MAGETAN – Wakil Ketua DPRD Magetan dari PDI Perjuangan Suyatno menghadiri peringatan harlah ke-103 NU serta peletakan batu pertama pembangunan Masjid MWC NU Panekan, sekaligus peringatan Isra’ Mi’raj di Kecamatan Panekan Jumat (16/1/2026) malam.
Suyatno berharap agar hubungan antara gerakan nasionalis dan religius di Magetan bisa semakin meningkat.
“Dalam konteks ini, kader PDI Perjuangan turut dalam peringatan harlah NU dalam rangka ukhuwah wathaniyah, persaudaraan kebangsaan,” ujarnya.
NU adalah organisasi keagamaan yang merupakan milik seluruh masyarakat Indonesia. “Di PDI Perjuangan Magetan kan juga banyak kader NU,” tandas Suyatno.
NU telah berhasil menjadi organisasi keagamaan yang mampu menjawab tantangan dan perubahan zaman. Serta tetap menjaga tatanan sosial yang beradab.
Sebagai pribadi yang dididik dalam lingkungan NU, Suyatno menyebut, spirit keimanan dan kemanusiaan yang ada dalam NU selalu digunakannya dalam berkarya, bekerja, dan berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara.
Suyatno yang saat ini juga sebagai Wakil ketua Tanfidziyah MWC NU Panekan ini berharap NU tetap bisa bersinergi dengan elemen masyarakat yang lain dalam menjaga cita-cita proklamasi Bung Karno, menjaga keutuhan NKRI, dan memberikan sumbangsih bagi kemaslahatan umat.
“Kami siap mendukung gerak langkah NU di Magetan,” pungkas Suyatno.

Larung Tumpeng Menarik Wisatawan
Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Magetan, Rita Haryati mengahadiri acara ritual larung atau labuhan tumpeng di Telaga Sarangan. Acara merupakan kegiatan adat dan budaya di lingkungan telaga.
Menurut Rita, DPRD Kabupaten Magetan mendorong agar tradisi larung tumpeng dalam rangka bersih desa atau dawuhan di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, bisa menjadi agenda tahunan yang lebih terstruktur dan menarik.
“Tradisi ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan memiliki dampak positif bagi kebersihan Telaga Sarangan serta perkembangan sektor pariwisata,” kata Rita Haryati.
Keberlanjutan kegiatan ini sangat penting untuk menjaga kebersihan dan menarik minat wisatawan. Kegiatan budaya yang dipadukan dengan pagelaran musik dan atraksi ski air telah berhasil menyedot perhatian banyak pengunjung.
Dikatakan Rita, kegiatan larung tumpeng ini harus menjadi momentum untuk terus menjaga kelestarian budaya dan adat di telaga Sarangan. Animo masyarakat yang tinggi dalam acara ini harus terus dijaga agar wisatawan semakin tertarik untuk datang ke Sarangan.
Politisi PDI Perjuangan ini menekankan, pentingnya kerja sama antara pelaku wisata, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keunikan Telaga Sarangan.
“Inovasi perlu diterapkan untuk menarik wisatawan yang secara langsung berpengaruh pada PAD pemkab,” kata Rita.
Pengembangan wisata Sarangan harus melibatkan sinergi dari berbagai pihak. Inovasi yang diterapkan di berbagai bidang akan membuat Telaga Sarangan semakin menarik dan menjadi destinasi favorit wisatawan. Kegiatan seperti ini bisa menjadi daya tarik yang memperkuat identitas pariwisata daerah.
“Semakin banyak inovasi dan publikasi yang dilakukan, semakin banyak orang yang tertarik untuk datang ke Sarangan. Ini akan berdampak langsung pada peningkatan jumlah wisatawan,” pungkas Rita Haryati. (rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













