Kamis
11 Juni 2026 | 9 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sengketa Perbatasan Jember-Banyuwangi Hambat Petani, Tabroni Minta Segera Diselesaikan

pdip jatim 260611 tabroni

Anggota Komisi A DPRD Jember Tabroni mendesak penyelesaian batas wilayah Jember-Banyuwangi. Sengketa yang belum tuntas dinilai menghambat aktivitas petani dan menyebabkan sekitar 150 hektare lahan tidak produktif.

JEMBER – Anggota Komisi A DPRD Jember, Tabroni, menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian batas wilayah antara Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi. Kepastian batas administrasi dinilai menjadi kunci untuk mengakhiri konflik agraria yang selama ini berdampak pada kehidupan petani di kawasan perbatasan.

Persoalan tersebut kembali mengemuka dalam audiensi antara Serikat Tani Independen (Sekti) Jember dengan Komisi A DPRD Jember. Dalam pertemuan itu, sengketa lahan di wilayah perbatasan menjadi salah satu isu utama yang mendapat perhatian.

“Pernah terjadi pengusiran terhadap petani saat akan menggarap lahan yang berada di kawasan perbatasan. Karena itu, batas wilayah Jember dan Banyuwangi perlu segera ditegaskan,” kata Tabroni, Kamis (11/6/2026).

Politisi PDI Perjuangan tersebut menjelaskan, hingga kini masih terdapat saling klaim atas sejumlah bidang tanah di kawasan yang berbatasan dengan Desa Malangsari, Kabupaten Banyuwangi. Kondisi itu membuat para petani menghadapi ketidakpastian dalam mengelola lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

Menurutnya, konflik batas wilayah tidak hanya berdampak pada aspek administrasi pemerintahan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap aktivitas pertanian dan produktivitas lahan.

Akibat sengketa yang belum terselesaikan, sekitar 150 hektare lahan pertanian dilaporkan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Padahal, lahan tersebut berpotensi memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan petani maupun ketahanan pangan daerah.

“Harapannya semua pihak dapat duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan batas wilayah ini agar lahan bisa kembali digarap oleh petani,” ujarnya.

Tabroni menilai penyelesaian batas wilayah harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Dengan adanya kepastian hukum dan administrasi, berbagai persoalan agraria yang selama ini muncul di kawasan perbatasan dapat diminimalkan.

Sementara itu, Ketua Serikat Tani Independen (Sekti) Jember, Asiruddin, menyebut sengketa perbatasan tersebut merupakan bagian dari agenda reformasi agraria yang hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan.

Menurutnya, para petani membutuhkan kepastian agar dapat kembali mengelola lahan tanpa dibayangi konflik maupun ketidakjelasan status wilayah.

“Ini bagian dari reformasi agraria yang belum selesai. Harapan kami konflik ini segera diselesaikan agar petani memperoleh kepastian dalam mengelola lahannya,” kata Asiruddin.

Ia menambahkan, dampak paling nyata dari sengketa tersebut adalah terbengkalainya sekitar 150 hektare lahan yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian produktif.

Komisi A DPRD Jember berharap seluruh pihak terkait dapat segera membangun komunikasi dan mencari solusi bersama sehingga persoalan batas wilayah Jember-Banyuwangi tidak terus berlarut dan merugikan masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian di kawasan perbatasan. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Sengketa Perbatasan Jember-Banyuwangi Hambat Petani, Tabroni Minta Segera Diselesaikan

Anggota Komisi A DPRD Jember Tabroni mendesak penyelesaian batas wilayah Jember-Banyuwangi. Sengketa yang belum ...
LEGISLATIF

Khamim Tohari Ingatkan Sekda Kota Batu Terpilih Jaga Independensi dan Profesionalisme Birokrasi

Anggota DPRD Kota Batu Khamim Tohari mengingatkan Sekda Kota Batu yang akan terpilih agar menjaga independensi ...
KRONIK

Disperinaker Bangkalan Gelar Job Fair 2026, Bupati Lukman Dorong Penurunan Angka Pengangguran

BANGKALAN – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan menggelar Job Fair 2026. Hal ...
KABAR CABANG

Panen Perdana Posko Pangan, PDIP Jombang Targetkan Ekspansi di 21 Kecamatan

JOMBANG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menargetkan pembentukan posko pangan di seluruh atau 21 kecamatan di ...
LEGISLATIF

Said Abdullah: Pemerintah Harus Terbuka terhadap Kritik di Tengah Tekanan Rupiah dan IHSG

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah membuka diri terhadap kritik di tengah pelemahan rupiah dan ...
SEMENTARA ITU...

Stadion GDJ Kediri Dikebut, Mas Dhito Bidik Bisa Digunakan pada 2027

Pemerintah Kabupaten Kediri mengalokasikan Rp57 miliar untuk melanjutkan pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati ...