Sabtu
05 September 2026 | 7 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wabah PMK Merebak, Begini Langkah Antisipasi Pemkab Ponorogo

PDIP-Jatim-Sugiri-Sancoko-19052022

PONOROGO – Wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) yang menyerang sapi sedang merebak di beberapa daerah. Dengan adanya kasus tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tengah gencar menyiapkan langkah-langkah antisipasi agar wabah PMK tidak masuk ke Ponorogo.

Beberapa langkah antisipasi tersebut, di antaranya, dengan dilakukannya penyekatan di sejumlah titik di perbatasan guna mencegah masuknya sapi dari luar daerah.

“Ponorogo masih zero PMK. Hewan tingkat kematiannya 1-5 persen itu rendah sekali. Tapi tidak boleh tidak waspada. Tugas kami hari ini adalah bagian dari waspada. Makanya saya rekomendasikan untuk melakukan penyekatan di beberapa titik pintu masuk, dari Magetan misalnya. Di Pasar Pahing di Jetis populasi pedagang sapi yang dari Magetan berkurang 30 persen,” kata Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, saat memimpin rapat koordinasi PMK di Gedung Pusdalops bersama jajaran Forkopimda, Rabu (18/5/2022).

Kendati demikian, Kang Giri, sapaan akrab Bupati Sugiri, menegaskan tidak akan menutup pasar hewan. Hal tersebut akan menyebabkan perekonomian lumpuh.

“Tapi kami tidak menutup pasar. Kalau pasar tutup akan memicu ekonomi yang lumpuh. Akan kami buka, tapi dengan persyaratan yang cukup ketat,” terangnya.

Maka dari itu, politisi PDI Perjuangan itu meminta masyarakat agar tidak panik. Diakuinya, virus PMK tidak bisa menular ke manusia.

“Memberikan penjelasan kepada masyarakat agar mereka tidak panik. PMK itu virus yang tidak bisa menyerang manusia,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo, Masun, mengatakan, walaupun Ponorogo masih aman dari PMK, pihaknya tetap melakukan tiga hal untuk mengantisipasi, yakni deteksi hewan ternak, sosialisasi ke masyarakat, dan penyekatan.

“Ketika ada laporan ternak yang sakit, kita lakukan diagnosa apakah betul gejala PMK. Alhamdulillah, sejauh ini bukan sakit PMK. Lalu kita lakukan sosialisasi kepada peternak dan pedagang ternak agar memahami bagaimana cara penularan penyakit ini, sehingga bisa menghindarinya,” tutur Masun.

Masun juga menambahkan jika penularan cepat menyebar melalui benda-benda seperti mobil. Karena itu, pihaknya perlu melakukan penyekatan.

“Penularan cepat bisa lewat mobil yang sama bisa menularkan liur, napas, soalnya bersifat aerosol. Makanya penyekatan perlu dilakukan,” pungkasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...
LEGISLATIF

Puan Dukung Penegakan Hukum 21 Badan Usaha Terkait Karhutla, Minta Prosesnya Transparan

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan penegakan hukum ...
KRONIK

Hasto Ingatkan Ancaman Populisme Otoriter, Dorong Lima Agenda Ketahanan Demokrasi

YOGYAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan menguatnya populisme otoriter dapat ...
KRONIK

Pantau Langsung Kebakaran Kawah Ijen, Bupati Ipuk Ajukan Helikopter Water Bombing

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memantau langsung lokasi kebakaran di Kawsan Pegunungan Ijen, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Lantik 4 Kepala OPD, Tekankan Integritas dan Pelayanan Terbaik untuk Rakyat

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama (JPTP) di ...
KABAR CABANG

Formasi Baru Terbentuk, Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pagerwojo Siap Menangkan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Pagerwojo masa bakti 2026-2031 resmi ...