Rabu
14 Oktober 2026 | 10 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tolak Pilkada Melalui DPRD, Iwan Tegaskan Hak Rakyat Memilih Pemimpin Lebih Penting

PDIP-Jatim-DPC-Sampang-29122025

SAMPANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sampang secara tegas menolak wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD. Ketua DPC PDI Perjuangan Sampang, Iwan Efendi, menilai gagasan itu bertentangan dengan semangat demokrasi dan kedaulatan rakyat.

Menurutnya, pilkada langsung merupakan hasil perjuangan reformasi yang tidak boleh ditarik mundur. Ia menilai, mekanisme pemilihan kepala daerah oleh DPRD berpotensi menghilangkan hak konstitusional rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung.

“Kami menolak tegas wacana pilkada dipilih DPRD. Ini jelas kemunduran demokrasi dan mencederai hak rakyat yang selama ini sudah dijamin oleh konstitusi,” ujar Iwan, Kamis (8/1/2026).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sampang itu menegaskan, pihaknya memandang pilkada langsung sebagai wujud nyata kedaulatan rakyat sebagaimana amanat reformasi.

Kepala daerah, tambah Iwan, harus mendapatkan legitimasi langsung dari masyarakat, bukan hanya dari elite politik di parlemen.

“Kepala daerah itu harus bertanggung jawab kepada rakyat, bukan kepada segelintir elite politik di DPRD. Kalau dipilih DPRD, maka orientasi kekuasaannya bisa bergeser,” jelas  Wakil Ketua DPRD Sampang itu.

Selain itu, PDI Perjuangan Sampang menilai, pemilihan kepala daerah oleh DPRD rawan transaksional dan politik uang. Dengan jumlah pemilih yang terbatas, proses lobi dan kepentingan dinilai lebih mudah terjadi dibandingkan Pilkada langsung yang melibatkan jutaan pemilih.

“Risiko transaksi politik sangat besar. Ini justru membuka ruang kompromi kepentingan yang tidak sehat dan menjauhkan pemimpin daerah dari aspirasi masyarakat,” terangnya.

Iwan juga mengungkapkan, menyerahkan sepenuhnya proses Pilkada kepada DPRD berpotensi menimbulkan penolakan luas dari masyarakat karena masih adanya stigma negatif terhadap parlemen.

“Kepercayaan publik terhadap DPRD belum sepenuhnya pulih. Kalau pilkada diserahkan ke DPRD, justru bisa memicu gejolak dan penolakan di akar rumput,” terangnya.

Terkait efisiensi anggaran yang sering digunakan pendukung wacana ini, Iwan menegaskan, biaya demokrasi tidak bisa diukur semata-mata dari sisi keuangan.

“Demokrasi memang punya biaya, tapi hak rakyat untuk memilih pemimpinnya jauh lebih penting. Jangan mengorbankan demokrasi hanya demi alasan efisiensi,” tegasnya.

Lebih jauh, Iwan menyoroti trauma historis di masa Orde Baru, di mana kepala daerah tidak dipilih rakyat, melainkan ditentukan oleh kekuasaan pusat dan elite politik. Sistem tersebut, jelas dia, telah menimbulkan luka sejarah bagi demokrasi Indonesia.

“Kami punya pengalaman pahit di masa Orde Baru. Saat itu rakyat tidak punya kedaulatan, kepala daerah ditentukan elite. PDI Perjuangan menolak keras jika praktik semacam itu dihidupkan kembali,” tandasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pemkab Banyuwangi Gelar Operasi Katarak Gratis, Bantu 4.869 Warga

BANYUWANGI –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) ...
KRONIK

Apresiasi Dedikasi Guru Ngaji, Hj. Ansari PDIP Salurkan Bantuan untuk Nenek Suidah

PAMEKASAN – Ketulusan Nenek Suidah (100), guru ngaji sebatang kara asal Dusun Toronan, Desa Larangan Badung, ...
KRONIK

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Nur Hakim PDIP Distribusikan Air Bersih

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bangkalan, Nur Hakim, menyalurkan bantuan air bersih pada ...
KRONIK

Dugaan Pungli Lahan Perhutanan Sosial, DPRD Jember Minta Dinas Kehutanan Jatim Buka Data KHDPK

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Candra Ary Fianto, meminta Cabang Dinas Kehutanan Jawa Timur membuka ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Sumenep Beri Catatan atas Alokasi Belanja di APBD 2027

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumenep memberikan sejumlah catatan terhadap rancangan APBD 2027, ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Trenggalek Rawat Toleransi untuk Perkuat Pembangunan Daerah

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Trenggalek terus memupuk toleransi dan ...