Rabu
22 Juli 2026 | 1 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tawur Kesanga Jadi Pengingat, Luqman Soroti Ancaman Lunturnya Budaya

pdip jatim 260319 ogoh ogoh ponggok 1

BLITAR – Di tengah derasnya arus modernisasi yang kian menggerus nilai-nilai lokal, perayaan Tawur Kesanga di Desa Ponggok, Kecamatan Ponggok, Rabu (18/3/2026), hadir sebagai pengingat kuat bahwa tradisi tidak boleh kehilangan tempat dalam kehidupan masyarakat.

Nuansa khidmat sekaligus semarak terasa dalam prosesi yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi tersebut.

Pawai ogoh-ogoh yang digelar bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan representasi hidup dari warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Blitar, Luqman Indra Laksono, hadir langsung dalam kegiatan itu. Ia menegaskan bahwa tradisi seperti Tawur Kesanga bukan hanya simbol budaya, tetapi fondasi penting yang membentuk identitas bangsa.

“Modernisasi tidak boleh membuat kita tercerabut dari akar budaya. Kalau tradisi ini hilang, kita bukan hanya kehilangan budaya, tapi juga kehilangan arah sebagai bangsa,” tegasnya.

Prosesi pawai dimulai dari Pura Sri Giri Dharma Jati Ponggok. Ogoh-ogoh yang diarak mengelilingi desa menjadi daya tarik tersendiri bagi warga.

Di balik bentuknya yang artistik, ogoh-ogoh menyimpan makna filosofis tentang Bhuta Kala—simbol energi negatif yang harus dinetralisir menjelang Nyepi.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pemerintah setempat, mulai dari Camat Ponggok, Kepala Desa Ponggok, hingga tokoh masyarakat. Keterlibatan Banser dalam pengamanan juga memperlihatkan kuatnya gotong royong dan toleransi lintas elemen di masyarakat.

Bagi Luqman, inilah wajah asli Indonesia—di mana tradisi dan toleransi berjalan beriringan, bukan sekadar jargon.

“Kita tidak cukup hanya bicara toleransi. Di sini kita melihat langsung bagaimana masyarakat menjaga harmoni, sekaligus merawat tradisi sebagai jati diri,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah memastikan generasi muda tetap terhubung dengan akar budayanya. Tanpa keterlibatan mereka, tradisi berpotensi menjadi sekadar seremoni tanpa makna.

“Generasi muda jangan sampai hanya jadi penonton. Mereka harus jadi pelaku, pewaris, sekaligus penjaga tradisi. Kalau tidak, kita bisa jadi asing di tanah sendiri,” katanya.

Menurutnya, nilai-nilai dalam Tawur Kesanga juga relevan dengan kehidupan modern, terutama dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan lingkungan sosial.

“Pembangunan tidak cukup hanya fisik. Ada dimensi spiritual dan kultural yang harus dijaga. Tradisi adalah pondasi karakter bangsa,” imbuhnya.

Perayaan Tawur Kesanga di Ponggok tahun ini tak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga pesan kuat bahwa di tengah perubahan zaman, tradisi tetap harus berdiri sebagai penopang identitas dan perekat persatuan. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Peringati 30 Tahun Peristiwa Kudatuli, Ini Pesan Megawati untuk Anak Muda Indonesia

JAKARTA – Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri secara khusus menitipkan pesan mendalam yang ditujukan bagi ...
HEADLINE

Said Abdullah Salurkan Seluruh Dana Reses untuk Renovasi Rumah Warga Miskin di Sumenep

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Said Abdullah menyalurkan seluruh dana reses periode ini untuk membantu ...
LEGISLATIF

Zulham Dorong Pasar Sumedang Dikerjasamakan dengan Swasta agar Tak Terus Mangkrak

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarok mendorong pengelolaan Pasar Sumedang ...
KRONIK

Megawati Hadiri Pameran Foto Refleksi 30 Tahun Kudatuli

JAKARTA – Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri menghadiri ...
SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...