Sabtu
05 September 2026 | 3 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tak Lupa Kudatuli, Kader-Kader DPC Kota Pasuruan Nobar Film Dokumenter dan Sarasehan

IMG-20260727-WA0027

KOTA PASURUAN – Tiga dekade berlalu sejak peristiwa Kuda Tuli (Kerusuhan 27 Juli 1996), ingatan akan momen kelam tersebut tetap dijadikan pijakan penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Memperingati 30 tahun peristiwa bersejarah itu, DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan menggelar sarasehan dan renungan di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, Minggu (26/7/2026).

Acara yang dipadukan dengan pemutaran film dokumenter sejarah Kudatuli tersebut dihadiri oleh jajaran struktural DPC, pengurus PAC se-Kota Pasuruan, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, Tatit Panji, menegaskan bahwa refleksi sejarah ini memiliki arti strategis, terutama bagi kader generasi muda agar memahami perjalanan organisasi serta dinamika demokrasi bangsa.

“Renungan ini bukan sekadar untuk mengingat sebuah peristiwa. Kita ingin kader memahami bahwa perjalanan demokrasi memiliki sejarah panjang dan tidak selalu berjalan mudah. Sejarah harus dipelajari agar menjadi pelajaran bagi generasi sekarang untuk menjaga demokrasi dan menghargai perbedaan,” ujar Tatit dalam pengantarnya.

Suasana khidmat mewarnai ruang acara saat para kader menyaksikan bersama pemutaran film dokumenter. Tayangan tersebut mengajak para peserta menilik kembali konteks sejarah serta dinamika politik yang terjadi pada 1996 secara utuh.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, Mahfud Husaeri, S.T., menegaskan pentingnya menempatkan peringatan 30 tahun Kudatuli sebagai momentum pembelajaran untuk melangkah ke depan, bukan sekadar memelihara konflik masa lalu.

“Kita tidak boleh melupakan sejarah. Tetapi mengingat sejarah bukan berarti terus hidup dalam konflik masa lalu. Kita harus mengambil pelajaran, menjaga nilai-nilai demokrasi, dan memastikan perjuangan politik hari ini dilakukan dengan cara yang konstitusional serta berpihak kepada kepentingan rakyat,” kata Mahfud.

Ia menambahkan, dinamika masa lalu mengajarkan bahwa perjuangan politik menuntut konsistensi, disiplin, dan tanggung jawab tinggi dari setiap kader. Oleh karena itu, soliditas internal partai harus terus dijaga beriringan dengan komunikasi yang sehat bersama masyarakat.

“Sejarah memberikan kita pelajaran bahwa demokrasi harus dijaga bersama. Kader harus tetap solid, tetapi pada saat yang sama mampu menghormati perbedaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi,” pungkasnya.(mdf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...