JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jombang, Ama Siswanto, meninjau langsung realisasi pembangunan sumur bor yang merupakan program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) di Desa Sumberejo, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, pada Sabtu (2/5/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan infrastruktur pertanian tersebut dapat segera difungsikan oleh masyarakat setempat guna menjaga produktivitas lahan persawahan.
Sumur bor di wilayah Sumberejo ini merupakan titik keempat yang telah berhasil direalisasikan dari total sepuluh sumur bor yang direncanakan akan dibangun di berbagai titik strategis.
Pembangunan infrastruktur pengairan ini merupakan tindak lanjut nyata dari aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada Ama Siswanto dalam agenda reses beberapa waktu lalu.
Menurut Ama Siswanto, ketersediaan air merupakan faktor krusial bagi keberlangsungan hidup petani di Plandaan. Dia berharap, kehadiran sumur ini mampu menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan irigasi yang kerap menghantui petani, terutama saat memasuki musim kemarau.
“Alhamdulillah, hari ini kita melihat sumur keempat sudah terealisasi dari target sepuluh titik yang akan kita bangun. Ini adalah amanah yang kami jemput langsung dari aspirasi warga saat reses kemarin,” ujar Ama di lokasi pembangunan.
“Harapannya sederhana, warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawahnya sehingga indeks pertanaman bisa meningkat,” imbuh dia.
Ama menjelaskan, upaya penguatan infrastruktur pertanian di tingkat desa ini sejalan dengan komitmen besar Partai dalam menjaga kedaulatan pangan. Pembangunan sumur bor ini, tambah dia, merupakan langkah konkret dalam mendukung instruksi Partai terkait kemandirian sektor agraria.
“Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya kami mendukung program ketahanan pangan yang terus digelorakan oleh Ibu Ketua Umum. Kita ingin memastikan dari tingkat desa, petani kita memiliki fasilitas yang memadai untuk berproduksi secara maksimal demi kesejahteraan bersama,” tambah dia.
Kehadiran program sumur bor ini disambut positif oleh warga Sumberejo yang mayoritas menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Masyarakat menilai langkah cepat legislator dalam merealisasikan hasil reses menjadi bukti nyata kehadiran wakil rakyat di tengah persoalan mendasar konstituennya.
Suwoto, salah seorang petani setempat, mengungkapkan rasa syukurnya atas pembangunan fasilitas pengairan tersebut. Ia mengakui, selama ini persoalan air menjadi kendala utama yang sering membuat petani merasa was-was saat memulai masa tanam, terutama di tengah ancaman kemarau panjang.
“Kami sangat berterima kasih karena selama ini air memang menjadi kendala terberat bagi kami. Dengan adanya sumur bor ini, kami jadi punya harapan baru untuk tetap bisa bertani dengan tenang meskipun di luar musim penghujan,” ucapnya. ()
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












