Kamis
23 Juli 2026 | 11 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tingkat Kepuasan Publik kepada Jokowi Makin Tinggi

pdip-jatim-jokowi-diwawancarai

pdip-jatim-jokowi-diwawancaraiJAKARTA – Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, dari hasil sejumlah lembaga survei, kepuasan publik terhadap pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla cukup tinggi, mencapai 66 hingga 68 persen.

Tingkat kepuasan ini, sebut Pramono, melebihi dari apa yang diperoleh Jokowi saat Pilpres 2014 lalu.

Pencapaian itu, menurut Pramono, tidak mudah. Sebab, setelah Jokowi terpilih menjadi Presiden, Indonesia dihadapkan pada situasi ekonomi global yang lesu.

Oleh karena itu, jelasnya, kerja Presiden Jokowi pada awal pemerintahan adalah membenahi regulasi ekonomi.

“Alhamdulillah, Indonesia pada periode ini bisa tumbuh jadi 5,18 persen. Pertumbuhan ekonomi kita dibandingkan dengan kawasan lainnya relatif stabil dan cukup tinggi,” kata Pramono Anung, di Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Mantan Sekjen PDI Perjuangan ini menambahkan, saat ini fokus presiden beralih ke perwujudan reformasi hukum. Salah satu bagiannya adalah dengan membentuk tim pemberantasan pungutan liar yang diberi nama ‘Saber Pungli’ alias Sapu Bersih Pungutan Liar.

Terkait pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bahwa penerapan revolusi mental selama dua tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla hanyalah retorika, kata Pramono, bukan masalah.

Menurut dia, Fahri memang hobi melontarkan kritik. “Kalau Fahri Hamzah itu tidak mengritik, pemerintah juga tidak nyaman. Jadi kami harap, selalu mengritik,” ujar Pramono sembari tersenyum.

Dia menyebutkan, yang merasakan perubahan mental itu adalah rakyat Indonesia, bukan siapa-siapa.

Pemerintah sudah berupaya mendorong perubahan mental di masyarakat. Salah satunya dengan menciptakan kemudahan dalam pelayanan publik dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

Yang baru saja diterapkan pemerintah, jelas Pramono, yakni penerapan bahan bakar minyak (BBM) di Papua menjadi satu harga saja.

“Bagaimana bisa di Papua harga BBM Rp 6.500 per liter? Memang itu harga di SPBU dan nantinya di Papua, yang harganya dulu hampir Rp 50.000 lebih mudah-mudahan bisa dibawah Rp 10.000 per liter,” ujar Pramono.

“Maka dengan demikian, inilah yang disebutkan oleh Presiden bahwa bangsa ini menjadi kompetitif, jadi bangsa pemenang,” tambah dia. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pedagang Pasar Baru Magetan Cemas Tergusur Rencana Pembangunan Bioskop, DPRD Turun Tangan

MAGETAN – Kawasan Pasar Baru Magetan kembali menjadi sorotan. Belum usai persoalan penataan parkir, kini muncul ...
KABAR CABANG

PDIP Trenggalek Mulai Musran-Musanran, Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek memulai Musyawarah Ranting dan Musyawarah Anak Ranting dari Kecamatan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tertibkan Parkir Surabaya, 250 Lokasi Disegel dan Makam Keputih Terapkan Gate System

Pemkot Surabaya menertibkan pengelolaan parkir dengan menyegel 250 lokasi yang belum berizin serta menerapkan gate ...
LEGISLATIF

Hari Anak Nasional, Kanang Berbagi Motivasi kepada Wali Murid SDN Margomulyo 2 Ngawi

NGAWI – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momen istimewa bagi keluarga besar SDN Margomulyo 2 Ngawi. ...
LEGISLATIF

Dukung Sekolah Terintegrasi, Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang Tolak Pengambilalihan Aset Daerah

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Rakyat, ...
RUANG MERAH

Menghitung Genarasi Emas dari Lambung

Oleh Martin Rachmanto ADA sebuah fragmen ingatan yang abadi dari dekade 1950-an, ketika halaman Istana Negara belum ...