Sabtu
24 Oktober 2026 | 1 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyuwangi Gelar “Festival Literasi Using”, Upaya Lestarikan Bahasa Daerah

PDIP-Jatim-Ipuk-Fiestiandani-05092026

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Literasi Using. Ajang ini menjadi cara pemkab melestarikan Bahasa Using sebagai identitas budaya lokal, agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Pada tahun ini, Festival Literasi Using digelar pada Sabtu (5/9/2026) pagi di area creative space kawasan Lapangan Taman Blambangan.

Dalam ajang ini, ratusan siswa berkompetisi menampilkan performa terbaiknya dalam berbagai perlombaan yang mengasah kemampuan literasi berbahasa Using. Mulai memengan (permainan) sandiwara, geguritan (puisi Using), nembang Using, hingga mocoan lontar.

Ratusan peserta tersebut merupakan siswa SD dan SMP perwakilan dari 25 kecamatan se-Banyuwangi. Mereka tampil percaya diri di hadapan penonton dan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang turut hadir dalam kegiatan itu.

“Ajang ini adalah cara kami memfasilitasi anak-anak Banyuwangi agar tidak hanya cakap dalam literasi pada umumnya, namun juga bisa mengangkat budaya lokal, yakni Bahasa Using,” ujar Ipuk.

Lewat ajang ini, Ipuk berharap anak-anak muda Banyuwangi semakin mencintai budaya lokal, termasuk Bahasa Using. Dengan anak-anak mudanya bangga serta konsisten menggunakan Bahasa Using, Ipuk optimis bahasa yang menjadi identitas budaya Banyuwangi itu akan terus lestari.

“Anak-anak silahkan kalian belajar teknologi, silakan baca apapun yang kalian ingin pelajari, namun jangan pernah meninggalkan identitas daerah. Budaya Using tidak boleh tergusur oleh perkembangan zaman,” jelasnya.

Wakabid Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPD PDI Perjuangan Jatim ini menambahkan, Banyuwangi terdiri atas beragam suku dan budaya serta adat istiadat yang semuanya harus dirawat. Namun, bagi Ipuk, identitas lokal daerah tetap harus menjadi prioritas.

“Mudah-mudahan di tengah keberagaman budaya yang ada di Banyuwangi, Bahasa Using tetap menjadi bahasa yang dipertahankan sebagai kekuatan lokal kita semuanya,” tegasnya.

Tak sekadar mengajak anak-anak agar mencintai bahasa daerahnya, bagi Ipuk Festival Literasi Using juga mendorong mereka agar mampu berpikir kritis.

“Sebelum lomba tentu anak-anak harus belajar, membaca, kemudian memahami informasi dan poin-poin penting di dalamnya. Sehingga mereka bisa menyampaikan pesan yang tepat. Di sinilah mereka juga belajar bagaimana berpikir kritis,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sutikno, menambahkan Festival Literasi Using 2026 ini sedikitnya membuka 9 jenis lomba.

Antara lain lomba geguritan (puisi Using), ngewer (komedi tinggal), nulis cerita Using, nulis aksara Using, mendongeng, menyanyi lagu Using, pidato bahasa Using, memengan sandiwara, serta mocoan lontar.

“Khusus mocoan lontar hanya dibuka untuk kategori SMP, sedangkan lomba lainnya bisa diikuti baik SD maupun SMP,” ujarnya.

Adapun pesertanya, terdiri atas 259 peserta SD dan 170 peserta SMP dari seluruh wilayah di Banyuwangi.

Selain areal creative space di kawasan Lapangan Taman Blambangan, lanjut Sutikno, kompetisi juga dilaksanakan di gedung SDN 1 Kepatihan.

“Juara satu dari masing-masing lomba nantinya akan kita kirim untuk mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat provinsi dan nasional,” pungkasnya.

Selain beragam lomba yang mengasah kemampuan literasi Using para siswa, ajang ini juga diisi dengan beragam budaya masyarakat Using. Seperti iringan lagu-lagu Using hingga prosesi kupat luar saat pembukaan acara. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dengar Aspirasi Pemuda, Bupati Lukman Buka-bukaan Soal Strategi Pembangunan Daerah

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat ...
KRONIK

IMM Tagih Solusi Darurat Pendidikan Jember, DPRD Bidik 23 Ribu Anak Tak Sekolah

JEMBER – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyelesaikan persoalan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Kota Batu 2027, Dorong Kemandirian Fiskal dan Belanja Tepat Sasaran

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu mendorong pemerintah kota memperkuat kemandirian fiskal dalam ...
KRONIK

Makanan Diantar ke Rumah Lansia Miskin Tiap Pagi, Rantang Kasih Terus Lanjut

BANYUWANGI – Setiap pagi, sekitar pukul 06.30 WIB, Elok Susanti datang mengantarkan makanan ke rumah Sahani (67), ...
EKSEKUTIF

Anggaran Surabaya 2027 Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Penanganan Banjir

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya memprioritaskan pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir dalam penyusunan ...
EKSEKUTIF

Hari Santri 2026, Rijanto Dorong Santri Blitar Kuasai Teknologi dan Ikut Membangun Daerah

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri menguasai ilmu agama sekaligus teknologi agar mampu mengambil ...