Rabu
13 Mei 2026 | 11 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wakil Ketua DPRD Lamongan Siap Kawal Aspirasi 158 Pemelihara Irigasi

IMG-20250924-WA0026_copy_694x473

LAMONGAN – Peringatan Hari Tani Nasional 2025 di Lamongan berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya diwarnai aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab maupun DPRD, kali ini Wakil Ketua II DPRD Lamongan, Husen, justru memilih memanggil perwakilan Tenaga Pembantu Operasional Pemeliharaan (TPOP) Jaringan Irigasi PUSDA Jawa Timur ke ruang kerjanya, Rabu (24/9/2025).

Bagi Mas Husen, pertemuan ini bukan sekadar seremonial. DPRD Lamongan Fraksi PDI Perjuangan ini menyebut TPOP adalah pejuang petani di Lamongan yang selama ini bekerja senyap menjaga aliran air bagi ribuan hektare sawah di Lamongan.

“Justru kami yang ingin ketemu dengan mereka, bukan sebaliknya. Karena di Hari Tani Nasional ini, teman-teman TPOP inilah pahlawan irigasi yang menentukan hidup matinya panen di Lamongan,” ujar Husen.

158 Pejuang Air di Lamongan

Di Lamongan, Mas Husen menyebutkan, sebanyak 158 tenaga TPOP Jaringan Irigasi Jatim yang sehari-hari bertugas sebagai Petugas Pintu Air (PPA) sekaligus membersihkan jaringan irigasi.

“Mereka memastikan aliran dari Waduk Gondang Sugio, Waduk Prijetan Kedungpring, hingga Bengawan Njeru bisa tersalurkan tepat waktu, terutama saat musim tanam ketiga yang krusial bagi petani,” ucapnya.

Namun di balik tugas berat itu, status mereka masih menggantung. Berdasarkan regulasinya, TPOP ini masih masuk dalam kategori kegiatan pengadaan barang dan jasa PUSDA Jatim, bukan pegawai honorer apalagi PPPK.

“Teman-teman berharap statusnya segera diperjelas, minimal menjadi PPPK. Karena secara sistem mereka sudah ikut pengisian R1, R2, dan R3,” ujar Husen.

Janji Husen akan Kawal Hingga ke DPR RI

Menanggapi aspirasi tersebut, Mas Husen menegaskan akan memperjuangkannya. Ia berkomitmen mengawal persoalan status kepegawaian TPOP, baik ke DPRD Provinsi Jatim maupun hingga DPR RI.

“Peran mereka sangat vital. Maka wajar jika mereka berharap penghidupannya lebih layak. Minimal setara UMK Lamongan yang tahun 2025 ini Rp 3.012.164,” katanya.

Selain itu, Mas Husen juga menyoroti perlunya pemberdayaan bagi TPOP. “Bukan hanya soal status, tapi juga bagaimana mereka bisa lebih maksimal menjalankan tugas sekaligus memperoleh manfaat dari pekerjaannya. Itu akan kami perjuangkan melalui pokok-pokok pikiran dan mekanisme lain yang memungkinkan,” tuturnya.

Lumbung Pangan Nasional Bergantung pada Irigasi

Lamongan dikenal sebagai Lumbung Pangan Nasional, bahkan menjadi penghasil padi nomor satu di Jawa Timur. Predikat ini tidak lepas dari kerja keras para petani yang ditopang sistem irigasi yang dijaga TPOP. Ironisnya, penghasilan mereka justru belum sepadan dengan tanggung jawab di lapangan.

“Miris sekali kalau gaji mereka masih di bawah layak, sementara mereka mondar-mandir lima hari kerja di lapangan demi memastikan sawah tetap terairi,” katanya.

Dalam peringatan Hari Tani Nasional 2025 yang juga diselenggarakan DPP PDI Perjuangan secara daring, Mas Husen memastikan akan menyuarakan aspirasi TPOP. “Kami ingin suara dari Lamongan ini didengar, bahwa 158 pejuang air di sini dan 1.800 TPOP se-Jawa Timur layak mendapatkan status lebih jelas, bahkan PPPK,” ucapnya.

Aspirasi Petani, Energi Perubahan

Peringatan Hari Tani Nasional di Lamongan tahun ini menjadi lebih bermakna. Dari ruang DPRD Lamongan, suara TPOP Jaringan Irigasi PUSDA Jatim kini bergema hingga level provinsi dan pusat.

“Aspirasi mereka bukan sekadar tentang status, tetapi tentang martabat para penjaga pintu air yang memastikan lumbung pangan nasional tetap berdiri kokoh,” ujar Mas Husen, Wakil Ketua II DPRD Lamongan Fraksi PDI Perjuangan.(mnh/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Pemimpin Bukan Dinilai dari Penghargaan, Tapi Dampaknya bagi Rakyat

Eri Cahyadi menegaskan pemimpin sejati tidak diukur dari penghargaan, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan ...
KRONIK

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Memberikan Data yang Benar dan Jujur

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut baik Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Minta Pengawasan Daycare Diperketat usai Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

Novita Hardini meminta pengawasan daycare diperketat usai kasus dugaan kekerasan anak di Yogyakarta menjadi sorotan ...
KABAR CABANG

Perkuat Narasi Digital, DPC Ngawi Gembleng Kader Muda Kelola Media Sosial

NGAWI – Dinamika era digital telah mengubah perilaku publik secara fundamental, mulai dari cara mengakses informasi ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Jangan Sampai Indonesia Jadi Basis Judi Online Internasional

Puan Maharani mengingatkan pentingnya antisipasi agar Indonesia tidak menjadi basis operasional judi online ...
SEMENTARA ITU...

Dari Anak Buruh Tani, Hafif Memilih Masuk Politik: “Anak Muda Jangan Cuma Mengeluh dari Kejauhan”

Kisah Hafif Rohmatullah, anak buruh tani asal Jember yang memilih masuk politik lewat PDIP demi memperjuangkan ...