Kamis
17 September 2026 | 6 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ucapkan Selamat Imlek, PDIP Surabaya: Ekspresi Budaya Tionghoa Perkaya Keberagaman

pdip-jatim-211125-adi-sutar

SURABAYA – Keluarga besar PDI Perjuangan Kota Surabaya menyampaikan selamat Tahun Baru Imlek 2573 kepada seluruh warga yang merayakannya, yang jatuh pada Selasa 1 Februari 2022.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, perayaan Imlek menjadi momentum untuk semakin merekatkan kebersamaan dan gotong royong di antara warga Kota Pahlawan tanpa lagi memandang latar belakang agama, etnis, suku, maupun golongan.

“Selamat merayakan Tahun Baru Imlek 2573. Gong xi fat cai. Semoga kesehatan, kemakmuran, umur panjang, dan kesukacitaan senantiasa menyertai perjalanan kita di Tahun Macan Air ini dan pada masa-masa mendatang,” ucap Adi Sutarwijono, Selasa (1/2/2022).

Politisi yang juga Ketua DPRD Surabaya mengatakan, sebagaimana dalam perayaan hari nasional lainnya, PDIP Surabaya turut menyemarakkan Tahun Baru Imlek dengan memberikan ucapan selamat melalui berbagai sarana, termasuk media sosial dan grup-grup layanan percakapan instan.

”Kami juga saling sapa dengan masyarakat Tionghoa yang merayakan Imlek. Banyak kader melakukan anjangsana untuk saling merekatkan kebersamaan, tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin,” terang Adi.

Ekspresi kebudayaan menyambut Tahun Baru Imlek, lanjut dia, semakin membentuk keberagaman di Kota Surabaya yang memang dikenal sebagai kota plural penuh toleran. Di beberapa kampung di Surabaya dengan mudah bisa ditemukan komunitas Tionghoa yang hidup rukun bersama komunitas lainnya.

”Indahnya lampu-lampu lampion, hebatnya atraksi aksi barongsai, lezatnya kue keranjang, anggunnya pohon Mei Hua, hiasan gantung yang memukau, dan berbagai keindahan pernak-pernik Imlek lainnya, menyatu dalam derap kehidupan di Kota Pahlawan. Semuanya menyambut gembira. Itulah keberagaman di Kota Pahlawan, dan platform perjuangan kami sangat jelas, yaitu menjaga keberagaman di Surabaya,” sebutnya.

“PDI Perjuangan didesain menjadi rumah kebangsaan yang ramah bagi semua. Kita akan terus membangun dan merawat jembatan persaudaraan kepada semua anak bangsa. Telah banyak pula kader-kader PDI Perjuangan di Surabaya yang warga keturunan Tionghoa, dan mampu menunjukkan kualitas kepemimpinan dan keberpihakan pada rakyat,” imbuh Adi.

Mantan wartawan ini menambahkan, rekam jejak sejarah PDIP dalam perjuangan terhadap kebhinnekaan tidak perlu diragukan. Presiden Soekarno sejak awal membangun Indonesia sebagai rumah bersama.

Di era Bung Karno, pada tahun ajaran 1946/1947, tiga hari besar masyarakat Tionghoa, termasuk Imlek, dijadikan hari libur resmi. Namun, pada era Orde Baru, seluruh ekspresi kebudayaan masyarakat Tionghoa dilarang.

Baru kemudian pada 17 Januari 2000, Gus Dur mengeluarkan Inpres Nomor 6 Tahun 2000 yang mencabut Inpres No 14/1967 yang dibuat Soeharto tentang agama, kepercayaan, dan adat istiadat China. Sehingga masyarakat Tionghoa kembali dapat merayakan Imlek di ruang publik.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, lanjut Adi, sebagai presiden ke-5 RI lalu membuat keputusan dengan menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional pada 2003. “Pesan Ibu Megawati sangat jelas, yaitu kita harus menjaga kebersamaan di antara sesama annak bangsa,” tegasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kawal Kasus Rudapaksa Disabilitas, Hj. Ansari PDIP Desak Pemulihan Mental Total bagi Korban

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Tulungagung Soroti Tingginya Silpa dan Perjuangkan Kelayakan Gaji PPPK

TULUNGAGUNG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung menyoroti tingginya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan ...
SEMENTARA ITU...

Kediri Bidik Emas Senam Porprov 2027, Atlet Dibina Sejak Usia SD

KEDIRI — Kabupaten Kediri mulai mematangkan target prestasi cabang olahraga senam untuk menghadapi Porprov Jawa ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Dorong Perda Pesantren dan Madin Mulai Berlaku Maksimal 2027

TRENGGALEK – Peraturan daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pesantren dan Madrasah Nonformal atau Madrasah ...
EKSEKUTIF

Terbukti Pungli Retribusi Sampah, Dua PPPK Paruh Waktu DLH Surabaya Diberhentikan

SURABAYA — Pemkot Surabaya memberhentikan dua pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu ...
SEMENTARA ITU...

Tradisi Keduk Beji, Upaya Warga Tawun Melestarikan Sumber Air Jadi Wisata Budaya

NGAWI – Warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, terus melestarikan tradisi Keduk Beji sebagai bentuk ...