Kamis
16 Juli 2026 | 1 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Untari: Anak-Anak Berkebutuhan Khusus Butuh Keahlian Vokasional

pdip-jatim-220421-vokasi-untari

MALANG – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Sri Untari Bisowarno menegaskan bahwa pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus adalah hal yang tidak boleh disepelekan oleh siapapun, baik masyarakat, swasta, termasuk pemerintah.

Menurutnya, pendidikan secara formal masih belum cukup untuk memberikan bekal kepada anak-anak berkebutuhan khusus bisa mengarungi kehidupan di tengah-tengah masyarakat.

Maka dibutuhkan pemberian keahlian-keahlian vokasional yang dapat berguna bagi kehidupan anak-anak berkebutuhan khusus pasca sekolah.

“Maka saya setuju bagaimana anak-anak berkebutuhan khusus dibekali keterampilan khusus. Cara kita untuk mendukung agar anak-anak kita bisa mendapatkan penghidupan yang baik adalah melalui cara pembekalan dan pelatihan seperti ini,” ungkap Sri Untari.

Hal itu dia sampaikan saat menjadi narasumber acara ‘Pengembangan Pendidikan Vokasional Bagi Lembaga Pendidikan Khusus Tingkat Provinsi Jawa Timur’ yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, di Ballroom Hotel Regent’s, Kota Malang, Rabu (20/4/2022).

Tuntutan dunia kerja dewasa ini, lanjut Untari, mencari pekerja yang memiliki keterampilan dan kompetensi. Terutama yang berkaitan dengan penguasaan IT, yang saat ini banyak dibutuhkan oleh banyak bidang usaha.

“Intinya dunia kerja saat ini yang melingkupi dunia kita adalah perkembangan teknologi informasi. Artificial intelegent, IT, dan coding itu adalah bidang-bidang yang banyak dicari,” sebutnya.

Selain kemampuan dan kompetensi yang mumpuni, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut menjelaskan bahwa peran keluarga untuk bisa mendorong anak-anak berkebutuhan khusus agar dapat memiliki mental baja.

“Keluarga tetap yang utama. Dukungan keluarga ini pokok dan penting, karena kita ini semua berangkat dari keluarga. Yang kedua masyarakat yang harus memberikan perhatian kepada anak-anak ini,” tegas perempuan yang juga Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) tersebut.

“Jangan sampai anak-anak berkebutuhan khusus ini di-bully atau mengalami penghinaan baik secara fisik maupun mental di sekolah atau lingkungan masyarakat,” tambah dia.

Maka dalam hal pengembangan potensi anak-anak berkebutuhan khusus, Untari minta agar semua pihak mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintah terlibat secara aktif dan bertanggungjawab. Agar anak-anak berkebutuhan khusus bisa mendapatkan ekosistem yang baik untuk menumbuhkan serta mengembangkan potensi dirinya.

“Jangan pernah putus asa dan menyrerah dalam menghapi kehidupan dan mencapai tujuan. Be strong person, be wise dan jadilah diri kita sendiri,” tuturnya. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Minta Peningkatan PAD Tak Membebani Rakyat

DPRD Kabupaten Trenggalek meminta pemerintah daerah meningkatkan PAD secara kreatif tanpa membebani masyarakat, ...
EKSEKUTIF

Harga Telur dan Daging Ayam di Ngawi Merangkak Naik, Pemkab Gelar Pasar Murah

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Mulai Musran dan Musanran, Diana Sasa: Panaskan Mesin Partai, Perkuat Pengabdian Untuk Rakyat

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan resmi memulai pelaksanaan Musyawarah Ranting ...
KABAR CABANG

DPRD Jember Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Fiskal di Tengah Berkurangnya Transfer Pusat

DPRD Jember mulai mengkaji penerapan obligasi daerah atau municipal bond sebagai alternatif pembiayaan pembangunan ...
KRONIK

Perkuat Sinergitas Antarlembaga, Komisi I DPRD Banyuwangi Kunker ke Lapas

BANYUWANGI – Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Banyuwangi ...
KRONIK

Gen Z dan Karang Taruna Motor Ekonomi Kreatif Kampung, Anas: Beri Kesempatan Seluas-luasnya

SURABAYA – Generasi muda dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Karang ...