Sabtu
05 September 2026 | 10 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyuwangi Gelar “Festival Literasi Using”, Upaya Lestarikan Bahasa Daerah

PDIP-Jatim-Ipuk-Fiestiandani-05092026

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Literasi Using. Ajang ini menjadi cara pemkab melestarikan Bahasa Using sebagai identitas budaya lokal, agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Pada tahun ini, Festival Literasi Using digelar pada Sabtu (5/9/2026) pagi di area creative space kawasan Lapangan Taman Blambangan.

Dalam ajang ini, ratusan siswa berkompetisi menampilkan performa terbaiknya dalam berbagai perlombaan yang mengasah kemampuan literasi berbahasa Using. Mulai memengan (permainan) sandiwara, geguritan (puisi Using), nembang Using, hingga mocoan lontar.

Ratusan peserta tersebut merupakan siswa SD dan SMP perwakilan dari 25 kecamatan se-Banyuwangi. Mereka tampil percaya diri di hadapan penonton dan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang turut hadir dalam kegiatan itu.

“Ajang ini adalah cara kami memfasilitasi anak-anak Banyuwangi agar tidak hanya cakap dalam literasi pada umumnya, namun juga bisa mengangkat budaya lokal, yakni Bahasa Using,” ujar Ipuk.

Lewat ajang ini, Ipuk berharap anak-anak muda Banyuwangi semakin mencintai budaya lokal, termasuk Bahasa Using. Dengan anak-anak mudanya bangga serta konsisten menggunakan Bahasa Using, Ipuk optimis bahasa yang menjadi identitas budaya Banyuwangi itu akan terus lestari.

“Anak-anak silahkan kalian belajar teknologi, silakan baca apapun yang kalian ingin pelajari, namun jangan pernah meninggalkan identitas daerah. Budaya Using tidak boleh tergusur oleh perkembangan zaman,” jelasnya.

Wakabid Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPD PDI Perjuangan Jatim ini menambahkan, Banyuwangi terdiri atas beragam suku dan budaya serta adat istiadat yang semuanya harus dirawat. Namun, bagi Ipuk, identitas lokal daerah tetap harus menjadi prioritas.

“Mudah-mudahan di tengah keberagaman budaya yang ada di Banyuwangi, Bahasa Using tetap menjadi bahasa yang dipertahankan sebagai kekuatan lokal kita semuanya,” tegasnya.

Tak sekadar mengajak anak-anak agar mencintai bahasa daerahnya, bagi Ipuk Festival Literasi Using juga mendorong mereka agar mampu berpikir kritis.

“Sebelum lomba tentu anak-anak harus belajar, membaca, kemudian memahami informasi dan poin-poin penting di dalamnya. Sehingga mereka bisa menyampaikan pesan yang tepat. Di sinilah mereka juga belajar bagaimana berpikir kritis,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sutikno, menambahkan Festival Literasi Using 2026 ini sedikitnya membuka 9 jenis lomba.

Antara lain lomba geguritan (puisi Using), ngewer (komedi tinggal), nulis cerita Using, nulis aksara Using, mendongeng, menyanyi lagu Using, pidato bahasa Using, memengan sandiwara, serta mocoan lontar.

“Khusus mocoan lontar hanya dibuka untuk kategori SMP, sedangkan lomba lainnya bisa diikuti baik SD maupun SMP,” ujarnya.

Adapun pesertanya, terdiri atas 259 peserta SD dan 170 peserta SMP dari seluruh wilayah di Banyuwangi.

Selain areal creative space di kawasan Lapangan Taman Blambangan, lanjut Sutikno, kompetisi juga dilaksanakan di gedung SDN 1 Kepatihan.

“Juara satu dari masing-masing lomba nantinya akan kita kirim untuk mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat provinsi dan nasional,” pungkasnya.

Selain beragam lomba yang mengasah kemampuan literasi Using para siswa, ajang ini juga diisi dengan beragam budaya masyarakat Using. Seperti iringan lagu-lagu Using hingga prosesi kupat luar saat pembukaan acara. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Banyuwangi Gelar “Festival Literasi Using”, Upaya Lestarikan Bahasa Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Literasi Using. Ajang ini menjadi cara ...
LEGISLATIF

Model Malang Berhasil, Untari Akan Perluas Pelestarian Aksara Jawa ke Seluruh Sekolah di Jatim

MALANG – Keberhasilan penerapan model pembelajaran dan pelestarian aksara Jawa di sejumlah sekolah di Malang ...
KRONIK

Waktu Tinggal Tiga Bulan, Widarto Pesimistis APBD Jember 2026 Terserap Optimal

JEMBER – Tambahan ruang fiskal Kabupaten Jember mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, waktu untuk membelanjakannya ...
KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...
LEGISLATIF

Puan Dukung Penegakan Hukum 21 Badan Usaha Terkait Karhutla, Minta Prosesnya Transparan

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan penegakan hukum ...
KRONIK

Hasto Ingatkan Ancaman Populisme Otoriter, Dorong Lima Agenda Ketahanan Demokrasi

YOGYAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan menguatnya populisme otoriter dapat ...