oleh

Tokoh Lintas Agama di Kota Surabaya, Gelar Doa Keselamatan untuk Bangsa

-Kronik-24 kali dibaca

SURABAYA – Istighosah virtual, doa lintas agama untuk keselamatan bangsa agar terbebas dari pandemi Covid-19 mulai marak digelar sejumlah elemen di Kota Surabaya, Jatim, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyrakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali. 

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menyampaikan terima kasih atas dukungan doa dari elemen masyarakat dan warga Surabaya dengan harapan pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir.

“Pemkot Surabaya mengerahkan segenap kemampuan untuk terus menangani pandemi. Hendaknya semua disiplin menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19,” kata Armuji, Selasa (20/7/2021).

Sejumlah ormas keagamaan yang telah menggelar istighosah virtual dan doa lintas agama antara lain, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya, Badan Musyawarah Antar-Gereja (Bamag), dan para tokoh perempuan lintas iman. Selain itu, Pemkot Surabaya juga beberapa kali menggelar doa bersama dan khataman Al Quran.

“Terakhir doa bersama digelar DPRD Surabaya pada Minggu (18/7) kemarin,” jelas Armuji.   

Sementara itu, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, semua pihak berupaya keras mengatasi pandemi, termasuk pemerintah dan semua aparatur, TNI-Polri dan seluruh tenaga kesehatan.

“Kami ingin memperkuat seluruh kerja keras itu dengan mencurahkan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, melalui istighosah dan doa bersama lintas agama untuk keselamatan seluruh warga Surabaya dan Indonesia,” ujar Adi.

Selain itu, tambah Adi, pihaknya juga mendoakan bagi keselamatan seluruh pemimpin pemerintahan, aparatur pemerintah, prajurit TNI-Polri, dan para tenaga kesehatan yang berada di garis depan.

“Kami juga mendoakan semua penderita agar selamat, sembuh dan sehat kembali. Bagi warga yang telah meninggal dunia, kami doakan semoga mendapat tempat mulia di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar lelaki yang juga menjabar Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya.

Istighosah virtual dan doa lintas agama itu dihadiri Ketua PCNU Surabaya, Ahmad Muhibbin Zuhri, Ketua PD Muhammadiyah Surabaya, Mahsun Djayadi, Pendeta Erik Tahalele mewakili agama Kristen, dan Pastor Iludius Josep Sumarno dari Gereja Katolik.

Sedangkan dari pemuka agama Budha Bhiksu Sarijan Adiviryanto dan dari agama Hindu diwakili Brahmana I Wayan Suraba dan Bapak Xue Shi Liem Tiong Yang dari agama Khonghucu. (set)

Komentar