Minggu
31 Mei 2026 | 6 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wabup Yudha Minta 4.230 PPPK Paruh Waktu Maksimal dalam Pelayanan Publik

IMG-20251223-WA0038

LUMAJANG – Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa efektivitas pemerintahan tidak ditentukan oleh individu atau status kepegawaian, melainkan oleh sinergi kerja seluruh aparatur.

Penegasan tersebut disampaikan dalam penyerahan 4.230 petikan Keputusan Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Lapangan Stadion Semeru Lumajang, Senin (22/12/2025).

Menurut Mas Yudha, birokrasi modern menuntut pola kerja kolaboratif lintas unit, lintas fungsi, dan lintas jenjang. Dalam kerangka tersebut, PPPK Paruh Waktu diposisikan sebagai bagian integral dari tim pemerintahan daerah, bukan sekadar pelengkap sistem administrasi.

“Keberhasilan pelayanan publik tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Semua harus bergerak bersama, saling menguatkan, dan saling melengkapi,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa sinergi kerja menjadi prasyarat utama agar kebijakan pemerintah daerah dapat diterjemahkan secara efektif di tingkat pelaksana. Guru, tenaga kesehatan, hingga tenaga teknis harus berada dalam satu irama kerja, dengan tujuan yang sama, yakni melayani masyarakat secara optimal.

Mas Yudha juga mengingatkan bahwa kejelasan status kepegawaian yang kini dimiliki PPPK Paruh Waktu harus dimaknai sebagai penguatan tanggung jawab kolektif. Dengan status yang jelas, setiap aparatur diharapkan mampu bekerja lebih fokus, terbuka terhadap koordinasi, dan responsif terhadap kebutuhan publik.

“Panjenengan semua adalah bagian dari satu tim besar Pemerintah Kabupaten Lumajang. Jangan ada sekat-sekat. Bangun komunikasi, bangun kerja sama, karena hasil terbaik lahir dari kebersamaan,” tegasnya.

Ajakan bekerja bersama tersebut mencerminkan arah pembangunan birokrasi Lumajang yang inklusif dan adaptif. Pemerintah daerah mendorong terciptanya budaya kerja yang kolaboratif, cepat, dan solutif, sehingga pelayanan publik tidak terhambat oleh ego sektoral maupun perbedaan status.

Melalui penguatan sinergi kerja ini, Pemkab Lumajang optimistis kapasitas pemerintahan akan semakin solid dan mampu menjawab tantangan pelayanan publik yang kian kompleks, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (ndy/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Deni: PDI Perjuangan Memberi Anak Muda Ruang dan Tanggung Jawab Berjuang Bersama

PONOROGO – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengingatkan kader PDI Perjuangan untuk tidak ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Ponorogo Perkuat Kaderisasi dan Regenerasi Kepemimpinan

PONOROGO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo menggelar Musyawarah Anak Cabang ...
HEADLINE

Kecerdasan AI Jadi Bahasan Penting DPD saat Lantik PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Jombang

JOMBANG – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu perhatian ...
KRONIK

Sadarestuwati Sebut PDIP Penyeimbang Tunggal, Soroti Rupiah Rp18.000 dan Ancaman Impor Pangan

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI sekaligus Ketua Bidang Pertanian dan Pangan DPP PDI Perjuangan, Hj. ...
KABAR CABANG

Targetkan 14 Kursi pada Pemilu 2029, PDIP Jombang Wajibkan Anggota Dewan Turun ke Ranting 4 Kali Sebulan

JOMBANG – Ketua DPC PDI Perjuangan Jombang, Sumrambah, mematok target ambisius bagi partainya untuk meraih 14 kursi ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Penerapan Smart Lighting pada 10.000 Titik PJU Baru di Surabaya

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Dishub memperluas penerapan smart lighting pada program ...