Selasa
21 Juli 2026 | 4 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wabup Yudha Minta 4.230 PPPK Paruh Waktu Maksimal dalam Pelayanan Publik

IMG-20251223-WA0038

LUMAJANG – Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa efektivitas pemerintahan tidak ditentukan oleh individu atau status kepegawaian, melainkan oleh sinergi kerja seluruh aparatur.

Penegasan tersebut disampaikan dalam penyerahan 4.230 petikan Keputusan Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Lapangan Stadion Semeru Lumajang, Senin (22/12/2025).

Menurut Mas Yudha, birokrasi modern menuntut pola kerja kolaboratif lintas unit, lintas fungsi, dan lintas jenjang. Dalam kerangka tersebut, PPPK Paruh Waktu diposisikan sebagai bagian integral dari tim pemerintahan daerah, bukan sekadar pelengkap sistem administrasi.

“Keberhasilan pelayanan publik tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Semua harus bergerak bersama, saling menguatkan, dan saling melengkapi,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa sinergi kerja menjadi prasyarat utama agar kebijakan pemerintah daerah dapat diterjemahkan secara efektif di tingkat pelaksana. Guru, tenaga kesehatan, hingga tenaga teknis harus berada dalam satu irama kerja, dengan tujuan yang sama, yakni melayani masyarakat secara optimal.

Mas Yudha juga mengingatkan bahwa kejelasan status kepegawaian yang kini dimiliki PPPK Paruh Waktu harus dimaknai sebagai penguatan tanggung jawab kolektif. Dengan status yang jelas, setiap aparatur diharapkan mampu bekerja lebih fokus, terbuka terhadap koordinasi, dan responsif terhadap kebutuhan publik.

“Panjenengan semua adalah bagian dari satu tim besar Pemerintah Kabupaten Lumajang. Jangan ada sekat-sekat. Bangun komunikasi, bangun kerja sama, karena hasil terbaik lahir dari kebersamaan,” tegasnya.

Ajakan bekerja bersama tersebut mencerminkan arah pembangunan birokrasi Lumajang yang inklusif dan adaptif. Pemerintah daerah mendorong terciptanya budaya kerja yang kolaboratif, cepat, dan solutif, sehingga pelayanan publik tidak terhambat oleh ego sektoral maupun perbedaan status.

Melalui penguatan sinergi kerja ini, Pemkab Lumajang optimistis kapasitas pemerintahan akan semakin solid dan mampu menjawab tantangan pelayanan publik yang kian kompleks, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (ndy/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...
KRONIK

RedTalks Segera Hadir, Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern

SURABAYA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, makna nasionalisme terus ...
KABAR CABANG

Malam Ketika Sepak Bola Membuat Orang-orang Blitar Duduk Bersama

DINI hari biasanya identik dengan jalanan yang lengang. Tetapi Senin (20/7/2026), halaman Kantor DPC PDI Perjuangan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti SiLPA Rp154,7 Miliar, Minta Pemkot Madiun Benahi Perencanaan Anggaran

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menerima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dengan catatan strategis, ...
HEADLINE

Hasto: Pemilu Harus Bebas dari Intervensi, Demokrasi Memerlukan Kritik dan Kebebasan Berpendapat

SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa kualitas demokrasi Indonesia hanya ...