Selasa
21 Juli 2026 | 11 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tak Ingin Larut dalam Insiden Perampokan, Wali Kota Santoso Mulai Masuk Kerja

pdip-jatim-221216-dialog-kebangsaan-1

BLITAR– Wali Kota Santoso langsung masuk kerja pasca insiden perampokan yang menimpa dirinya dan istri di rumah dinas (Rumdin) Wali Kota yang terletak di Jalan Sudanco Supriyadi Kota Blitar, pada Senin, (12/12/2022) lalu.

Kader PDI Perjuangan ini menyebut dia tak ingin terus larut dalam peristiwa tersebut. Saat ini dia kembali fokus bekerja menjalankan tugasnya sebagai Wali Kota Blitar.

Hal itu dia sampaikan saat menghadiri acara dialog Interaktif Capacity Building yang digelar Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Blitar di Aula Kantor Kecamatan Kepanjenkidul.

“Syukur alhamdulillah, pasca insiden perampokan di Rumdin Senin lalu, kesehatan fisik saya beserta sang istri telah membaik, meski sebelumnya sempat trauma dengan kejadian itu. Dan mulai sekarang saya harus kembali fokus bekerja seperti biasanya,” kata Santoso, Jumat (16/12/2022).

Dia menjelaskan insiden perampokan yang dialaminya di Rumdin Wali Kota telah ditangani aparat kepolisian. Dia hanya bisa berharap polisi mampu segera mengungkap kasus perampokan itu.

“Semoga peristiwa perampokan itu bisa segera diusut tuntas, agar kita semua tau siapa dalang dan pelakunya, serta apa motif di belakangnya,” harapnya. (Baca juga: Kusnadi Desak Polisi Segera Tangkap Perampok Rumdin Wali Kota Blitar)

Sementara itu, Dialog Interaktif Capacity Building ini mengusung tema menjalin harmoni serta mempererat persatuan dan kesatuan antar suku atau etnis, agar terwujud pembauran kebangsaan yang dinamis dan efektif menuju Kota Blitar Keren.

Santoso mengatakan adanya pembauran etnis dan suku sangat penting diwujudkan untuk mendukung seluruh program Pemerintah Kota Blitar. Mengingat program pembangunan yang dihadirkan, secara penuh untuk kemajuan dan kesejahteran masyarakat.

Lebih dari itu, keberadaan FKP sangat dibutuhkan untuk mewujudkan keamanan dan ketenteraman Kota Blitar. Apalagi menjelang Pesta Demokrasi tahun 2024.

“Kita tahu 2024 nanti adalah tahun politik, kita berharap bagaimana masyarakat bisa tenang, tidak terpengaruh karena kesukuan mengingat suku-suku di Kota Blitar cukup banyak jumlahnya,” tutur Santoso. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...
SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...