Selasa
21 Juli 2026 | 9 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wabah PMK Merebak, Begini Langkah Antisipasi Pemkab Ponorogo

PDIP-Jatim-Sugiri-Sancoko-19052022

PONOROGO – Wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) yang menyerang sapi sedang merebak di beberapa daerah. Dengan adanya kasus tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tengah gencar menyiapkan langkah-langkah antisipasi agar wabah PMK tidak masuk ke Ponorogo.

Beberapa langkah antisipasi tersebut, di antaranya, dengan dilakukannya penyekatan di sejumlah titik di perbatasan guna mencegah masuknya sapi dari luar daerah.

“Ponorogo masih zero PMK. Hewan tingkat kematiannya 1-5 persen itu rendah sekali. Tapi tidak boleh tidak waspada. Tugas kami hari ini adalah bagian dari waspada. Makanya saya rekomendasikan untuk melakukan penyekatan di beberapa titik pintu masuk, dari Magetan misalnya. Di Pasar Pahing di Jetis populasi pedagang sapi yang dari Magetan berkurang 30 persen,” kata Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, saat memimpin rapat koordinasi PMK di Gedung Pusdalops bersama jajaran Forkopimda, Rabu (18/5/2022).

Kendati demikian, Kang Giri, sapaan akrab Bupati Sugiri, menegaskan tidak akan menutup pasar hewan. Hal tersebut akan menyebabkan perekonomian lumpuh.

“Tapi kami tidak menutup pasar. Kalau pasar tutup akan memicu ekonomi yang lumpuh. Akan kami buka, tapi dengan persyaratan yang cukup ketat,” terangnya.

Maka dari itu, politisi PDI Perjuangan itu meminta masyarakat agar tidak panik. Diakuinya, virus PMK tidak bisa menular ke manusia.

“Memberikan penjelasan kepada masyarakat agar mereka tidak panik. PMK itu virus yang tidak bisa menyerang manusia,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo, Masun, mengatakan, walaupun Ponorogo masih aman dari PMK, pihaknya tetap melakukan tiga hal untuk mengantisipasi, yakni deteksi hewan ternak, sosialisasi ke masyarakat, dan penyekatan.

“Ketika ada laporan ternak yang sakit, kita lakukan diagnosa apakah betul gejala PMK. Alhamdulillah, sejauh ini bukan sakit PMK. Lalu kita lakukan sosialisasi kepada peternak dan pedagang ternak agar memahami bagaimana cara penularan penyakit ini, sehingga bisa menghindarinya,” tutur Masun.

Masun juga menambahkan jika penularan cepat menyebar melalui benda-benda seperti mobil. Karena itu, pihaknya perlu melakukan penyekatan.

“Penularan cepat bisa lewat mobil yang sama bisa menularkan liur, napas, soalnya bersifat aerosol. Makanya penyekatan perlu dilakukan,” pungkasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...
KRONIK

RedTalks Segera Hadir, Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern

SURABAYA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, makna nasionalisme terus ...
KABAR CABANG

Malam Ketika Sepak Bola Membuat Orang-orang Blitar Duduk Bersama

DINI hari biasanya identik dengan jalanan yang lengang. Tetapi Senin (20/7/2026), halaman Kantor DPC PDI Perjuangan ...