LAMONGAN – Ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan, Husen SAg MAg meminta kepada para bakal caleg untuk memahami metode penghitungan suara Sainte Lague yang akan diterapkan pada Pemilu 2024.
Pemahaman terhadap metode tersebut penting untuk memastikan terwujudnya target raihan 10 kursi PDI Perjuangan di DPRD Lamongan.
Apalagi, hasil survei terbaru sebuah lembaga menyebutkan, elektabilitas PDI Perjuangan di Lamongan terus menanjak bertengger di posisi kedua dengan selisih tipis dari peringkat pertama.
Husen dalam keterangannya kepada pdiperjuangan-jatim.com di Lamongan pada Jumat (18/8/2023) menyampaikan, pihaknya terus menyolidkan mesin partai, termasuk mongonsolidasikan para bakal caleg dalam waktu dekat ini.
Secara khusus memberikan pemahaman kepada bakal caleg bagaimana strategi kolaborasi antar caleg dengan menyesuaikan metode penghitungan Sainte Lague.
“Mana kawan dan mana lawan, itu yang harus dimengerti caleg dan PAC kita. Jangan sampai mereka memikirkan urusannya sendiri, agar tidak membuang energi sia-sia,” ujar Husen.
Sistem penghitungan ini, kata Husen, mempersyaratkan kolaborasi antar caleg. Sebab kursi caleg ditentukan dari total suara sah partai dibagi dengan bilangan ganjil. Beda dengan pemilu 2009 dan 2014, caleg otomatis meraih kursi ketika perolehan suaranya melampaui bilangan pembagi pemilih (BPP).
“Dengan pemahaman seperti ini, dari sini bagaimana kita (Partai dan caleg) bergerak di lapangan untuk bisa meraih 10 kursi pada pemilu mendatang,” tuturnya.
Pada bagian lain, Indopolling Newtwork Research Consulting menerbitkan hasil survei pada bulan Juli terkait partai politik peserta pemilu 2024.
Direktur Indopolling Newtwork Research Consulting Dewi Arum menyampaikan, top of mine hasil survei kepada responden dengan pertanyaan tanpa memberikan pemilihan.
Hasilnya, PKB sebesar 14,6 persen; PDI Perjuangan 12,9; Demokrat 10; Gerindra 8,6; PAN 6,7; Golkar 5 dan partai lainnya di bawah 2 persen. (mnh/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













