Jumat
12 Juni 2026 | 6 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hangatkan Pendopo Arya Wiraraja Lumajang, Tari Topeng Kaliwungu Sambut Pengurus PDIP Jatim

pdip jatim 260612 topeng kaliwungu 1

Di tengah cuaca mendung usai hujan deras, Tari Topeng Kaliwungu tampil memukau menyambut kedatangan pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang. Tarian warisan budaya tak benda ini menjadi simbol kearifan dan identitas budaya Lumajang.

LUMAJANG – Langit Lumajang masih menyisakan warna kelabu pada Jumat siang, 12 Juni 2026.

Hujan deras yang mengguyur sejak siang membuat udara terasa lebih dingin dari biasanya. Awan menggantung rendah di atas Kota Pisang. Sesekali angin berembus membawa aroma tanah basah yang baru saja diguyur hujan.

Namun suasana berbeda terasa di Pendopo Arya Wiraraja.

Sekitar pukul 14.00 WIB, ketika sejumlah tamu mulai berdatangan, kehangatan justru lahir dari sebuah panggung di pendopo. Bukan dari secangkir kopi atau sinar matahari yang belum juga muncul, melainkan dari gerak tubuh seorang penari yang mengenakan topeng khas Lumajang.

Perlahan denting gamelan mulai terdengar.

Suara kendang mengatur irama. Gong menggema dalam ketukan yang mantap. Kenong telok memberi warna khas. Sementara suara terompet melengking memecah udara sore yang masih lembab.

Saat itulah Tari Topeng Kaliwungu mulai bercerita.

Tarian tunggal khas Lumajang tersebut menjadi penyambut kedatangan jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang bersilaturahmi dan mengikuti ramah tamah di Pendopo Arya Wiraraja.

Silaturahmi itu digelar sebelum jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim dipimpin Ketua DPD, Said Abdullah, melakukan kegiatan aksi penanaman 1.000 pohon di kawasan Bumi Perkemahan Glagah Arum, Senduro, Lumajang, Jumat sore.

Lalu pada pada Sabtu (13/6/2026), DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan melantik Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Lumajang Pelantikan tersebut sekaligus menandai tuntasnya proses konsolidasi organisasi partai hingga tingkat kecamatan di seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Di Pendopo Arya Wiraraja, pengurus DPD PDIP Jatim disambut langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati, Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma, serta Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar.

Namun sore itu, perhatian banyak orang tertuju pada sosok penari yang bergerak lincah di bawah iringan musik tradisional.

Setiap gerakan yang ditampilkan seolah membawa penonton menyelami jejak panjang budaya Lumajang.

Topeng Kaliwungu bukan sekadar tarian.

Ia adalah warisan yang lahir dari tangan seorang seniman desa bernama Mbah Senemo di Kaliwungu, sebuah wilayah yang kemudian diabadikan menjadi nama tarian tersebut.

Di balik topeng yang dikenakan penari, tersimpan cerita tentang identitas masyarakat Lumajang yang tumbuh dari perpaduan budaya Jawa dan Madura, atau yang dikenal sebagai budaya Pandhalungan.

Perpaduan itu terlihat jelas dalam musik pengiringnya.

Gerakan yang lembut dan penuh penghayatan berpadu dengan irama yang tegas dan dinamis. Sebuah harmoni yang menggambarkan karakter masyarakat Lumajang: santun, namun tangguh.

Bagi Wati, pemilik sekaligus pelatih Sanggar Tari Citra Budaya Lumajang, tampilnya Topeng Kaliwungu pada acara tersebut bukan sekadar hiburan penyambutan tamu.

Lebih dari itu, ada misi untuk terus mengenalkan identitas budaya daerah kepada siapa pun yang datang ke Lumajang.

“Tarian khas Lumajang ini menggambarkan kearifan lokal yang sekarang sedang booming. Kebetulan sanggar kami dipercaya untuk menampilkannya,” ujarnya.

Pilihan menampilkan Topeng Kaliwungu juga bukan tanpa alasan.

Sejak 2021, tarian tersebut telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Pengakuan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lumajang.

Namun bagi para pelaku seni, pengakuan hanyalah awal. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan budaya itu tetap hidup dan tidak hanya tersimpan dalam arsip atau sertifikat penghargaan.

“Karena Topeng Kaliwungu sudah menjadi Warisan Budaya Tak Benda, maka kami merasa memiliki tanggung jawab untuk terus melestarikannya,” kata Wati.

Tanggung jawab itu akan kembali diwujudkan pada 28 Juni 2026 mendatang.

Saat itu, 500 penari Topeng Kaliwungu dijadwalkan tampil dalam ajang Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 di Pantai Watu Pecak, Pasirian. Sebuah panggung yang lebih besar, tempat budaya lokal akan diperkenalkan kepada publik yang lebih luas.

Namun sore itu, di Pendopo Arya Wiraraja, panggung kecil itu terasa lebih bermakna.

Di tengah mendung yang belum sepenuhnya pergi, Topeng Kaliwungu berhasil menghadirkan kehangatan.

Ia mengingatkan bahwa sebuah daerah bukan hanya dikenal dari jalan, gedung, atau pembangunan fisiknya.

Ada identitas yang lebih dalam.

Ada cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ada budaya yang terus hidup melalui tangan-tangan para seniman yang setia menjaganya.

Dan di Lumajang, salah satu cerita itu masih terus menari. Namanya: Topeng Kaliwungu. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Lumajang Tanam 2.000 Bibit Pohon di Glagah Arum

LUMAJANG – Peringatan bulan bung Karno, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang menggelar Penanaman Pohon di Bumi ...
KRONIK

Hangatkan Pendopo Arya Wiraraja Lumajang, Tari Topeng Kaliwungu Sambut Pengurus PDIP Jatim

Di tengah cuaca mendung usai hujan deras, Tari Topeng Kaliwungu tampil memukau menyambut kedatangan pengurus DPD ...
LEGISLATIF

Baktiono Minta Warga Laporkan Aksi Ugal-ugalan Sopir Wira-Wiri ke DPRD Surabaya

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Baktiono, mengajak masyarakat tak ragu melaporkan segala ...
LEGISLATIF

Warga Panekan Magetan Sampaikan Aneka Aspirasi, dari Bantuan Unggas hingga Pelatihan Wirausaha

MAGETAN – Jeda masa persidangan (reses) ke IV masa sidang ke II Tahun 2026 DPRD Magetan, dimanfaatkan Plt Ketua ...
UMKM

BUMDes Pelangkidul Ngawi Jajal Peluang Sektor Hortikultura, Kembangkan Melon Greenhouse

NGAWI – Program ketahanan pangan berbasis hortikultura yang dikembangkan BUMDes Mekarsari Desa Pelang Kidul, ...
LEGISLATIF

Sengketa Perbatasan Jember-Banyuwangi Hambat Petani, Tabroni Minta Segera Diselesaikan

Anggota Komisi A DPRD Jember Tabroni mendesak penyelesaian batas wilayah Jember-Banyuwangi. Sengketa yang belum ...