalan maksimal. Bahkan Tim Medis Baguna harus menyisir orang per orang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan seperti berita sebelumnya: Liku Liku Baguna Jatim Lakukan Tes Swab Antigen Dari Rumah Ke Rumah di Klaster Desa Sidodowo. (yols/hs)